Quote :
"situs radikal lebih berbahaya daripada situs porno.  Karena 
situs radikal merusak iman, sedangkan situs porno tak berdosa,  hanya 
makruh"

Mantab banget nih kyai yang satu ini, jadi makin brasa enteng bg yang biasa 
akses situs porno.
nanti klo dilarang orang tua, si anak tinggal bilang "daripada saya buka situs 
radikal, mending situs ginian ayah ... "
si ayah : ...hmmmm...iya juga, ya sudah kita lihat bareng aj yuk .... 


wassalam,
harman St.Idris (38)

http://www.lintas-kabar.com/2011/09/29/pbnu-situs-porno-tak-berdosa-situs-jihad-merusak-iman/

KH Said Agil Siradj: Situs Porno Tak Berdosa, Situs Jihadi Radikal Merusak 
ImanKamis, 29 September, 2011 | 13:31 WIB | Dibaca : 128 

Ketua Umum PBNU KH. Said Agil Siradj (net)
Menkominfo: “Kalau orang gara-gara buka situs jadi teroris, maka semua blogger 
bisa jadi teroris semua”
JAKARTA, Lintas-Kabar.com –  Alih-alih 
mengambinghitamkan situs-situs jihadis radikal sebagai akar  terorisme, 
KH Said Agil Siraj membandingkan situs radikal dengan situs  porno. 
Menurutnya, situs radikal lebih berbahaya daripada situs porno.  Karena 
situs radikal merusak iman, sedangkan situs porno tak berdosa,  hanya 
makruh.
Ketua  Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini beranggapan 
bahwa aksi  teror bom yang masih terus terjadi di tanah air berkaitan 
dengan  keberadaan sejumlah situs radikal. Karena situs radikal itu 
menjadi  penyambung lidah ideologi para pelaku teror. Pembiaran situs 
radikal  sama saja merelakan api berkobar liar.
Karenanya,  kiyai jebolan Universitas Ummul Qura ini meminta Menteri 
Komunikasi dan  Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring untuk memblokir situs 
radikal.  “Saya meminta Menkominfo menutup situs yang mendorong 
sikap radikal,  bahkan menimbulkan gerakan teror yang meresahkan 
masyarakat,” desak Said  Agil di Gedung PBNU Jakarta, Selasa 
(27/9/2011).
Bagi  Said Agil, pengaruh situs radikal itu lebih berbahaya terhadap  
kenyamanan hajat bangsa daripada situs porno. Madharat situs porno 
hanya  berdampak individual, sementara situs radikal berefek sosial.
“Situs  porno secara hukum fikih tak berdosa, hanya makruh. Yang dosa itu yang  
membuat dan menjadi bintang porno,” ujar Prof Dr KH Said Agil Siraj.
Sementara itu, situs radikal, menurut Said Agil, lebih berbahaya karena merusak 
iman.
Said  Aqil menegaskan situs-situs radikal itu telah membelokkan makna jihad  
dalam ajaran Islam. Jadi, situs radikal lebih berbahaya karena 
merusak  iman.
“Jika  seseorang membuka situs radikal, efeknya orang tersebut akan 
memiliki  paham yang salah tentang agama. Kesalahan itu yang bisa 
mengantarkan  seseorang menjadi pelaku terorisme. Kalau situs porno 
merusak akhlak,  situs yang mengandung paham radikalisme dapat merusak 
iman,” tuturnya.
Ditempat terpisah, meski mengaku telah memblokir 300 situs yang  
dianggap menyebarkan ‘radikalisme’, namun Menteri Komunikasi dan  
Informatika, Tifatul Sembiring menekankan bahwa internet bukanlah akar  
‘radikalisme’ yang bisa membuat seseorang menjadi teroris.
“Menurut saya, akar radikalisme itu bukan karena mengakses situs.  
Tidak ada orang menjadi teroris karena membuka situs, nggak ada, boleh  
dibuktikan,” kata Tifatul di Jakarta, Kamis (29/9/2011).
“Kalau orang gara-gara buka situs jadi teroris, itu semua blogger  
bisa jadi teroris semua, buktinya nggak.” Ungkapnya lebih lanjut.
Ia berpendapat bahwa seseorang menjadi ‘teroris’ dikarenakan kesalahan dalam 
memahami sebuah ajaran.
“Orang jadi teroris itu karena kekeliruan, salah memahami ajaran  
agamanya. Tidak ada ajaran Islam yang memperbolehkan kita menyerang  
tempat ibadah,” kata dia.
Seperti yang diketahui, selama ini internet dianggap sebagai sarana  
jitu untuk menyebarkan faham ‘radikalisme’. Hal tersebut diperkuat oleh  
pemberitaan media-mdia sekuler yang mengungkapkan bahwa sebelum  
melakukan pemboman di Solo, pelaku Ahmad Yosepa Hayat sempat mengakses  
situs jihad sebelum beraksi, hal ini tentu saja dilakukan dalam  
memuluskan opini bahwa situs-situs jihad adalah bagian yang tak  
terlepaskan dari tindakan ‘terorisme’.
Terkait hal tersebut, Tifatul mengaku belum ada permintaan dari  
Kepolisian untuk menyelidiki pesan-pesan Hayat di internet. “Itu urusan  polisi 
yang menyelidiki. Belum ada permintaan, polisi kan punya alat  
juga,” kata dia.
Namun demikian, Tifatul mengungkapkan bahwa pihaknya tetap  
berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengawasi situs-situs  
yang dianggap ‘radikal’ itu.
“Yosepa itu meledakkan bom bukan karena situs di warnet. Itu ada  
struktur yang mengelola, itu tugas polisi yang membongkarnya. Siapa yang 
memerintahkan, biayanya dari mana, dan siapa yang mendoktrin,” 
ujarnya.Sumber: voa-islam.com |arrahmah.com

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke