Beberapa Catatan Menonton di Senayan

Oleh : Reflus.




Bapak2. Ibu2,Mamak2 Dan Dunsanak di Palanta NAH.

Sekedar bacaan ringan yang Ada hubungannya dengan Sea Games.

Mudah2an bisa terhibur.


Menjual karcis kepada tukang catut dan ketahuan Office Boy. Maluuuuuuuuuuu

Pertama kali aku memasuki Stadion Utama Senayan tahun 1979 menonton pembukaan 
Sea Games, diajak oleh Saudara yang sudah lama tinggal di Jakarta. Waktu itu 
aku nggak punya karcis namun pingin nonton, maklum baru datang dari kampong. 
Agar bisa masuk, adikku (cewek) merayu penjaga karcis supaya karcis tidak 
disobek dengan alasan untuk koleksi. Setelah dia sampai di dalam, karcis 
kuambil dari balik jeruji besi dan akhirnya Aku  aku masuk. Ada-ada aja he he he

Sampai di dalam Stadion, aku takjub melihat Stadion yang begitu besar dan 
megah, konon kabarnya Stadioon Utama Senayan (kini Gelora Bing Karno) termasuk 
stadion nomor lima terbesar di dunia. Di dalam Stadion aku nggak dapat tempat   
duduk saking penuhnya karena di isi oleh para pelajar se DKI.  Rudy Hartono dan 
Sprinter putri (siapa ya ?) dengan anggunnya menyalahkan obor Sea Games. 
Pengalaman pertama ini membuat aku selalu ingin menonton setiap ada 
pertandingan. Dibawah ini aku menulis pengalaman yang cukup menarik (ini versi 
ku lho!). Untuk anda yang sering menonton di Stadion Utama aku harap “sesama 
bis kota jangan saling mendahului”. Silahkan kasih komen atau penjelasan 
tambahan setelah selesai kutulis. Maksa ni yee…

Iran vs PSSI Garuda : Piala Asia.

Era 80an, aku yakin penggila bola pasti mengenal PSSI Garuda yang hampir 
menjajal piala Dunia 1986 di Meksiko, sayang kalah lawan Korsel dibabak 
penyisihan. Aku kira sampai saat ini belum ada tim PSSIyang bisa menyamai 
Garuda ini. Hal yang menarik dari pertandingan ini adalah sewaktu kedua Kapten 
bertukar cendra mata. Kapten Iran mengangkat dan menunjukan kepada penonton 
foto Ayatollah Khomeini yang cukup besar (garis tengah satu meter) sebelum 
diserahkan. Waktu itu Ayatollah Khomeini sang tokoh Revolusi yang bermukim di 
Paris baru saja menggulingkan Raja Iran Shah Mohammed Reza Pahlevi. Sejak itu 
sampai sekarang Iran berubah menjadi Republik.

Persib vs Petrokimia Putra

Kalau nggak keliru ini pertandingan final Galatama. Jakarta membiru oleh 
supporter Persib. Aku ngajak Saudara yang nggak pernah nonton bola. Kataku, kau 
nggak usah nonton bola, liat suasana aja, bujukku. Sampai di Stadion karcis 
habis karena pentonton membludak. Seorang preman nawarin kami masuk tanpa 
karcis asal dibayar, kami ikut dari belakangnya melewati barisan penjaga kurang 
lebih 10 orang kiri kanan. Sampai di dal am Stadion baru kami bayar. Tadinya, 
Preman ini minta bayaran sebelum masuk. Nggak usah yeee...(khawatir kena tipu). 

Luar biasa ya!

Dalam Stadion yang membiru kami berdiri saking penuhnya dan berteriak 
menjagokan Persib karena disekeliling kami penonton Persib. Bisa-bisa kena 
tonjok kalau jagoin Pertrokimia. Cari aman aja he he he

Pertandingan ini dimenangkan oleh Persib, Kalau Persib kalah, panitia takut 
Stadion di bakar oleh pendukung Persib. Begitu komentar sebagian besar 
penonton. Bisa-bisa aja…

Perang Bintang : Timur vs Barat

Ini pertandingan amal yang diselenggarakan setelah Kompetisi berakhir. Karcis 
diundi untuk menentukan penonton yang berhak menendang penalty sebelum 
pertandingan dimulai. Kalau gol hadiahnya mobil Daihatsu, sedangkan bila kiper 
dapat menahan hanya dapat Rp 1 juta. Yang beruntung jadi penendang adalah 
seorang penjual bubur. Sebelum nendang, dia salto dan berlari keliling lapangan 
tanpa alas kaki. Penendang ini diberikan kursus kilat oleh Dede Sulaiman, 
mantan Striker yang terkenal licik. Penonton bersorak-sorai dan berteriak, 
lepasin ajaaaaa, ntar mobilnya dibagi dua ha ha. Ternyata memang gol dan 
keesokan harinya, foto sipenjual bubur dan mobilnya jadi Head Line di Surat 
Kabar

PSSI VS Singapore. Piala Tiger

Sebelumnya aku nonton PSSI yang kalah lawan Malaysia. Penonton lemas karena 
kecewa dan aku bersumpah nggak mau nonton lagi. Ternyata, saat tandang di 
Malaysia PSSI justru menang telak dan masuk semifinal lawan Singapore. Berkaca 
dari kemenangan di Malaysia, stadion merah menyalah dengan jumlah penonton 
lebih dari 100 ribu, dengan harapan PSSI menang. Apa nyana ! PSSI kalah, dan 
aku pulang dengan langkah gontai. Kecewa dech……..PSSI payah…………

Menjual Karcis, kelakuan yang memalukan.

Karena seringnya menonton, aku jadi hapal beberapa tabiat atau kelakuan 
penonton di Stadion Utama antara lain: ada saja orang yang mendatangi kita 
untuk membeli karcis yang tidak disobek, tentunya dengan harga yang lebih 
murah. Dalam satu kesempatan, kebetulan tempatku bekerja menjadi sponsor utama 
Liga Indonesia. Kantorku membagi-bagikan karcis kepada pegawai yang ingin 
menonton. Dasar nggak mau rugi, teman yang tidak suka nonton ikut-ikutan dapat 
karcis. Karena karcisnya nggak dipakai, aku minta dan terkumpul kurang lebih 
sepuluh lembar. Temanku yang ikut menonton heran melihat perangaiku. Ngapain 
kamu kumpulkan karcis begitu banyak ?, toh yang diperlukan cukup satu, begitu 
komentarnya. Ntar kamu liat aja, begitu jawabku.

Sewaktu kami memasuki Komplek Senayan, tepatnya disamping hotel Hilton, kami 
sudah dicegat oleh beberapa tukang catut menawarkan karcis. Aku bilang, Bang !, 
kami sudah punya karcis dan masih banyak tersisah sambil aku perlihatkan. Si 
tukang catut menawar untuk membeli dengan discount 50% dan terjadilah 
transaksi. Sewaktu kami menerima uang, dibelakang kami ada dua orang Office Boy 
yang memperhatikan. Ketahuan belangnya he he he….Uang kami serahkan kepada 
Office Boy itu. Ini buat beli tahu goreng ha ha ha

Malu, malu....Aku maluuuuuuuuu.

Ini kisah nyata alias True Story lho !

Wassalam

Reflus/L. Hampir 54 tahun.

Anak Urang Tanjuang Barulak.

Barulak barulai pulo.

Den etong lansek nan masak.

Nan busuak tingga di Ambo.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke