Pak Darwin,

Ambo sapandapek bana jo posting pak Darwin di bawah. Tiok aktivitas publik 
pasti ado sisi positif dan sisi negatifnyo. Manuruik ambo nan awam ko, 
pariwisata labiah banyak sisi positifnyo. Tantu pamarentah lah mangaji masalah 
iko sacaro mandalam, sabalun mancanangkan program kepariwisataan di seluruh 
Indonesia. Jadi pisau jam dipatahan, cuma dek jari pernah luko dek inyo, kana 
juo, indak ado makanan nan bisa tahidang di meja makan kalau indak ado pisau di 
dapua.


     
      mak Sati (L. 74+10+00)

      asa Galuang, Sungai Pua, Agam

      Jl. Sitawa 25, Tabiang

      0812 6600 639 Halo

      0821 70 223 253 Simpati

      0852 63000 868 As

      0819 4757 6979, XL

      0838 2185 3939
     

  ----- Original Message ----- 
  From: Darwin Bahar 
  To: Palanta Rantaunet 
  Sent: Sunday, January 01, 2012 9:30 PM
  Subject: Re: [R@ntau-Net] Tahun baru di Kiktenggi


  Kanda Jo Buyuang sarato Sanak Sa Palanta Nan Ambo hormati

  Selalu ada harga yang harus dibayar kalau Sumatra Barat ingin dijadikan 
daerah tujuan wisata. 

  Tetapi seperti ulasan Kanda sebelum ini setantang kebijakan Gubernur  Sumbar 
yang tidak menutup Jam Gadang di pergantian tahun, kita harus arif 
memilah-milahkan perihal  kebijakan Gubernur  yang hendak "menjual" Jam Gadang 
sebagai salah ikon pariwisata Sumatra Barat dengan apa yang sering disebut 
sebagai "panyakik masyarakaik" yang sering disingkat "pekat".

  Pertanyaannya tentu, apakah dengan menutup Jam Gadang di pergantian tahun 
"pekat" itu akan berkurang. Jawabannya tentu, seperti sesederhana 
pertanyaannya, yaitu "tidak", karena tidak ada penyebab tunggal masalah-masalah 
 sosial  dan tidak ada jawaban tunggal pula untuk mengatasinya. Tidak juga 
dengan membentuk laskar-laskar partikulir yang alih-alih memecahkan, malahan 
sering menjadi penyebab masalah baru. 

  Bahwa pariwisata bisa menstimulir "pekat", kita semua tahu jawabannya. Karena 
itu pariwisata Sumatra Barat perlu dikembangkan sesuai dengan budaya dan sistem 
nilai masyarakat adat yang dirumuskan dengan ABS-SBK, parawisata yang 
memakmurkan rakyat badarai, bukan hanya para pemodal atau orang-orang bekerja 
di sektor pariwisata saja.

  Parwisata yang tidak merusak/merampas hutan, lahan pertanian rakyat serta 
pesisir pantai tempat para nelayan kecil menggantungkan kehidupan mereka.

  Dalam perspektif ini, pariwisata model Bali tentu bukan model yang perlu 
ditiru-tiru atau dikopi begitu saja.

  Karena itu saya tidak bosan-bosannya mengingatkan, bahwa jika Indeks 
Pembangunan Manusia (IPM) terakhir (2009) digunakan sebagai mistar, pariwisata 
Bali yang sangat gemerlapan itu belum berhasil memakmurkan rakyat badarai 
mereka. IPM Provinsi Bali tidak saja lebih rendah daripada IPM Sumatra Barat, 
tetapi juga masih berada di bawah rata-rata nasional. 

  Akhirul kalam, sebagai cendekiawan dan pemangku  adat yang berwawasan ulama 
serta  berpengalaman luas melanglang buana sebagai diplomat, semoga Kanda JB 
tidak bosan-bosannya berbagi pengetahuan dan kearifan di Palanta ini.

  Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 68+), asal Padangpanjang, tinggal di Depok
  Alam Takambang Jadi Guru

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

<<clip_image002.jpg>>

Kirim email ke