PADANG, HALUAN — Selama dua hari, Rabu - Kamis (7-8/12) Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, menggelar workshop adat danbudaya
Minangkabau di Hotel Bunda padang .

Kegiatan yang diikuti 75 peserta dari Dinas Pariwisata kabupaten dan
kota se-Sumbar, generasi muda dan pemuka adat tersebut, mengangkat
tema mendorong sekaligus meningkatkan peranan tokoh adat dan budaya,
dalam membentuk jatidiri generasi muda Minangkabau di Sumatera Barat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, Burhasman menyebutkan,
pentingnya kegiatan ini untuk mengangkat kembali nilai-nilai adat dan
budaya Minangkabau, yang mulai luntur di kalangan generasi muda, serta
membangun pariwisata yang berlandaskan budaya. Dan sesuai tujuannya,
kegiatan ini berhasil melahirkan sejumlah rekomendasi untuk
pemerintah.

Rekomendasi tersebut antara lain, ABS-SBK jangan hanya sekedar slogan
dan retorika, tapi dijadikan pakaian sehari-hari dan ditularkan pada
keluarga dan lingkungan, sehingga bisa jadi pionir di kaumnya.
Kemudian, implementasi sapta pesona dalam peningkatan pembangunan
pariwisata harus jadi komitmen bersama, karena sapta pesona merupakan
cerminan ABS-SBK.
Berikutnya, pembentukan karakter akan melahirkan tindakan terpuji,
jangan lagi terpengaruh tatanan sistem dan kebijakan yang dipolitisir.
Mendesak pemerintah agar lahirnya perda ABS-SBK di Sumbar, agar lahir
kekuatan hukum dan aturan pelaksanaannya.

Pelajaran atau kurikulum BAM harus disusun dan dipraktekkan dalam
bahasa ibu Minangkabau, untuk semua jenjang pendidikan. Sejumlah
rekomendasi lain juga diberikan, terkait dengan media dan sarana
prasarana di bidang pariwisata.
“Rekomendasi ini akan kita teruskan ke Pemprov Sumbar dan pemerintah
kabupaten/kota,” kata Andriani S.Sos.MM, Kasi Nilai-nilai Tradisi
Budpar Sumbar di sela-sela acara, Kamis (8/12). Adapun beberapa
pembicara yang tampil pada kesempatan itu adalah Drs. HM Sayuti Dt.
Pangulu MPd, dengan topik Pengembangan pariwisata berbasis ABS SBK dan
Sapta Pesona, Buya Mas’oed Abidin dengan topik landasan budaya dalam
membangun pariwisata Sumatera Barat, serta Taufik Thayib Sn Mangkuto
dengan topik refungsionalisasi reformasi dan reaktualisasi pemangku
adat Minangkabau (“mambangkik batang tarandam”). (h/atv)
--

Epaper Harian Haluan, Jum'at 9 Desember 2011


Wassalam
Nofend/35+ CKRG

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke