Reni, Evy, dan ibu2 semua, Perhitungan itu semua ada di rumah tangga. Mau kerja di luaran kek atau tidak selagi anak masih memerlukan belaian kasih ibu. Tapi sayang kalau anak dikorbankan demi pekerjaaan di luar rumah. Yg mengerjakan ini tidak kurangnya adalah juga mereka yang berkecukupan demi prestige dan status dan berpendidikan tinggi. Makanya di Jepang seperti yang saya lihat, ibu2 yang sedang sarat dengan pekerjaan mengasuh anak menciptakan usaha rumah tangga macam apapun, yang sering secara kolektif dan korporatif, sehingga secara makro nasional merupakan sektor kegiatan ekonomi yang diperhitungkan. Seperti yang saya katakan, ini masalah paradigma, mindset dan sikap hidup. Ekonomi kita yang dikuasai oleh kelompok MNC dan konglomerat Cina maunya memang mempekerjakan wanita Indonesia pribumi yang bersedia meninggalkan anak di rumah dengan gaji murah, jam kerja yang panjang, dan dapat dikendalikan dengan mudah. Makanya mereka suka2 juga mengekspor fabriknya itu sekali ke Indonesia ini. Karena tenaga kerja wanita Indonesia yang bisa dipekerjakan di fabrik2 melimpah. Coba Reni pikirkan alternatif jalan keluar yang agreeable dan cocok untuk perempuan Indonesia yang bagian terbesar adalah juga muslimah. Think big! Salam, MN From: Reni Sisri Yanti <[email protected]> To: "[email protected]" <[email protected]> Sent: Saturday, October 15, 2011 9:56 AM Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN tentang kearifan Bundokanduang
Waálaikumsalam, Bundo Evy n Pak MN, sarannya akan reni pertimbangkan jikalau....sudah sampai ke level kehidupan spt itu.....insyaallah..... Tapi kebanyakan diawak ko....kalau ndak duo mato aie,ndak panuah tampek aia tu do...kecuali mato aie ciek tu gadang aienyo hhehhehehe.........tantu akan menjadi nyonya rumah yg cuma bergoyang2 kaki.....sambil mengasuh si buah hati......Amin....semoga semua wanita bisa seperti itu..... Renny,Bintara From: "[email protected]" <[email protected]> To: milis rang minang <[email protected]> Sent: Saturday, October 15, 2011 7:34 AM Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN tentang kearifan Bundokanduang -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
