Terjemahan ini adalah suatu perbaikan dibandingkan dengan aslinya yang
berbahasa Inggris. Pertama, saya bisa mengganti judul asli (yang dipaksakan
oleh departemen pemasaran penerbit) dengan judul yang selalu saya inginkan.
Sengketa Tiada Putus diambil dari schoolschrift yang menggambarkan
"sangketonan tiada poetoes" dalam sebuah perkawinan, dan saya pikir ini
adalah metafora sempurna untuk sengketa dan debat tiada putus yang membuat
Minangkabau begitu enak dipelajari. Kedua, kami bisa memasukkan
kutipan-kutipan asli berbahasa Melayu, bahkan seringkali diperluas melebihi
apa yang sudah saya terjemahkan dalam versi Inggris, sehingga pembaca dapat
merasakan bahasa berciri khas dan berubah-ubah yang dipakai di Sumatra
Barat. Ketika mencari-cari teks-teks asli kami menemukan satu kesalahan
penting. Edisi Inggris merujuk kepada Haji Rasul suatu teks mengenai
"balatentara nafsu". Sebetulnya kutipan itu berasal dari Siswawijata A.
Moersjidoelwadjid, Tasawwuf Islam (Solo: Moehammadijah, 1927). Kami tidak
berhasil mendapatkan buku itu, dan kalau ada pembaca baik hati yang
menemukannya saya akan sangat bersyukur kalau anda memberitahukan saya
mengenai hal itu.

Proses penerjemahan ini menyenangkan dan saya harus berterimakasih kepada
Samsudin Berlian yang harus berusaha keras memahami bahasa Inggris saya yang
aneh-aneh, Sugianto Tandra yang menjadi nakhoda handal di ruang kemudi,
serta Sijo Sudarsono, Eru Guna[wan], dan Nirwan Dewanto yang semuanya
memberikan sumbangsih yang penting.

Jeff Hadler

[email protected]

[i] Dokumentasi untuk Kongres ini bisa ditemukan online di
http://www.facebook.com/KONGRES.KEBUDAYAAN.MINANGKABAU.

[ii] Joyce C. White, "Incorporating Heterarchy into Theory on
Socio-Political Development: The Case from Southeast Asia", dalam Heterarchy
and the Analysis of Complex Societies, diedit oleh Robert M. Ehrenreich,
Carole L. Crumley dan Janet E. Levy, 101-123. Arlington, VA: American
Anthropological Association, 1995.

[iii] M. Yusuf, "Kerajaan Pagaruyung dalam Pandangan Tukang Kaba", dalam
Dinamika: Bahasa, Filologi, Sastra, dan Budaya, diedit oleh Fadlillah,
Zuriati dan Yusriwal, 99-113. Padang: Andalas University Press, 2005. Banyak
riset Pagaruyung mereka masih belum diterbitkan.

(selesai)

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke