Singgalang, Selasa, 25 Oktober 2011 IRWAN PRAYITNO
Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator yang telah umum digunakan untuk melihat kondisi ekonomi suatu wilayah. Semakin tinggi angka pertumbuhan (hingga batas tertentu) dipandang sebagai prestasi. Semakin tinggi investasi akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Demikian pendapat yang berkembang selama ini. Dari segi pemerataan, dibutuhkan pertumbuhan ekonomi berkeadilan, yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Pertumbuhan ekonomi tinggi belum tentu terjadi pemerataan kesejahteraan. Investasi tinggi yang menyumbang pertumbuhan ekonomi mungkin bisa saja memunculkan pemilik modal yang semakin kaya dan buruh yang hanya hidup sedikit di atas garis kemiskinan. Buruh tidak bisa mensejahterakan diri dan keluarganya dengan baik. Kue hasil pertumbuhan menjadi tidak terdistribusi merata. Untuk itu, pendekatan yang diambil untuk terwujudnya pertumbuhan berkeadilan adalah memberdayakan masyarakat agar hidup mereka bisa lebih sejahtera. Pemberdayaan ini dilakukan dengan memberikan bantuan modal berupa KUR, KUPS dan lainnya kepada masyarakat. Para perantau bisa juga memberikan bantuan modal bagi saudara mereka di kampungnya. Atau para investor memberikan bantuan modal kepada industri rumah tangga. Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah jumlahnya 99 persen dari pelaku usaha di Indonesia. Mereka membutuhkan bantuan modal yang layak untuk usahanya. Bukan pinjaman dari rentenir yang sering mencekik leher karena dikenakan bunga tinggi. Meskipun pelaku UMKM mampu membayar pinjaman dan bunga kepada rentenir, tapi keun-tungan mereka tergerus. Bantuan KUR bunganya hanya sekitar 1 persen per bulan. Jauh lebih ringan dari rentenir. Hasil usaha pun bisa lebih banyak dirasakan manfaatnya baik untuk ditabung, diinvestasikan kembali atau untuk lainnya. Dari hasil pengamatan penulis, para pelaku UMKM ini mengembalikan pinjaman mereka tepat waktu. Meskipun di mata bank mereka tidak layak, namun dengan bantuan dari KUR dan cara mereka mengembalikan pinjaman, sesungguhnya merekalah yang layak dapat pinjaman dari bank. Berdasarkan informasi yang penulis dapatkan, para pelaku UMKM ini pengembalian pinjamannya lancar dan tidak macet. Informasi dari Bank Nagari, jumlah kredit macet untuk debitur KUR ini hanya 0,8 persen. Para pelaku UMKM yang mendapat bantuan dari pemerintah terbukti lebih berdaya tingkat ekonominya. Banyak dari mereka yang sebenarnya sudah memenuhi syarat pinjaman bank, namun mengalami kebuntuan. Sudah saatnya pihak bank melakukan jemput bola untuk mendatangi para pelaku UMKM ini yang sudah terbukti mampu mengembalikan pinjaman, kredit macetnya rendah, dan memiliki rekam jejak sebagai pelaku UMKM bertahun-tahun. Insya Allah bank akan beruntung mendapatkan nasabah seperti ini. Memberdayakan masyarakat dengan memberikan bantuan langsung kepada mereka adalah jalan menuju tercapainya pertumbuhan ekonomi berkeadilan. Karena mereka mendapatkan bantuan dan merasakan langsung hasil dari usaha mereka. Daya beli masyarakatpun akan meningkat dan sektor riil akan bergerak. Pertumbuhan ekonomi berkeadilan bisa saja angkanya tidak tinggi, namun boleh jadi dari segi pemerataan masyarakat banyak mendapat manfaatnya langsung sehingga mampu menggerakkan perekonomian. (*) http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=9117 -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
