Knkn Yuhefizar nn dihormati n sanak HDB Sutan Bandaro Kayo nn cekatan memilah 
info nn sanak palanta nn berbahagia.
   Sebagai salah seorang insan nn pernah mengenyam pendidikan Tinggi di UI cq 
FISIP,JB meraso malu sendiri kepada sdr Masril Koto nn rang Baso ini.Pendidikan 
sanak kito ini cuma sampai kls IV SR,tapi pencapaian ilmu amaliah nn didapek 
dek liau via pengalaman n penelitian dilapangan ,melebihi nn JB raih selama ini 
via UI n mungkin juga sebagian gadang penghuni RN ini.
   Takana dek JB seorang putera Daerah Piaman nn juo indak tamaik SR doh,tapi 
basuku Koto lo,nn telah berhasil dalam hidup n kehidupannyo,sanak Basrial 
Koto(BK).
   JB ndak tahu bara kekayaan BK,tapi mancaliak medan nn digarap dek BK 
ini,mulai dari pedagang kaki limo,industri perhotelan baik di Pkn Baru padang n 
Jakarta,industri aia minum,mulai dari ulu sampai ka iilia,industri Mass media 
di Pkn Baru n Padang n Jakarta,tantu kekayaan BK lah mancapai trilyunan x.
  Masyarakaik badarai telah menikmati jerih payah BK ini sesuai dengan media 
bissnis nn digelutinya.Ndak salah kalau pituo Minangkabau,H.Azwar Anas Sutan 
Sulaiman,menjadikan BK ini sebagai ikon anak mudo nn berprestasi di Sumbar n 
Ina.
  BTW,kalau zaman digital sekarang ini telah melahirkan ikon Masril Koto dari 
Baso Kik Tinggi n zaman awal digital telah melahirkan BK nn putra Minang asli 
Piaman,melalui visi n misi kito surang2 n kelompok, mari kito dorong n 
kembangkan serta diberi kesempatan kepada putra2 mudo Minang,agar tumbuh n 
berkembang agar lahir MK2 n BK2 baru pada  waktu ini n masa nn akan datang.     
   Masa depan SB cq Minangkabau dengan penuh asa akan cerah n cemerlang,Inya 
Allah.Amiiin ya Rabbal Alamin.

  JB,DtRJ,72thn,sk Mandahiliang,Kamp Gadang Padusunan,Piaman,kini di 
Bonjer,Jakarta.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: Yuhefizar <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 2 Jan 2012 16:33:26 
To: RantauNet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Re: Masril Koto, Dosen S3 UI yang Tak Tamat SD

trism infonyo Mak...tapi satalah ambo klik link nan email tuh...., nan
lain nan tabukak...., iko ambo kirimkan lsg berita lengkapnyo.

Masril Koto, Dosen S3 UI yang Tak Tamat SD
Penampilannya sederhana. Kemana-mana biasa menggunakan baju kaos
oblong dan sandal jepit. Perawakannya seperti orang Minang umumnya, na­
mun siapa sangka pria yang hanya duduk hingga kelas empat Se­kolah
Dasar ini kini menjadi dosen luar biasa pada program doktor (Strata 3)
di Univeritas In­do­nesia. Tak ha­nya itu, pria kini me­miliki omset
hing­ga Rp150 miliar ini, juga telah didaulat me­n­jadi konsultan Bank
In­do­ne­sia. Jika ada yang masih ingat, ia bah­­kan te­lah menjadi
sa­­lah satu pem­bi­cara dan inspirator di program Kick Andy Metro TV.

Saat Ha­luan sempat berbincang dengannya beberapa saat lalu di Ad News
Café di kawasan Damar Padang, Masril Koto menggunakan kaos berwarna
hitam bertuliskan “Jangan Remehkan Masyarakat Miskin” di belakangnya.
Ternyata memang slogan inilah yang membuatnya berhasil mencapai semua
yang tak pernah terbayangkan oleh orang lain.

Berasal dari daerah Baso, Masril Koto atau akrab disapa Maih ini kini
dikenal sebagai orang yang berhasil mendekati masyarakat kecil di
daerah terpencil dan tertinggal untuk kemu­dian memberdayakan mereka
mencapai kehidupan dan perkenomian yang lebih baik. Hal inilah yang
kemudian selalu diajarkannya kepada para calon doctor besutan UI.
Bagaimana mendekati dan membangun masya­rakat kecil di Indonesia?

“Berangkat dari hobi yang dikemas dengan baik. Akhirnya menjadi
kegiatan yang tak berhenti hingga kini,” ujar Masril.

Awalnya pada tahun 2000, Masril yang memang suka bersosialisasi ini
kerap bergabung dari satu kumpulan kelompok petani ke kelompok petani
lainnya. Di sanalah ia mulai bergerak. Sebagai permulaan ia membangun
lembaga keuangan mikro.

“Mendekati orang Minang biasa­nya akan mudah jika diberitahu ada
untungnya. Mendengar kata uang biasanya masyarakat akan berkumpul,”
ujarnya.

Dia mengaku bekerja di Lembaga Kewirausahaan Sosial Indonesia. Lembaga
keuangan ini kemudian dijadikannya sebagai alat untuk mengumpulkan
masyarakat. Setelah masyarakat berkumpul, di sanalah saya mulai
bercerita memberikan pemahaman tentang apa saja ke mereka. Mulai dari
reproduksi perem­puan hingga bagaimana menva­riasikan makanan untuk
menghe­mat beras agar bisa menabung.

“Ya, sebelum kita berikan tanda jadi peminjaman uangnya di lembaga
keuangan tadi kita ceritakan sedikit misalnya bagaimana cara memeras
air susu atau tentang kesehatan repro­duksi lainnya. Atau dengan
bercerita sedikit saja mengajak mereka mau memakan pisang sebelum
makan untuk mengurangi konsumsi beras,” jelasnya.

Pendekatan dengan membangun kesadaran ini ternyata lebih ampuh. “Orang
Minang kalau disuruh berhenti makan nasi pasti langsung mengamuk. Nah,
kita coba masuk dengan alterna­tif-alternatif lain seperti itu,”
terangnya.

Ini, baru segelintir cara yang digunakan Masril untuk mendekati
masyarakat kecil. Kemudian hari diketahui lembaga keuangan mikro yang
dibangun Masril menjadi acuan bagi pemerintah untuk meletakkan
berbagai dana hibah untuk pember­dayaan masyarakat.

Dan hal ini, tak hanya dilaku­kannya di Sumbar, Masril yang kini telah
menggandeng Garuda Indonesia menjadi mitranya, pun telah terbang ke
berbagai penjuru negeri melakukan hal yang sama.

Yang paling menarik, menurutnya, ketika ia berada di Pulau Buru,
Ambon. “Di pulau itu, di bagian pegu­nungannya, masyarakat perempuan
tidak mengenal pembalut. Waktu itu saya coba berikan alternatif kepada
mereka untuk menggunakan kain handuk yang dicuci dengan air sirih
sebagai pembalut,” kenangnya.

Di Pulau ini pula ia kemudian mengajarkan para ibu-ibu memasak rendang
yang bisa tahan lama, dan sangat berguna bagi mereka ma­syarakat
pegunungan.

Bagaimana ia mendekati masya­rakat Pulau Buru yang terkenal dengan
adat membunuh manusia dan menjual anak ini? “Waktu itu saya minta
bantuan kepada 18 orang mantan tapol yang lebih tahu seluk beluk Pulau
Buru. Dengan mendekati orang-orang berpengaruh di sini, saya bisa
mendekati masyarakat lainnya,” kenangnya lagi. Melakukan berbagai
kegiatan sosial, diakui Masril sebagai investasi yang hasilnya tak
akan pernah merugi.

“Semua penghasilan yang saya dapat saya putarkan kembali untuk
kegiatan-kegiatan social lainnya. Bagi saya ini semua pekerjaan Tuhan,
panggilan, dan Ia pula yang mengatur pertemuan saya dengan orang-orang
yang kemudian membantu saya melaku­kan kegiatan-kegiatan ini,” akunya.

Selain itu, menurut Masril, cara-cara yang digunakan sector ketiga
ini, akan sangat efektif jika diselipkan oleh pemerintah, sebagai
sector pertama, dalam menjalankan pro­gramnya. “Mengingat kini ada
sekitar 500 lembaga keuangan di Sumbar yang bisa diberdayakan,” ujar
lelaki yang kini tengan menggarap program sejuta buku bagi petani.
(Laporan Meidella Syahni/haluan)

On Jan 3, 7:00 am, "Darwin Bahar" <[email protected]> wrote:
> Ditulis oleh Teguh
>
> HALUAN, Selasa, 03 Januari 2012 05:1
>
> Penampilannya sederhana. Kemana-mana biasa menggunakan baju kaos oblong dan
> sandal jepit. Perawakannya seperti orang Minang umumnya, namun siapa sangka
> pria yang hanya duduk hingga kelas empat Sekolah Dasar ini kini menjadi
> dosen luar biasa pada program doktor (Strata 3) di Univeritas Indonesia. Tak
> hanya itu, pria kini memiliki omset hingga Rp150 miliar ini, juga telah
> didaulat menjadi konsultan Bank Indonesia. Jika ada yang masih ingat, ia
> bahkan telah menjadi salah satu pembicara dan inspirator di program Kick
> Andy Metro TV.
>
> (lengkapnya 
> di:http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article...
> 31:masril-koto-dosen-s3-ui-yang-tak-tamat-sd&catid=21:khas&Itemid=91)
>
> Wassalam, HDB-SBK (L, 68+)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke