........................................... Aku teringat kata-kata di kampung, “Kanai Santuang Palalai”(kena santuang palalai). Santuang palalai adalah teluh yang ada di daerah Minang kabau. Teluh yang diberikan oleh seorang lelaki yang ditolak oleh perempuan, karena dia merasa terlalu sakit hati dan terhina. Teluh tersebut menyebabkan si perempuan yang akan memasuki masa pernikahan, akan bersikap dingin dan menolak untuk menikah. Benar-benar sihir yang membuat putus hubungan silaturahmi.
Aku ditolak oleh Santuang Palalai, bukan oleh cintanya. .......................................... Dikopas dari Judul dan lik dibawah : Cintaku Ditolak “Santuang Palalai” http://muda.kompasiana.com/2010/01/24/cintaku-ditolak-santuang-pilalai/ Pada 4 Oktober 2011 21:36, Syafrinal Syarien <[email protected]> menulis: > Mokasih ateh katarangannyo Pak Imam; > Jadi takana syair lago Alm. Zalmon "Kasiak Tujuah Muaro": > "...lah den rantun cinto, > tagah dek sayang, > tasantuang juo, yo nan pilalainyo..." -- Wassalam Nofend/34+ CKRG -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
