Tambahan ciek lai dari Asean Investor Forum 19 Oktober 2011

China akan menghadapi masalah besar karena kemajuan bangsanya yang baru 
menikmati saat ini 10%, diperkirakan dlm 5 thn meningkat jadi 30%.

20% itu artinyo harus menyediakan makanan kelas menengah untuk 260jt penduduk. 
Darima sumberno? Lhn nan bisa produktif disinan 30% dan alah terpakai saat ini.

Indonesialah tumpuan mereka untuk manyadiokan makanan bagi sekitar 600jt 
penduduk Asean + Cina.

Peluang terbesar negara awakko yo Agribisnis, marilah kita bangkikkan batang 
tarandam pertanian Minang dengan memberdayakan jo mambali bareh dan lain2 dari 
ranah. Sarupo Uda Rainal nan makan bareh kampuang dirumahnyo.

Salam, Darwin Chalidi, 62+, Tangsel
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Darwin Bahar" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 19 Oct 2011 23:29:48 
To: Palanta Rantaunet<[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Armen Zulkarnain<[email protected]>
Subject: [R@ntau-Net] BUDAYA, Kemajuan China Berkat Reformasi Pendidikan

Mudah-mudahan apa yang dikemukakan Pak Fasli Djalal dalam berita di bawah
ini, bahwa keberhasilan China dalam dunia pendidikan karena negara itu
mengembangkan pendidikan berbasis kebudayaan dan bahwa sejak dini siswa
sudah ditanamkan nilai-nilai tradisi, dapat menjadi perhatian Pemprov
Sumatra Barat  Apalagi UU mengenai otonomi daerah memungkin penyerapan
nilai-nilai khusus suatu daerah dalam bidang pendidikan.

IMHO, pelestarian dan penguatan  ABS-SBK sebagai sistem nilai masyarakat
Minang hanya akan berhasil jika pemahaman masyarakat terhadap syariat Islam
sama baiknya dengan pemahaman terhadap akar-akar budaya Minangkabau.

Wallahualam bissawab 

Wassalam, HDB-SBK 

==================

BUDAYA, Kemajuan China Berkat Reformasi Pendidikan

Rabu, 19 Oktober 2011

Jakarta, Kompas - Kemajuan ekonomi China yang berpenduduk 1,3 miliar jiwa
bisa dicapai setelah China melakukan reformasi pendidikan sejak 18 tahun
lalu.

Keberhasilan China melakukan reformasi pendidikan ini menjadi pokok
pembahasan yang mengemuka dalam "Seminar Pendidikan untuk Peningkatan Mutu
Rakyat" di Museum Nasional, Jakarta, Selasa (18/10). Seminar diadakan dalam
rangkaian pameran Seni Ukur Stempel dan Kaligrafi Tiongkok karya Li Lanqing,
bekerja sama dengan Kedutaan Besar China dan Museum Nasional.

Lanqing adalah Bapak Reformasi Pendidikan China yang berhasil merombak
sistem pendidikan negara itu menjadi pendidikan berbasis budaya. Ia
mereformasi pendidikan ketika menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri China,
1993-2003.

Li Yansong, Direktur University of Peking, mengatakan, Lanqing melihat ada
tiga permasalahan utama yang menghambat dunia pendidikan, yaitu gaji guru
yang rendah, perumahan guru yang tidak layak, dan dana pendidikan yang tidak
memadai. Lanqing lalu berjuang meningkatkan dana pendidikan China hingga
mencapai 20 persen dari produk domestik bruto (PDB) negara tersebut.

Setelah berhasil mereformasi pendidikan tingkat dasar, Lanqing kemudian
mereformasi pendidikan tinggi. Melalui reformasi pendidikan, Pemerintah
China membuka lebar-lebar pintu belajar hingga ke perguruan tinggi (PT), dan
sejak 1999 pemerintah memberikan banyak subsidi untuk PT.

Sejak kebijakan itu digulirkan, kini 30 juta orang menjadi mahasiswa di
berbagai PT di China.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal mengatakan, keberhasilan
China dalam dunia pendidikan karena negara itu mengembangkan pendidikan
berbasis kebudayaan. Sejak dini siswa sudah ditanamkan nilai-nilai tradisi.
(IND)

http://cetak.kompas.com/read/2011/10/19/03285973/.kemajuan.china.berkat.refo
rmasi.pendidikan

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke