Amak Uni Evy nan Rina sayangi pulo sarato dunsanak palanta, Apo yang Amak uraikan ko memangnyo mode itulah nan tajadi Manuruik pandangan Rina salamo manjadi warga Batam ko, sajak Batam lebih didominasi oleh Pemko Batam bukan Otorita Batam, Batam menjadi tempat yang sangat sarit mancari pitis bagi siapapun. Investor sering mengeluh dengan pungutan2 aneh diluar budget. Sebab kepengurusan segala sesuatunya ada berbagai tingkat, mau ekspress, normal atau lambat. Seperti yang digambarkan supir taxi yang Amak tompangi itu.
Begitupun dengan buruh, sama2 diketahui dahulu di awal Batam buka dan sampai awal tahun 2000an Batam menjadi tempat kejaran bagi tenaga2 kerja fresh dari luar daerah. Sekarang Batam malah ketinggalan. Rina masih ingat waktu masih sekolah dulu, kawan2 yang tidak melanjutkan studi kebanyakan berebut mencari kerja ke batam ini. Pulang-pulang mereka jadi orang dari pandangan orang kampung. Sehingga berlomba-lombalah kawannya adiknya atau sepupunya ikut bekerja ke pulau ini. Sebab nampak kesejahteraan yang di dapat. Tapi sekarang usah dikata. Rina memang juga menciptakan banyak sekali allowance, incentive yang bersifat fix dan non fix, memang repot handlenya tapi tak apa, kedua belah pihak merasa sama2 diuntungkan. Dan bagi Rina yang penting adalah berapa yang mrk bisa bawa pulang untuk keluarga di rumah. Mungkin banyak yang bisa kita sharing Uni, tapi cukuplah dulu sampai disini. Salam sayang salalu Rina, 34, Batam -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of [email protected] Sent: Tuesday, November 29, 2011 9:25 PM To: milis rang minang Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] Demo Batam Rina nan Amak sayangi, Amak lai manyimak sadonyo perbincangan Ananda. Amak alun bisa pulo bisa maagiah solusi. Dek karano pernah 3 kali ke Batam, bisa memahami situasi pulau harapan ini. 1. Jika pulau ini dikelola secara BAIK DAN BENAR, maka pulau pasti akan menghasilkan PAD dan Devisa Negara yang cukup besar. 2. Seorang sopir taxi waktu itu bercerita (th 2007), bahwa tidak berapa lama lagi BATAM akan ditinggal investor. Terlalu banyak biaya yang dikeluarkan calon investor, mulai pra hingga berdiri pabrik termasuk mata rantai perizinan yang seabreg abreg itu hingga distribusinya . Ya biaya ya waktu sangat menyebalkan. Kata dia, langganan saya yang bermata sipit dari tetangga, segera akan mengalihkan invesnya ke Vietnam... Waktu itu, Amak hanya membathin..benaran gak sih. 3. Angka 1,3 juta memang kecil, karena 4 tahun yang lalu ketika Amak dipercaya jadi Manajer Personalia di sebuah BUMN, pernah menghitung Angka Kebutuhan Minimal bagi karyawan sudah mencapai 1,3 juta. Amak menghitung semua kebutuhan tubuh, misal sabun, odol, shampo, deodoran pakaian dalam, baju luar, sepatu, makan, minum, hiburan, transportasi. Sadar angka ini pasti ditolak direksi, maka dibuat strategi dan kaedah gaji + tunjangan. 4. Ketika muncul mekanisme out sourching, jujur hati Amak menjerit...tidak dapat menerima sistem rekrutmen demikian. SDM dianggap benda mati.yang punya masa kadaluarsa. Masya Allah.. 5. Kalo dilanjutkan cerita. Pernah Amak diundang untuk hadir disebuah seminar, simposiom di Kemenaker (Depnaker). Yang jadi nara sumber adalah konsultan. Teori sangat bagus. Ketika para hadirin menanyakan follow up, nara sumber bingung dan ketahuan bahwa Kemenaker bekerja by order pada pihak lain. Pulang pulang kami diberi translok. Alhamdulillah. 6. Disebuah pelatihan, yang nara sumbernya dari Badan penyelesaian perselisihan perburuhan berpesan pada kami, bahwa lembaga ini tidak akan pernah memenangkan kasus perburuhan...!? Amak hanya berucap ..Masya Allah. Jadi, apa yang bisa Amak sampaikan pada cerita yang panjang ini, bahwa nasib bangsa ini memang terpuruk ulah dan karena ketidak profesional aparat disemua lini.. Jadi mau bagaimana ya..?? dek Amak ndak mampu mencapai batas dimana letak kedilan yang hakiki bagi pekerja maka akhirnya cuma bisa bergumam. Walau tangan tak mencapai, maka biarlah hati yang manggapai gapai ketika melihat demo buruh. Akhir kata ..apakah hanya sabar jalan keluarnya ? Tentu tidak bukan ? Okay ya Rina, salam untuk rang Sumando Agung Permadi dan anak2..ya PS : pangglan Amak, adalah panggilan sayang Rina kepada Evy Nizhamul. Wassalam E. N keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
