Alkisah ada seekor musang yang  demi ingin menangkap domba, ia masuk ke dalam
kawanan gembala domba dengan menggunakan bulu domba. Saat sang pengembala domba
lengah, di tempat sepi, sang musang pun menarik seekor domba dan
membunuhnya.  Shaun the sheep, domba
cerdik di kawanan tersebut akhirnya mengetahui juga ada domba yg aneh
perilakunya dan memberi tahu pengembala. Sehingga sang pengembala pun
akhirnya  mengetahui mengapa dombanya
berkurang jumlahnya, karena ternyata ada musang yg berbulu domba diantara
gembalaan nya. 


Cerita lama tersebut sering digunakan untuk menggambarkan
analogi sifat binatang tersebut pada karakter manusia. Dimana secara bertolak
belakang pada satu sisi ada orang yg berperilaku positif, taat aturan dan
memberi manfaat, dan pada sisi sebaliknya ada orang yg berperilaku negatif,
suka melanggar aturan dan menimbulkan kekacauan. Dan diantara keduanya adalah
orang yg memiliki karakter gabungan keduanya.

Musang berbulu domba, adalah gambaran orang yg sebenarnya
berkarakter negatif, suka melanggar aturan dan ingin mencari keuntungan
pribadi, namun selalu menampilkan dirinya dalam tampilan baik, taat aturan (
berbulu domba ). Pada saat ada kesempatan terbuka, mereka akan berbuat
kejahatan/hal negatif. Dalam realitanya hal tsb banyak kita temui dalam
kehidupan sehari2, sehingga istilah musang berbulu domba ini cukup popular, 
antara
lain dalam dunia politik dan bisnis.
baca selengkapnya di link berikut ;

http://hdmessa.wordpress.com/2011/12/08/musang-berbulu-domba/
 
--------

MUSANG BERBULU DOMBA

Alkisah ada seekor musang yang  demi ingin menangkap domba, ia masuk ke dalam
kawanan gembala domba dengan menggunakan bulu domba. Saat sang pengembala domba
lengah, di tempat sepi, sang musang pun menarik seekor domba dan
membunuhnya.  Shaun the sheep, domba
cerdik di kawanan tersebut akhirnya mengetahui juga ada domba yg aneh
perilakunya dan memberi tahu pengembala. Sehingga sang pengembala pun
akhirnya  mengetahui mengapa dombanya
berkurang jumlahnya, karena ternyata ada musang yg berbulu domba diantara
gembalaan nya. 

Kisah tersebut adalah kisah lama yang sering dijadikan
pelajaran mengenai analogi karakter manusia yang seringkali menyembunyikan
karakter asli yg  jelek  dalam penampilan luar yg baik. Suatu saat ada
kesempatan terbuka, ia langsung menggunakan kesempatan tersebut untuk mencapai
tujuan jeleknya.
Musang adalah simbol dari  makhluk yg berkarakter suka melanggar aturan dan 
ingin selalu mengambil
kesempatan untuk keuntungan nya sendiri.  Domba adalah simbol dari makhluk yang 
 mentaati aturan dan menurut . Dan banyak juga
orang2 yg memiliki karakter gabungan diantara kedua karakter tersebut. Mereka
itulah yg di istilahkan sebagai musang berbulu domba dan ada juga yg
dikelompokkan sebagai  domba berbulu
musang.

Cerita lama tersebut sering digunakan untuk menggambarkan
analogi sifat binatang tersebut pada karakter manusia. Dimana secara bertolak
belakang pada satu sisi ada orang yg berperilaku positif, taat aturan dan
memberi manfaat, dan pada sisi sebaliknya ada orang yg berperilaku negatif,
suka melanggar aturan dan menimbulkan kekacauan. Dan diantara keduanya adalah
orang yg memiliki karakter gabungan keduanya.

Musang berbulu domba, adalah gambaran orang yg sebenarnya
berkarakter negatif, suka melanggar aturan dan ingin mencari keuntungan
pribadi, namun selalu menampilkan dirinya dalam tampilan baik, taat aturan (
berbulu domba ). Pada saat ada kesempatan terbuka, mereka akan berbuat
kejahatan/hal negatif. Dalam realitanya hal tsb banyak kita temui dalam
kehidupan sehari2, sehingga istilah musang berbulu domba ini cukup popular,
antara lain dalam dunia politik.

Domba berbulu musang, ialah gambaran kelakuan orang2 yg
sebenarnya berkarakter positif, orang yg baik2, namun karena lingkungan atau
kondisi psikologi masa, ia bisa terpengaruh jadi berbuat kerusakan. Contoh
sederhana bisa kita temui pada orang2 yg berada di sebuah kelompok atau
kerumunan massa, dimana karena kondisi tertentu , mereka terpengaruh oleh massa
lainya, istilahnya psikologi massa, ia pun bisa terpengaruh dan berbuat
kerusakan, sebagaimana dilakukan orang lain dalam kerumunan tersebut. histeria
massal atau amuk massa, semisal kerusuhan massa atau amukan para pendukung
sepakbola adalah gambaran dari karakter tersebut.

Secara umum bisa dibuat hitungan statistik sederhana
mengenai pembagian karakter tersebut pada sebuah populasi masyarakat. Berdasar
kaidah pareto dimana 20% populasi lah yg menentukan, memberi arahan pada
kelompok masyarakat tersebut. sisa 80% populasi akan terpengaruh dan mengikuti
apa yg disampaikan oleh orang2 yg dikelompokkan dalam populasi 20%
tersebut.  Hal tersebut bisa kita fahami
untuk memahami karakter perilaku orang2 pada sebuah masyarakat atau pada suatu
perusahaan. 
Misal pada sebuah perusahaan, bisa disederhanakan berapa
banyak jumlah karyawan yg memiliki karakter taat aturan dan berapa banyak pula
yg suka melanggar aturan. Hasil hitungan sederhana menunjukkan bahwa kebanyakan
manusia berada pada karakter tengah2 diantara kedua karakter berlawanan tsb.

Dahlan Iskan mantan dirut PLN pernah menyatakan bahwa secara
umum pada sebuah perusahaan,  ada 10%
orang yg berkarakter baik, ada 10% pula orang yg tidak baik, sisa 80% nya hanya
jadi pengikut, tergantung apa mereka terpengaruh oleh orang yg baik atau oleh
orang yg jahat. Dahlan Iskan menyampaikan hal tsb untuk menggambarkan tantangan
yg ia hadapi saat mengadakan perubahan di PLN, dimana pada awalnya ia mendapat
tantangan yg besar dari dalam perusahaan sendiri, yang ia katakan hanya 10%
dari total karyawan. Ia berhasil menguatkan 10% karyawan yg baik dan meyakinkan
80% sisa karyawan lain nya, mengenai betapa bermanfaatnya perbaikan perusahaan
tersebut untuk karyawan nya sendiri. Karena berbagai keberhasilan dan manfaat
dari program2 yg disampaikannya, akhirnya ia didukung oleh 90% karyawan  ( 
80+10 ). Gebrakan nya di PLN dianggap cukup
berhasil, sehingga ia dipromosikan pada jabatan yg lebih tinggi.

Pada dasarnya setiap manusia berkarakter baik, ingin berbuat
kebaikan. Sebagaimana kaidah tabula rasa, bahwa seorang bayi hakikatnya adalah
bersih tanpa dosa, bersih dari karakter jelek. Karena lingkungan dan pergaulan
hidup nya ia mendapatkan karakter negatif.  

Disinilah tampak betapa pentingnya peran seorang pemimpin,
mulai dari seorang ayah, pemimpin dalam keluarga yg mempengaruhi karakter anak2
dalam sebuah keluarga. Pemimpin dalam skala yg lebih besar, di perusahaan, di
masyarakat atau pemimpin negara dalam skala besar, punya tanggungjawab besar
dalam mengarahkan  masyarakat nya.
Tiap individu pun sebenarnya punya tanggungjawab moral juga
mengenai bagaimana kebaikan tersebar, karena tiap orang bisa memberikan
pengaruh pada orang lain, baik dalam bentuk pengaruh baik atau pengaruh jelek. 
Disanalah
tanggung jawab moral kita sebagai seorang manusia dalam masyarakat dimana kita
berada, berusaha selalu memberikan pengaruh kebaikan.  Dalam skala keluarga tak 
ada satupun orang
tua di dunia ini, yang ingin anak nya berkarakter jahat .

Sesuai hukum alam, selalu ada kesetimbangan dalam hidup ini,
ada siang, ada malam, ada org yg berkarakter baik, namun pada sisi lain ada
pula yg berkarakter negatif.  Hidup ini
penuh dengan pilihan dan tergantung pada kita sendiri untuk memilih diantara
jalur kebaikan atau jalur kejahatan tersebut.

 “Sebaik-baik manusia
diantaramu adalah yg paling banyak manfaat bagi orang lain” {Hadits nabi  
riwayat Bukhari}.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke