Assalamualaikum ww.

Pembuktian Terbalik
Oleh : Reflus.

Terinspirasi oleh soal-soal Matematika yang dilayangkan sanak awak Zultan, Ambo 
cob a mengutak-ngatik UNTUK melihat kemungkinan Matematika dipakai dal am 
memecahkan Korupsi yang mendarah daging Dan selalu menjadi pembicaraan 
dimanapun.

Lagu senggol-senggolan yang dilantunkan Nazaruddin, telah menyenggol begitu 
banyak pihak, mulai dari kelas biasa, sampai kepada Ketua Partai yang Partainya 
sedang berkuasa di Republik ini.


Lagu senggol-senggolan yang tadinya dinyanyikan satu kali, telah berubah 
menjadi lagu Midley dengan berbagai irama musik, ada dangdut, pop, jazz, rock, 
keroncong, serioasa dan irama lainnya.

Disamping menyenggol pribadi seseorang, lagu tersebut tak lupa pula ikut 
menyenggol Lembaga Super Power alias KPK yang selama ini menjadi harapan besar 
masyarakat untuk menumpas perilaku Korupsi. Harapan besar tersebut karena 
Korupsi adalah penyakit Kronis yang berjangkit sudah begitu lama, sejak mulai 
Merdeka sampai sekarang  menjalar ke seluruh bagian Tubuh.


Herannya… Kok penyakit itu  nggak mematikan ya !. He he he.

Kembali soal KPK, saya pikir Lembaga ini paling banyak  mendapat sorotan, ada 
yang positip, namun tak  sedikit pula yang negatip. Mulai dari Pribadi 
pejabatnya dengan kasus pembunuhan yang dipicu oleh seorang caddy, sampai 
kepada Lembaganya “Cicak dan Buaya” isitilah kerennya. Kasus ini menjadi 
sorotan  karena ulah KPK menyadap pembicaraan telephone seorang petinggi Polri.


Saat ini, KPK sedang sibuk-sibuknya memilih Ketua yang berasal dari semua 
golongan. Memilih orang yang mempunyai integritas sekaligus punya kapasitas. 
Untuk menjaringnya relatip susah sehingga memerlukan Panitia Seleksi (Pansel) 
dengan anggota beberapa pakar. Para pakar tersebut  adalah public pigure nan 
sering menghiasi layar kaca alias muncul di TV dan diyakini akan kepakarannya.

Ditengah kesibukan memilih Ketua dan mendiskusikan Lagu senggol-senggolan 
Nazaruddin, muncul idea pembubaran KPK dari Marzuki Alie sang Ketua DPR. Semua 
orang tersentak menanggapinya, Sudah pasti ada Pro dan Kontra.

Bicara masalah Korupsi dan cara mengatasinya, menurut pendapat saya, itu adalah 
hal yang mudah. Korupsi harus dipandang sebagai bagian dari ilmu pasti, bukan 
ilmu social. Dalam ilmu pasti, jawabannya pasti dan dapat dibuktikan 
kebenarannya.

Sebaliknya, soal-soal atau masalah social, mempunyai jawaban bermacam-macam, 
tergantung  sudut pandang, pengalaman, status yang menjawab.  Semua menganggap 
bahwa jawabannya yang paling benar.

Karena Korupsi membicarakan angka, solusinya adalah dengan angka juga khan !. 
Mari, kita kembali sejenak ke masa lalu, mengingat pada pelajaran berhitung 
alias Matematika di Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah Pertama.

Dalam ilmu Matematika yang merupakan cabang ilmu pasti, dikenal bermacam-macam 
Rumus. Rumus dapat menyelesaikan persoalan yang  dihadapi dan berlaku untuk 
kondisi apapun, maksudnya, berbagai-bagai masalah dipecahkan oleh Rumus yang 
sama.

Terciptanya Rumus yang ampuh tersebut, pada dasarnya adalah kesimpulan dari 
jalan pemecahan yang begitu panjang. Baik dengan jalan yang panjang, maupun 
dengan Rumus hasilnya sama.

Dengan pendekatan Matematika, saya yakin bahwa persoalan Korupsi yang dihadapi 
bangsa ini dapat dipecahkan dengan sederhana.

Mengapa saya berani membuat pernyataan demikian ?.

Inilah  contoh soalnya.

Pendapatan/Income - Pengeluaran/Consumsi = Tabungan/Saving + Investasi.

Biasa dilambangkan  : Y - C = S + I

Untuk seorang pegawai entah bekerja dimanapun, Y adalah Gaji + Bonu + 
pendapatan lain-lain yang terkait dengan pekerjaannya. Semua pendapatan 
trrsebut tercatat dalam administrasi perusahaan atau instansi tempat bekerja.

Apabila Y - C tidak sama dengan S + I, dimana  S + I lebih kecil, berarti ybs 
punya Hutang (H) sehingga rumusnya menjadi :

Y + H - C = S + I. Sudah barang tentu, S + I = 0 (Nol)

Kondisi ini, saya yakin siapapun bisa memakluminya. Yaa….karena gaji kecil.

Sebaliknya :

Apabila Y - C tidak sama dengan S + I, dimana S + I lebih besar, inilah yang 
perlu dipecahkan, mengapa bisa terjadi ?.

Mungkin persoalan ini diselesdaikan dengan  Pembuktian Terbalik, maksudnya, 
minta saja oang yang mempunyai persoalan seperti ini membuktikan sendiri.

Jika saja Ada Undang-Undang tentang Pembuktian Terbalik,  menurut pendapat 
saya, KPK yang banyak dibicarakan effektivitasnya, saya sepakat  DIBUBARKAN.


Siapapun yang mempunyai S + I lebih besar dari Y - C diminta membuktikan 
sendiri dihadapan hakim mengapa itu bisa terjadi. Tidak diperlukan Hakim yang 
canggih. Hakim yang akan mengadili cukup dibekali pelajaran Tambah, Kurang dan 
Kali. Hakimnya cukup menunjukan ijazah SD.

Kalau masih diperlukan peralatan tambahan, sang Hakim diberikan Kalkulator 
tukang sayur, maksudnya tidak perlu Karkulator canggih yang ada tombol Sin, Cos 
dan kawan-kawannya.

Dari sedikit uraian dan contoh di atas, ternyata Matematika dapat memecahkan 
persoalan besar Bangsa ini yaitu persoalan KORUPSI.

Yang menjadi  pertanyaan, mengapa Pembuktian Terbalik yang pernah jadi Wacana 
tidak ditindaklanjuti menjadi Undang-Undang ?. Jangan-jangan (saya negative 
thinking) pihak yang membuat Undang-Undang “Pembuktian Terbalik” ini khawatir 
akan menimpa dirinya.

Dia sendiri terlebih dahulu yang akan diminta membuktikan bahwa Y - C = S + I .


Entahla……

Salam
Reflus L. 53 th.

Sent from my iPad

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke