Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi. 

Pak Reflus nan ambo hormati. 
Saya menyampaikan rasa terima kasih yang telah merespon buku padusi. 
Mudahan mudahan bermanfaat bagi masing masing keluarga besar kita.
Sayapun menyebarkan di lingkungan keluarga saya sendiri terutama bagi para 
kemekanakan kami.
Dan mudah-mudahn mereka paham karena apa yang saya tulis itu adalah praktek 
dalam lingkungan keluarga. Bagaimana posisi mamak - kamanakan dan kaum 
perempuannya.
Yang anehnya... ketika saya konfirm di Ranah Minang. Pengurus Bundokanduang di 
Ranah Minang." Indah ado lai tu doh.. sistem nan dicaritoan di buku itu..  

Masya Allah...???? Bakaruik kaniang ambo jadinyo...  he..he..
Lalu.... kadipadiarin sajo situasi sosial nan sarupo iko ?. Mestinya mereka 
dong yang melestarikan bukan ????
Seperti nan ambo caritokan di buku itu, banyak padusi nan ingin pulo 
mangalihkan harta pencaharian urang tuo jadi harta pusako dan ini tidak benar 
juga bukan ?.....
Jadi banyak masalah yang mesti kita luruskan. Meskipun terkesan eforia masa 
lalu namun saya ingin tetap melestarikan adat Minang ini, Sebagai warisan 
budaya Indonesia. Bahkan dunia dengan sistem matrilinial yang satu satunya ada 
di Indonesia...


Walaah.. kepanjang carito yo pak..

Alhamdulillah ambo sanang jo pujian Pak Reflus.. namun akan menjadi tantangan 
bagi ambo agar tidak terlarut dengan pujian. 


Teriring doa dari saya untuk Pak Reflus dan keluarga agar bisa mempertahankan 
sistem kerabatan kita.


Wassalam



 
~ 3vy Nizhamul~
(Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan)

http: //bundokanduang.wordpress.com
http://hyvny.wordpress.com



________________________________
 Dari: Reflus <[email protected]>
Kepada: Milis M-RantauNet G <[email protected]> 
Dikirim: Sabtu, 14 Januari 2012 20:44
Judul: [R@ntau-Net] OOT : Padusi
 

Oleh : Reflusmen.

Luar biasa, Luar biasa. Sungguh beruntung saya bisa menamatkan membaca buku 
"Padusi". Perempuan yang mendayung biduk ke Hulu.

Luar biasa, karena isi dari buku ini  membuat saya laki-laki,  Semakin BANGGA 
menjadi urang Minang, sekaligus saya juga malu karena belum bisa maksimal 
memerankan tokoh "Mamak" dalam badunsanak.

Selama ini, saya mengetahui Adat Minangkabau dari obrolan dan dari apa yang 
saya lihat serta rasakan. Sangat sedikit, karena saya mulai meninggalkan 
kampuang dalam usia sangat belia (tamat SLTP). Waktu masih di kampuang belum 
banyak berperan. Buku, sebagai referensi untuk mengetahui Adat Minangkabau 
pernah saya coba mencarinya, namun tidak saya temukan.


Buku ini membuka mata dan hati saya untuk semakin yakin tentang kelebihan Adat 
Minangkabau bila saya bandingkan dengan Adat Suku lainnya. 
Kebetulan, dalam kehidupan sehari-hari di Rantau banyak bergaul dengan hampir 
semua Suku yang Ada di Republik ini sehingga saya bisa membanding-bandingkan 
antara Adat Istiadat Suku lain dengan Adat Istiadat Minangkabau. Adat Istiadat 
suku lain hanya dari pergaulan semata, semacam pengamatan sambil lalu. Sekali 
lagi saya berkesimpulan, baik dengan logika maupun dengan rasa, Adat 
Minangkabau jauh Lebih baik.

Tanpa bermaksud memuji, saya salut.  Tidak cukup Dua jempol saya acungkan 
kepada penulisnya. Kenapa ?. Karena penulisnya sejak SD sampai buku ini ditulis 
hidup di Rantau. Tentunya beliau tidak banyak merasakan langsung lika liku 
kehidupan di rana Minang. Namun, saya berpendapat, buku ini ditulis dari lubuk 
hati yang paling dalam, mencernah Adat Minangkabau dengan logika dan rasa serta 
 kebanggaan penulisnya dilahirkan menjadi orang Minang.


Apa yang selama ini saya ketahui tentang Matrilineal, ABS-SBK, Peran Laki-Laki, 
Pusako Tinggi, Pusako Randah, Abu Di atas Tunggul dan lain-lain yang dikritik 
oleh sebagian masyarakat Minang sendiri, dijelaskan dalam buku ini dengan 
bahasa yang sederhana, to the point Dan Mudah dimengerti. 

Memang, ada juga emosi di dalamnya sehingga Semakin enak untuk dibaca.

Lagi-lagi saya berkesimpulan, tidak ada yang perlu dipertentangkan. Dari sisi 
Adat maupun sisi agama. Keduanya seiring sejalan. Indah untuk diaplikasi dalam 
kehidupan sehari-hari.

Tanpa berpanjang lebar, saya merekomendasikan, buku ini wajib dibaca terutama 
oleh kaum Muda Minang, baik laki-laki maupun perempuan.

DATA BUKU 

Judul.   : Padusi
              Perempuan yang mendayung biduk ke Hulu
Penulis   : Hifni Hafida
Penerbit : Pustaka Padusi
Telp.      : 021-70564488 Fax : 021-7564302.
Cetakan I : Desember 2011

Jatiwaringin, 14 Januari 2012.


Reflus/L. 54 tahun


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke