Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu

Iko ambo dapek dari tulisan ........ (baco sajolah)

Ampun Dije

 19:33  Khairul Jasmi 
“Are you ready? Tangan di atas... Ampun dije, matikan lampunya sebentar dong! 
Ayo kita kemon...”
Diskotik itu pindah ke ruang publik, di pinggir jalan, dekat rumah amaknya.
“Ayo kemon, goyang terus...”
Beginilah suasana pada sebuah pertunjukan orgen tunggal malam hari, di Sumbar. 
Waktu muda saya sering masuk diskotik, bar atau klub malam. Makanya saya
 tahu, apa yang dilihat dalam pertunjukan orgen tunggal di tepi jalan di
 dekat rumah penduduk itu, mirip bahkan melebihi suasana di diskotik.
Miris saya melihat suka cita remaja putra berjoget-joget bersama gadis 
berpakaian minim. Pasak moral sudah rapuh. Di kampungnya sendiri 
diadakan hiburan malam dengan orgen tunggal. Kalau adu pintar bernyanyi,
 baguslah. 
Ini tidak, orgen berdentum, nyanyi tak ada. Yang ada hanya musik house 
mix. Musik bikin gila, berjoget bagai kesetanan. Hipnotisnya, apalagi 
kalau bukan gadis berpakaian minim. 
Tak soal sebenarnya, tapi bukan dekat rumah amak awak, tapi di diskotik.
 Membayar masuk. Kalau dengan orgen tunggal, dipandang oleh adik dan 
kemenakan, ampun dije, usahlah diperbuat juga.
Fenomena joget syahwat dengan iringan orgen tunggal, di daerah kita 
“belum apa-apa” Di daerah lain, mati tegak kita dibuatnya. Sangat 
berani, sangat jitu, langsung ke sasaran. 
Fenomena ini merupakan salah satu bentuk pelarian anak muda atas 
berbagai larangan yang diciptakan secara semu oleh pemerintah dan ulama,
 tapi lupa mengisi jiwa anak muda itu dengan bersungguh-sungguh.
Pelajaran di sekolah hambar, etika tidak diperhatikan, moral sekadar 
disebut-sebut. Rasa hormat hanya tertulis dalam buku. Orang-orang seusia
 saya yang berasal dari kampung, mandi di pancuran saja akan ditunda, 
jika di sana urang sumando sadang mandi. Malu.
Sekarang beradu pusar dengan pusar karena berjoget di depan umum, malah 
riang gembira. Tak mengapa kalau kedua pusar orang sejenis. Yang ini 
berbeda kelamin. Makin malam, kian yahud.
Ampun dije.... matikan lampu sebentar dong!
Joget kian gila, kian merangkul, berkeringat. Musik mencabik malam, orang di 
rumahnya tak bisa tidur. Memekak.
Pemain orgen sudah kelelahan, mereka ingin tidur. Sungguh, tapi audiens masih 
meminta.
Musik terus dipilin, lampu kelap-kelip menambah syahdu suasana. Kian intim, 
kian lengket, semakin kencang. 
Dan, di Limapuluh Kota berkelahilah orang saat orang baralek ketika 
orgen dimainkan. Belum malam benar, tiba-tiba darah sudah tertumpa.
Goyang dangdut, minuman keras, harga diri, emosi mendidih. Bentrok.
Baralek di mana-mana saat ini, harus pakai orgen tunggal. Bagus, masak 
hening-hening saja. Yang tak bagus, pemuda yang memanfaatkan situasi. 
Tuan rumah dipaksa menyediakan minuman keras. Kadang tuan rumah pula yang 
merasa tak lengkap kalau tak pakai minuman keras.
“Indak baa doh, bitu pulo adatnyo,”. Minum sambil main domino. Galak- 
galak. Menjelang subuh pulang. Yang lain tak main domino, tapi selalu 
berada di depan pentas. Menunjukkan kebolehannya. Apa lagi kalau bukan 
berjoget.
Ampun dije. Sudah saatnya, orgen tunggal saat baralek malam hari 
dihentikan, karena korban sudah jatuh. Ibu hamil tua di Limapuluh Kota, 
terbang darahnya, pingsan, dilarikan ke rumah sakit lalu tewas. Ini 
terjadi karena orang berkelahi pakai cangkul pada acara baralek 
keluarganya. (*) 

Wassalamu'alaikum,

Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
Lahir : Zulqaidah 1370H, 
Jatibening - Bekasi


________________________________
 From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Tuesday, December 20, 2011 1:59 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Organ Tunggal, Bukti Hilangnya Adatl-"Agamo?-jb".
 
   Nyiak,tolong bedokan antaro
"Organ Tunggal" jo "Orgen Tunggal".

   Organ Tunggal,adolah alat nn tungga babeleang ndak baradiak n bakakak.Sangat 
dakek jo kaum male.Tanpa alat ini barabe si Ulun dibueknyo. 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke