Padang Ekspres • Senin, 12/12/2011 11:38 WIB • (esg/rdo/geb) • 17 klik

Selasa (8/12) lalu, pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan nasional
kepada Syafruddin Prawiranegara dan Haji Abdul Malik Karim Abdullah
atau Buya Hamka. Penyerahan tanda kehormatan tertinggi yang dilakukan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta tersebut,
memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumbar.Untuk
mensyukuri itu, Kamis (15/12) pagi nanti, Pemprov Sumbar bersama Riau
Pos Group Divre Padang (Padang Ekspres Group) menggelar syukuran,
orasi ilmiah dan diskusi umum di Auditorium Gubernuran, Padang.
Dalam orasi ilmiah, hadir pembicara Prof Dr H Mestika Z dari
Universitas Negeri Padang (UNP), Prof Dr H Saifullah SA MA dari IAIN
Imam Bonjol, Prof Dr H Andi Mustari Pide SH MH dari Universitas
Ekasaksi, dan Dr H Syafrudin Karimi dari Universitas Andalas.
Sedangkan diskusi umum dihadiri pembicara Gubernur Sumbar Irwan
Prayitno, Ketua DPD RI Irman Gusman, tokoh pers St Zaili Asril, Dirut
Bank Nagari Suryadi Asmi dan Dirut PT Semen Padang Munadi Arifin.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebutkan bahwa masyarakat Sumbar
sudah sepantasnya mensyukuri pemberian gelar pahlawan terhadap
Syafruddin dan Buya Hamka ini. Apa sebab? Ini bukan sekadar jadi
kebanggaan bagi Sumbar bahwa pahlawan nasional terlahir di Sumbar
bertambah. Selain itu, juga membersihkan duka lama Sumbar
pascameletusnya Pemerintahan Revolusioner Rapublik Indonesia (PRRI).
Pemerintah tak lagi memandangnya sebagai pemberontakan, namun bagian
otokritik bagi pemerintah pusat.
”Ini bagian pelurusan sejarah bangsa, terutama menguatkan posisi dan
semangat PRRI. Bukan lagi sebuah pemberontakan, namun wujud keinginan
daerah mendorong dekonsentrasi dan desentralisasi. Kalau masih ada
kalangan menganggap sebuah pemberontakan, itu jelas kesalahan dalam
penafsiran. PRRI tidak sama dengan pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka
(GAM) di Aceh dan lainnya. Semangatnya murni pemerataan pembangunan,
tak lebih,” sebut Gubernur.
Putra Kuranji ini juga tak sepakat bahwa pemerintah dinilai terlambat
atau lambat memberikan gelar pahlawan ini. Semua itu tak lepas
banyaknya pertimbangan pemerintah mengingat adanya beberapa persoalan
sensitif menyangkut tokoh tersebut, khususnya Syafruddin. Intinya,
masyarakat perlu menyikapi ini secara positif. Terpenting sekarang,
harus dipikirkan bagaimana membumikan atau memaknai pemberian pahlawan
ini.
”Generasi mudah harus mampu mengambil contoh dari keteladanan kedua
pahlawan tersebut di masanya. Nilai-nilai kepahlawanan dimilikinya
harusnya diimplementasikan sesuai kondisi sekarang. Jadi, tak masanya
lagi generasi muda mengeluhkan tak ada lagi yang bisa dicontoh.
Pasalnya, contoh itu sudah ada dalam diri para pahlawan. Mereka rela
berkorban, bekerja keras dan memiliki semangat kuat demi sebuah
kemerdekaan,” sebut kader PKS ini.
Pemprov Sumbar, kata Irwan, sedang mencari formula jitu guna
membumikan nama dan nilai luhur para pahlawan ini. Salah satunya
membuat buku-buku khusus serial kepahlawanan asal Sumbar tanpa
menafikan pahlawan lainnya. Selanjutnya, buku-buku itu jadi rujukan
utama bagi generasi muda ataupun tenaga guru di sekolah. ”Selain itu,
kita sedang mengkajinya termasuk menggunakan nama tokoh-tokoh ini
dalam gedung atau pembangunan prestisius seperti Masjid Raya ataupun
lainnya,” tuturnya.
Wakil Ketua DPRD Sumbar Trinda Farhan Satria kepada Padang Ekspres,
kemarin (11/12), menyebutkan, penganugerahan pahlawan nasional kepada
Buya Hamka dan Syafruddin Prawiranegara diharapkan memberi energi
tambahan bagi generasi muda Minang untuk selalu berupaya menjaga
semangat ketokohan dan kepahlawanan dari Ranah Minang dalam bidang apa
pun dan di segala zaman.
”Ini modal sosiologis dan historis yang harus kita jaga dan
dikonversikan menjadi semangat bagi para anak muda Minang untuk terus
mempertahankan budaya ketokohan dan kepahlawanan yang sudah menjadi
identitas Minang sejak dulu,” ujar Trinda.
Trinda menyambut positif rencana syukuran disertai dialog dan workshop
soal penganugerahan kepahlawanan kepada dua tokoh yang berjasa bagi
Indonesia itu. Menurutnya, saat inilah momentum untuk
menyosialisasikan ke publik kiprah dan peran dua tokoh itu dalam
membangun Indonesia.
Dialog, workshop dan diskusi soal ketokohan mereka tidak cukup hanya
sekali, tetapi terus digelar untuk mengeksplor tentang sejarah hidup,
kiprah dan kontribusi mereka terhadap bangsa dan negara. Hamka
terkenal dengan karya-karyanya di bidang keagamaan dan sastra. Dia
adalah seorang intelektual yang sangat disegani tidak hanya di
Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara.
”Nilai-nilai ketokohan mereka itulah yang perlu kita wariskan kepada
generasi muda sekarang,” ujar Trinda yang masih punya hubungan dengan
Buya Hamka dari garis keturunan bapaknya. Ayah kakeknya Abdul Wahab
Amrullah beradik kakak dengan ayah Buya Hamka, Abdul Karim Amrullah.
Dia juga setuju pemberian nama-nama tempat penting dan bersejarah
dengan nama para pahlawan tersebut. ”Untuk Masjid Raya Sumatera Barat
misalnya, kita beri nama Masjid Raya Buya Hamka. Ini tepat dengan back
groundnya sebagai ulama. Coba nanti kita diskusikan dengan gubernur,”
ujarnya.
Selain melekatkan nama mereka pada tempat-tempat penting seperti
gedung dan jalan, yang paling utama tentu membumikan pemikiran mereka
kepada masyarakat luas. Masyarakat jangan memberi mereka cap negatif
karena pernah mengkritik penguasa dan kemudian dipenjara, termasuk
juga Muhammad Natsir yang terlambat diberi gelar pahlawan.
”Yang nama pahlawan itu jalan hidupnya pasti terjal. Terkadang yang
dipenjara dan diberi stigma negatif. Itu menunjukkan mereka orang
istikamah dengan prinsipnya. Coba kita lihat sekarang, semangat
otonomi daerah dan desentralisasi yang kita laksanakan sekarang, itu
kan buah dari PRRI. Hanya saja, situasi politik saat itu tidak
memungkinkan untuk menerima gagasan mereka itu,” ujarnya.
(esg/rdo/geb)

[ Red/Redaksi_ILS ]http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=18829
-- 



Wassalam
Nofend/35 CKRG

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke