Kalau ambo, bagarah macam itu iyo kurang setuju, tapi dek alah talansong, 
marilah samo2 kito ambiak hikmahnyo sajo. 
Nan maraso basalah mintak maaf dan bagi kito nan sempat takajuik atau lain2nyo 
mari kito bari maaf.
Wassalam, 
HM Dt.Marah Bangso (55-)
Sadang libur di Pantai Panjang Bengkulu. 
HMDTMB
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Elthaf Hidjaz <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 23 Jan 2012 06:30:05 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT: Bercanda Ada Batasnya

Sanak Ridha, alhamdlillah, batua bagarah ado batasnyo,jaan dek garah
awak urang langsung sakik, awak ko rami, ado nan jantungan, ado nan
ndak teliti mamabco langsuang takajuik d telpon sana síni yg merupkan
mubazir dan buang waktu d pitih dg sio sio

Awak tami baragam tingkek kehati hatian d emosi awak

Salam
Elthaf

On 1/22/12, Ahmad Ridha <[email protected]> wrote:
> Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf jika kurang berkenan.
> Wassalaam.
>
> -----
> http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/bercanda-ada-batasnya.html
>
> June 5, 2008
>
> Bercanda Ada Batasnya
> Penulis: Ummu ‘Aisyah
>
> Saudariku muslimah, berbeda dengan sabar yang tidak ada batasnya, maka
> bercanda ada batasnya. Tidak bisa dipungkiri, di saat-saat tertentu kita
> memang membutuhkan suasana rileks dan santai untuk mengendorkan urat
> syaraf, menghilangkan rasa pegal dan capek sehabis bekerja. Diharapkan
> setelah itu badan kembali segar, mental stabil, semangat bekerja tumbuh
> kembali, sehingga produktifitas semakin meningkat. Hal ini tidak dilarang
> selama tidak berlebihan.
>
> *Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun Bercanda*
>
> Beliau *shallallahu ‘alaihi wa sallam* sering mengajak istri dan para
> sahabatnya bercanda dan bersenda gurau untuk mengambil hati serta membuat
> mereka gembira. Namun canda beliau tidak berlebihan, tetap ada batasnya.
> Bila tertawa, beliau tidak melampaui batas tetapi hanya tersenyum. Begitu
> pula dalam bercanda, beliau tidak berkata kecuali yang benar. Sebagaimana
> yang diriwayatkan dalam beberapa hadits yang menceritakan seputar
> bercandanya Rasulullah *shallallahu ‘alaihi wa sallam*. Seperti hadits dari
> ‘Aisyah *radhiyallahu ‘anha*, *“Aku belum pernah melihat Rasullullah
> shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan
> amandelnya, namun beliau hanya tersenyum.”* (HR. Bukhari dan Muslim)
>
> Abu Hurairah *radhiyallahu ‘anhu* pun menceritakan, para sahabat bertanya
> kepada Rasulullah *shallallahu ‘alaihi wa sallam*, *“Wahai, Rasullullah!
> Apakah engkau juga bersendau gurau bersama kami?”* Maka Rasulullah
> shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan sabdanya, *“Betul, hanya saja
> aku selalu berkata benar.”* (HR. Imam Ahmad. Sanadnya Shahih)
>
> Adapun contoh bercandanya Rasulullah *shallallahu ‘alaihi wa sallam* adalah
> ketika beliau *shallallahu ‘alaihi wa sallam* bercanda dengan salah satu
> dari kedua cucunya yaitu Al-Hasan bin Ali *radhiyallahu ‘anhu*. Abu
> Hurairah *radhiyallahu ‘anhu* menceritakan, *“Rasulullah shallallahu
> ‘alaihi wa sallam pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin
> Ali radhiyallahu ‘anhu. Ia pun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera
> menghambur menuju beliau dengan riang gembira.”* (Lihat *Silsilah Ahadits
> Shahihah*, no hadits 70)
>
> *Adab Bercanda Sesuai Syariat*
>
> Poin di atas cukup mewakili arti bercanda yang dibolehkan dalam syariat.
> Selain itu, hal penting yang harus kita perhatikan dalam bercanda adalah:
>
> 1. Meluruskan tujuan yaitu bercanda untuk menghilangkan kepenatan, rasa
> bosan dan lesu, serta menyegarkan suasana dengan canda yang dibolehkan.
> Sehingga kita bisa memperoleh semangat baru dalam melakukan hal-hal yang
> bermanfaat.
>
> 2. Jangan melewati batas. Sebagian orang sering berlebihan dalam bercanda
> hingga melanggar norma-norma. Terlalu banyak bercanda akan menjatuhkan
> wibawa seseorang.
>
> 3. Jangan bercanda dengan orang yang tidak suka bercanda. Terkadang ada
> orang yang bercanda dengan seseorang yang tidak suka bercanda, atau tidak
> suka dengan canda orang tersebut. Hal itu akan menimbulkan akibat buruk.
> Oleh karena itu, lihatlah dengan siapa kita hendak bercanda.
>
> 4. Jangan bercanda dalam perkara-perkara yang serius. Seperti dalam majelis
> penguasa, majelis ilmu, majelis hakim (pengadilan-ed), ketika memberikan
> persaksian dan lain sebagainya.
>
> 5. Hindari perkara yang dilarang Allah Azza Wa Jalla saat bercanda.
>
> - Menakut-nakuti seorang muslim dalam bercanda. Rasullullah
> *shallallahu’alaihi
> wa sallam* bersabda, *“Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang
> milik saudaranya, baik bercanda maupun bersungguh-sungguh.”* (HR. Abu Dawud
> dan Tirmidzi)
>
> Rasullullah *shallallahu’alaihi wa sallam* juga bersabda: *“Tidak halal
> bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain.”* (HR. Abu Dawud)
>
> - Berdusta saat bercanda. Rasullullah *shallallahu ‘alaihi wa
> sallam*bersabda,
> *“Aku menjamin dengan sebuah istana di bagian tepi surga bagi orang yang
> meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di
> bagian tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meski ia sedang
> bercanda, dan istana di bagian atas surga bagi seseorang yang memperbaiki
> akhlaknya.”* (HR. Abu Dawud). Rasullullah pun telah memberi ancaman
> terhadap orang yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa dengan sabda
> beliau *shallallahu ‘alaihi wa sallam*, *“Celakalah seseorang yang
> berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah
> ia.”*(HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)
>
> - Melecehkan sekelompok orang tertentu. Misalnya bercanda dengan melecehkan
> penduduk daerah tertentu, atau profesi tertentu, bahasa tertentu dan lain
> sebagainya, yang perbuatan ini sangat dilarang.
>
> - Canda yang berisi tuduhan dan fitnah terhadap orang lain. Sebagian orang
> bercanda dengan temannya lalu mencela, memfitnahnya, atau menyifatinya
> dengan perbuatan yang keji untuk membuat orang lain tertawa.
>
> 6. Hindari bercanda dengan aksi atau kata-kata yang buruk. Allah telah
> berfirman, yang artinya, *“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah
> mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan
> itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah
> musuh yang nyata bagi kalian.”* (QS. Al-Isra’: 53)
>
> 7. Tidak banyak tertawa. Nabi *shallallahu ‘alaihi wa sallam* telah
> mengingatkan agar tidak banyak tertawa, *“Janganlah kalian banyak tertawa.
> Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.”* (HR. Ibnu Majah)
>
> 8. Bercanda dengan orang-orang yang membutuhkannya.
>
> 9. Jangan melecehkan syiar-syiar agama dalam bercanda. Umpamanya celotehan
> dan guyonan para pelawak yang mempermainkan simbol-simbol agama, ayat-ayat
> Al-Qur’an dan syair-syiarnya, *wal iyadzubillah!* Sungguh perbuatan itu
> bisa menjatuhkan pelakunya dalam kemunafikan dan kekufuran.
>
> Demikianlah mengenai batasan-batasan dalam bercanda yang diperbolehkan
> dalam syariat. Semoga setiap kata, perbuatan, tingkah laku dan akhlak kita
> mendapatkan ridlo dari Allah, pun dalam masalah bercanda. Kita senantiasa
> memohon taufik dari Allah agar termasuk ke dalam golongan orang-orang yang
> wajahnya tidak dipalingkan saat di kubur nanti karena mengikuti sunnah
> Nabi-Nya. *Wallahul musta’an.*
>
> ***
>
> Diringkas dari: majalah *As-Sunnah* edisi 09/tahun XI/ 1428 H/2007 M.
> Artikel www.muslimah.or.id
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
Sent from my mobile device

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke