Sdr Desembri Chaniago, Yevita Nurti Yusuf, Zainil Tanjung, Wahidin Musratul, 
Anna Yulend, Syam Hidayat, Chudri Burhanuddin, dkk,
 
Bagaimanapun, semua dimulai dari wacana. Dan dari wacana itulah diketahui mana 
yang sesuai dengan ajaran mana yang bertentangan. Baik syarak maupun adat. Atau 
kedua-duanya.
Mana-mana yang sesuai dan yang bertentangan dengan ajaran itupun sifatnya 
sangat kontekstual yang dibentuk oleh masa dan keadaan serta sekian banyak 
faktor yang turut mempengaruhi (intervening variables). Karenanya sifatnya juga 
suka kasuistik, di mana upaya generalisasi kurang menyentuh. 
 
Sejauh ini, dan selama ini, konflik dan kontras antara adat dan syarak selalu 
ditujukan pada masalah harta warisan, sistem kekeluargaan (matrilineal versus 
patrilineal), kedudukan gender wanita dan pria, sistem kepemimpinan, dll. 
Sedikit atau nyaris tidak ada yang terkait dengan sistem kepercayaan yang 
sifatnya spiritual-seremonial, karena adat dan budaya Minang tidak 
memiliki ajaran kosmologi animistik. Kalaupun ada biasanya adalah pengaruh dari 
luar. Misalnya ttg upacara membakar kemenyan, menaburi perumahan dengan 
sesajen, menggantungkan setandan pisang di tonggak tengah ketika membangun 
rumah, dsb. 
 
Kalau kita sudah ketahui bahwa pengaruh dari luar itu anatemik dan bertentangan 
dengan aqidah, segera saja potong dan singkirkan. Itu dulu yang dikerjakan oleh 
gerakan Paderi dan Harimau nan Salapan dengan membasmi semua unsur khurafat, 
bid'ah, syirik, dsb itu. Sederhana, kan. Begitu juga mengenai hukum waris dll, 
yang kalau tidak serasi dengan syarak: buang! Contoh yang diberikan oleh Pak 
Chudri, harta pusaka tinggi juga harus dibagi secara hukum faraidh, jelas 
salah, kan.
 
Sdr Desembri. Masalahnya jangan dipersulit. Pakai akal sehat. Islam sangat 
akomodatif untuk hal2 yang tidak bertentangan dengan aqidah islamiyah. Tapi 
kalau bertentangan, singkirkan.
Makanya agama Islam itu tidak memerlukan perantara yang punya hubungan khusus 
dengan para orang saleh ataupun dukun2. Think of it, do it, and solve it. Kalau 
tidak tahu bertanya, dan kalau tidak bisa, minta tolong. Luar biasa ini agama 
yang satu ini. Makanya jangan lepaskan sekejappun dari pergantungan kita 
kepadanya.   
 
Sdr Desembri, tolong sampaikan kepada kawan2 Anda yang suka masuk ke milis ini 
hanya sekadar untuk bercanda, buang2 kata-kata. Sekadar berseloroh. Sayang, 
kan. Rugi kita, kan. Pada hal seperti yang kita lakukan ini adalah peluang emas 
untuk saling berkomunikasi dan saling isi-mengisi pundi2 ilmu kita. 
 
MN271111
 

________________________________
 From: Desembri Chaniago <[email protected]>
To: PERJALANAN ISLAM DALAM PENYEMPURNAAN ADAT MINANGKABAU 
<[email protected]> 
Sent: Saturday, November 26, 2011 11:41 PM
Subject: Bls: [PERJALANAN ISLAM DALAM PENYEMPURNAAN ADAT MINANGKABAU] HIJRAH :
 
 Facebook
Desembri Chaniago mengomentari kirimannya di PERJALANAN ISLAM DALAM 
PENYEMPURNAAN ADAT MINANGKABAU.
 Desembri Chaniago 26 November 23:41  
kepada ayahanda Mochtar Naim : bicara soal teori, sudah terlalu banyak kita 
ketengahkan, dulu dan sekarang. yang kurang adalah agenda aksi, ini yang sering 
saya sebut dengan saatnya merubah wacana menjadi gerakan.  ada tiga hal yang 
saya kemukakan di atas, saat ini saya meminta satu hl saja pada ayahanda, coba 
ayahanda kemukakan apasaja menurut ayahanda adat dan budaya minang itu yang 
tercemari oleh sesuatu yang tidak disukai Allah, atau yang berpotensi akan 
mudah tercemari, dan berangkat dari situ, akan kita coba mencari sebuah formula 
ampuh untuk meretas virus perusak budaya tersebut. 
Riwayat Komentar
 Zainil Tanjung 26 November 23:39 
Klu bisa wak agiah 2x ampu ko, wak agiah 2x mah... 
 Syam Hidayat 26 November 23:37 
3 lo lai tu 
 Zulfitra Stpangeran 26 November 23:36 
ndeh.....diagiah ampu wak dek urang, mokasih 
 Yevita Nurti Yusuf 26 November 23:33 
Antahlah pak Yat...kama lo kodak nan bakupiah td tu nyo, hehe 
 Syam Hidayat 26 November 23:32 
kalau lah basamo jo  sesepuh ko ringan tu mah uni ...... 
Lihat Semua Komentar 
Kiriman Asli
 Desembri Chaniago 26 November 7:44 
HIJRAH : "AL MUHAAJIRU MAN HAJARA MAA NAHALLAHU 'ANHU" (Orang yang berhijrah 
adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang tidak disukai oleh Allah SwT)  
 
Lihat Kiriman Ini di Facebook · Sunting Pengaturan Email · Balas email ini 
untuk menambahkan komentar.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke