----- Forwarded Message ----- From: Chudri Burhanudin <[email protected]> To: PERJALANAN ISLAM DALAM PENYEMPURNAAN ADAT MINANGKABAU <[email protected]> Sent: Sunday, November 27, 2011 10:18 AM Subject: Bls: [PERJALANAN ISLAM DALAM PENYEMPURNAAN ADAT MINANGKABAU] HIJRAH : Facebook Chudri Burhanudin mengomentari kiriman Desembri Chaniago di PERJALANAN ISLAM DALAM PENYEMPURNAAN ADAT MINANGKABAU. Chudri Burhanudin 27 November 10:18 Pak Wahidin M, ini yang sedang saya lakukan saya banyak mundur dari menkoment Group yang dididing saya ada 8 group, sudah saya delete.I'm quit,, rusak beko kalau den taruihkan, kini aden hanyo meng klik lagu salung kiriman Candra Shakhay Riwayat Komentar Mochtar Naim 27 November 10:18 Pak Chudri Burhanuddin, dkk: Desembri Chaniago, Yevita Nurti Yusuf, Anna Yulend, Zainil Tanjung, Wahidin Musratul, Syam Hidayat. Sdri Yevita Nurti Yusuf sudah membantu menjelaskan kepada Bapak bahwa harta pusaka tinggi itu tidak turun kepada anak2 perempuan saja tetapi kepada semua anggota kaum secara komunal, dan turun-temurun. Sdri Yevita mengidentikkan hpt itu sebagai trust fund dalam keluarga/kaum atau sederhananya harta waqaf kaum. Jadi tidak turun kepada siapa2 tetapi kepada semua. Yang diberikan kepada mereka itupun hanyalah hak pakai (ganggam bauntuak), bukan hak milik. Karenanya tidak bisa diperjual-belikan dan digadaikan. Andai kata anggota2 keluarga pudur, maka turun kepada kelompok anggota keluarga terdekat menurut garis ibu. Dengan cara beginilah adat dan budaya Minang memelihara dan menjaga muruah kaum. Logikanya adat seperti ini tidak a priori bertentangan dengan Hukum Faraidh yang dasarnya adalah Al Quran dan Hadith, dengan alasan, harta pusaka tinggi ini bukan milik pribadi dari si mayit, karenanya tidak bisa dibagi secara faraidh. Malah kalau dibagi, salah jadinya. Dalil Al 'Aadatu muhakkamah di sini berlaku dan dihargai. Silahkan Bapak bertanya kepada yang lebih ahli kalau yang saya kemukakan itu tidak tepat menurut Bapak. Yang penting untuk dicatat adalah bahwa dalam adat Minang berlaku dua macam hukum waris untuk dua macam harta yang berbeda. Untuk harta pencaharian dari si mayit berlaku hukum Faraidh, sementara untuk harta pusaka tinggi yang sifatnya turun temurun tidak dibagi dan diperlakukan sebagai harta waqaf kaum. Adapun dalam praktek banyak terjadi penyimpangan, itu bukan lagi urusan hukum adat dan hukum syarak, tetapi penyimpangan2 yang dilakukan oleh para penganut adat dan syarak itu. Dan penyimpangan seperti ini terjadi di mana2 di semua sistem budaya apapun. Kalau tidak, bagaimana bisa terjadi, Islam yang ajarannya begitu ideal, tetapi kok para penganutnya hidup dalam kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan selama 7 abad ke mari ini. Justru itulah gunanya agama itu. Membukakan jalan alternatif kepada mereka. Saya akan sependapat dengan Bapak, seperti disarankan oleh banyak kawan, kalau terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan hukum waris adat dan syarak, sewajarnya ada sanksi hukum yang sepadan. MN271111 Chudri Burhanudin 27 November 10:13 Terima kasih Zulfitra STP, itu namanya komprehensf, barangkali nggak banyak ya Zulfitra Stpangeran 27 November 10:05 tukuak saketek lai pak Chudri Burhanudin, ada dua poin dalam kesimpulan dari seminar Kebudayaan Minangkabau tahun 1970 di batu sangkar yang secara tak langsung mempengaruhi HPT tersebut yaitu ; 1. Dalam rangka mengahadapi proses modernisasi Minangkabau saat ini, disinyalir persyaratan kwalitatif bagi niniak mamak/kepemimpinan kekerabatan masy Minang dalam memenuhi tantangan ini perlu di pertinggi. 2. Dalam kehidupan masy Minang dewasa ini ada gejala peran ayah semakin besar dlm keluarga dan proses individulisasi makin berkembang yg membawa pengaruh kpd sistim kekerabatan asli, sehingga menjadi keluarga batin, dan ada tedensi dari sisitim kekeluargaan asli ini merubah ke sistim ke-ayah-ibuan (double unilateral).....mudah-mudahan barangkek dari duo poin ko dapek dek kito basamo rumusan-rumusan HPT yang dapek saukua....(mudah-mudahan) Syam Hidayat 27 November 10:05 Kehadiran Beliau memberikan arahan adalah surprise bagi kito... Ciek syukur dan tarimokasih se nan pantas wak sampaikan untuak Prof Mochtar ko nyo pak.... Wahidin Musratul 27 November 10:03 Pk Chud, bukak2 bana lah baliak kaji agamo kaji adat ko pak... Jan skedar dikana kana se... Kok salah kana beko, fitnah nan tibo. Babayo untuak anak kamanakn pk Chud yang ikuik mambaco komen2 nan pak sampaikan.... Prof Mochtar nan maagiah pencerahan ka kito basamo ko indak diragukan lai kedalaman ilmu dan pengalamannyo... Pemikiran Beliau sangat inspiratif dan secara lgsung atau tdk lgsung Beliau turut mendorong lahirnyo forum2 sarupo nan kito buek kini... Forum kito ko sangat butuh arahan, kawalan dan dorongan kuek dari Beliau... Kehadiran Beliau memberikan arahan adalah surprise bagi kito... Ciek syukur dan tarimokasih se nan pantas wak sampaikan untuak Prof Mochtar ko nyo pak.... Mohon kelapangan hati dan kejernihan fikiran pk Chud dlm memberi respon pado beliau.. Samo2 baraja samo2 manyimak kito pak Chud.... Trimakasih.... Lihat Semua Komentar Kiriman Asli Desembri Chaniago 26 November 7:44 HIJRAH : "AL MUHAAJIRU MAN HAJARA MAA NAHALLAHU 'ANHU" (Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang tidak disukai oleh Allah SwT) Lihat Kiriman Ini di Facebook · Sunting Pengaturan Email · Balas email ini untuk menambahkan komentar.
-- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
