"More broadly, the IMF was advocating a set of policies which is generally
referred to alternatively as the Washington consensus, the neo-liberal
doctrines, or market fundamentalism, based on an incorrect understanding of
economic theory and (what I viewed) as an inadequate interpretation of the
historical data."

Joseph E. Stiglitz (1991), Pemenang Hadiah Nobel Ekonomi 1991, dalam
"Autobiography
"(http://www.nobelprize.org/nobel_prizes/economics/laureates/2001/stiglitz-a
utobio.html)

Pemikiran Stiglitz tentang pasar bebas, yang sampai saat ini dengan setia
dianut oleh Pemerintahan SBY-Boediono--sampai-sampai ikan impor, garam impor
dan kentang impor boleh masuk suka-suka ke Indonesia--dapat juga dilihat
pada:
"Kritik Stiglitz atas Pasar Bebas", Tempo Interaktif, Rabu, 09 Desember 2009
| 07:39 WIB
(http://www.tempointeraktif.com/hg/film/2009/12/09/brk,20091209-212638,id.ht
ml)

Wassalam, HDB-SBK

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke