Bpk/Sdr St Sinaro, Asmardi, Asmun, dkk Walau ndak direk, sabagian nan dipatanyokan dek Pak Asmun lah ambo jawab dalam makalah ambo nan ambo kirimkan kapatang: "Waktunya Kita Mempraktekkan Pasal 33 dan 34 UUD1945." Cobalah baca dan komentari. MN101211
________________________________ From: Sutan Sinaro <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, December 9, 2011 11:25 PM Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] OOT: Enam Koridor Ekonomi untuk Konektivitas ASEAN Wa'alaikum salam. w.w. Pak Asmardi, pertanyaan ko iyo barek-barek. Dan sayangnyo ditujukan ka urang nan indak tapek, dek karano indak berkecimpung di dunia politik, atau di sekitar senayan Jakarta, hanya sebagai pengamat dari jauah sajo. Pertanyaan ko harusnyo di alamatkan ka urang-urang nan berkecimpung di dunia politik atau mantannyo sarupo pak Mochtar Naim, atau politis mudo kito IJP, atau sia sajo urang-urang nan ba plat merah nan abeh urusan iko. Kalau ambo manjawek kecek urang beko ambo "mengigau". Mintak maaf ambo. Wassalam St. Sinaro --- On Fri, 9/12/11, Asmardi Arbi <[email protected]> wrote: >From: Asmardi Arbi <[email protected]> >Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] OOT: Enam Koridor Ekonomi untuk Konektivitas >ASEAN >To: [email protected] >Received: Friday, 9 December, 2011, 7:05 AM > > >Assalamu'alaikum wr.wb. > >Sanak Sutan Sinaro, ado 2 pertanyaan nan muncul dari 2 pertanyaan sanak >sasudah mambaco tulisan sanak Asmun: > >1. Apo pamarentah RI kini iyo alah takabek jo skenario Protokol Yahudi >sahinggo menggiring RI kearah ekonomi Imperialis Kapitalis Liberal? >2. Apo dengan demikian pamarentah alah bisa disabuik melanggar Pembukaan dan >Batang tubuh UUD-45. Khusus psl 33? > >Maaf kalau duo pertanyaan ko lansuang to the point. or indak tapek, tolong >delete sajo. > >Wassalam, >Asmardi Arbi 70, Tangsel. > >From: Sutan Sinaro >Sent: Thursday, December 08, 2011 12:01 PM >To: [email protected] >Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] OOT: Enam Koridor Ekonomi untuk Konektivitas >ASEAN >Wa'alikum salam. w.w. > >Pak Asmun, what a bright and glaring idea. >Tapi sebelum ke sana, how many people thinking like you ?. >Berapa gelintir manusia Indonesia yang berpikir ke arah sana ?. > >Wassalam > >St. Sinaro--- On Wed, 7/12/11, asmun sjueib <[email protected]> wrote: > >>From: asmun sjueib <[email protected]> >>Subject: Bls: [R@ntau-Net] OOT: Enam Koridor Ekonomi untuk Konektivitas ASEAN >>To: "[email protected]" <[email protected]> >>Cc: "[email protected]" <[email protected]>, "M.C. >>Baridjambek" <[email protected]>, "zulhasril nasir" <[email protected]>, >>"[email protected]" <[email protected]>, "[email protected]" >><[email protected]>, "[email protected]" >><[email protected]> >>Received: Wednesday, 7 December, 2011, 5:33 AM >> >> >>aaa) Aww. Menarik apa yang telah direncanakan dan dipersiapkan oleh Team >>Ekonomi Presiden R.I. dengan koridor2 ekonomi. Hanya saja kita tahu bagaimana >>dan siapa yang berkepentingan untuk program tersebut kalau bukan Imperialisme >>Kapitalisme Liberal yang akan menggasak habis Nusantara dengan kekayaan >>resourcesnya. >>bbb) Lihat saja pergeseran kekuatan dalam tubuh pemerintahan yang lebioh >>berpihak pada kepentingan ekonomi liberal para kaum kapitalis baik Barat >>maupun Kuning, sementara SB tidak begitu punya banyak resources yang >>diperlukan oleh pihak2 Neo VOC di Indonesia. >>ccc) Pasal 33 UUD R.I. yang notabene adalah pemikiran cerdas Bung Hatta >>dengan menggerakkan koperasi/ekonomi rakyat jelas2 tersingkirkan dan >>disingkirkan oleh kepentingan2 global. Kalau kita ingin melihat secara lebih >>jernih bahwasanya kawasan koridor ekonomi pantai Barat Sumatera adalah sangat >>menggiurkan bagi usaha ekonomi rakyat. Kenapa tidak, prasyarat2 untuk >>pelabuhan laut, udara dan lainnya jelas sangat menguntungkan. >>ddd) Bagaimana dengan kecerdasan Pemda Prov./Kab/Kota dan "Nagari di SB untuk >>membuka sendiri koridor tersebut artinya membuka pembangunan regional SB dan >>kawan2 seperti Bengkulu, Sumut, Aceh dan lainnya di kawasan pantai Barat >>adalah hal yang jelas dan sangat menguntungkan kearah Eropah Barat dan Eropah >>Timur. Disini jelas nampak bahwa kepentingan ekonomi nasional untuk >>kepentingan tertentu bukan? Solusi? Please ask me if you would like to do so. >>Mari kito bicarokan dalam musyawarah ekonomi rakyat regional SB, kami bisa >>datangkan pakar ekonomi Edi Swasono, M.C. Baridjambek, dan lain2 ataupun >>kerjasama ekonomi internasional dengan negara2 yang berkepetingan untuk >>ekonomi nasional mereka? Baa gak ati? >>Semoga bermanfaat untuk menggugah Nasionalisme Lokal SB sementara kita bicara >>back to Nagari, Mambangkiekkan batang nan tarandam, dst. >>Wassalam, H.Aspermato, MA. >>Catatan : Kito juopunyo koridor ekonomi regional untuk wilayah Barat >>Sumatera, mampukah cerdik pandai, kaum ulama, bundo kanduang, mulai berpikir >>"nuchter", kata Bung Karno. >> >> >> >>-- .* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet >>http://groups.google.com/group/RantauNet/~* Isi email, menjadi tanggung jawab >>pengirim email.=========================================================== >>konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> >-- . > > -- .* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat > lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~* Isi email, menjadi tanggung jawab > pengirim > email.===========================================================UNTUK > DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:- DILARANG:1. E-mail besar dari > 200KB;2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner.- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat > di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1- Tulis Nama, Umur & > Lokasi disetiap posting- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm > melakukan reply- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email > lama & mengganti > subjeknya.===========================================================Berhenti, > bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
