Adinda Jepe.
Tabayang dek Ambo, Iyo sabana heboh bakumpuah Jo kawan sakolah. 
Orang lain di dibalah indak dihiraukan.
Ibaratnya "Dunia ini milik kami, nan lain ngontrak".

Ambo tunggu carito samba Lado "Wati". Pasti seruuuu.....

Salam

Reflus


On Jan 23, 2012, at 8:00 PM, andi jepe <[email protected]> wrote:

> Assalamualaikum Wr Wb
> 
> Dunsanak palanta RN yang berbahagia
> Ini sedikit tulisan perjalanan (Trip) ke Padang/Ranah Minang tapi
> sebenarnya tulisan ini lebih kepada konsumsi Alumni sekolah saya
> sesuai pesanan Uni Nur (MAPPAS) intinya apapun "terserah Jepe saja
> yang penting oleh2nya buat saya tulisan perjalanan tsb"
> 
> Saya akan coba menulisnya secara berserie, saat ini baru 2 seri, yang
> serunya nanti di seri Kuliner yaitu "Kuliner ' yaitu
> 
> "Kuliner "Bad Menu" ala Uni Wati
> 
> @Kanda Reflus kami di Jamu Ni Wati (kakak sepupu saya, istri Da In)
> dirumahnya (memang sudah pesan duluan) dengan Bad menu alias
> Samba-samba buruak ala selera kampuang kito Tanjuang Barulak..wawww
> begitu Heboh terutama aneka samba lado Ni Wati 5 Macam lagak, ragam
> dan gayanya yang betul2 menggugah dan mengguguah selera kawan2 saya
> yang rata2 merantau di jakarta yang hidup serba bergerak cepat dengan
> hari-hari makan serba instan (fast/junk food) Alhamdulillah kami di
> jamu dengan primadona "Bad Menu" Si Randang Baluik yang rasanya luar
> biasa dengan bumbu2 (sarok2) yang complicated..pokoknya seru
> abis..dengan hasil meja makan Ni wati kandas dan Tuntas ;-)
> 
> Datu lagi adalah
> 
> "Tungku Dakak-Dakak Uni Nun Kami Obok-Obok"
> 
> Di Simabua tungku Dakak-Dakak Uni Nun sebuah oleh-oleh panganan khas
> ranah Minang, ini memang akan saya tulis mulai dari bahan baku,
> peralatan, tungku, cara membuat hingga siap disajikan/dimakan dan
> dijual dengan beberapa foto menarik dan kawan2 saya yang Nyonya2
> cantik pakai reben sebagai modelnya disaat membuat dakak-dakak dengan
> menekan tempurung berlobang dasarnya sedemikian rupa..wuihhh..nanti
> saja ada kesempatan saya akan tulis lagi
> 
> Selamat membaca semoga berkenan..
> 
> Wass-Jepe
> 47 Th, Chaniago @Balikpapan Kaltim
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> 
> Trip to Padang (Ranah Minang)
> Ditulis oleh : Jepe
> 
> 
> Persiapan Itu (1)
> 
> 
> Berawal dari kabar berita sekitar akhir Nopember 2011 para “pentolan”
> ILUNI PPSP yang “jaga gawang” di Padang akan diadakan acara Reuni dan
> Bhakti Sosial  pada tanggal 7 dan 8 Januari 2012 di eks sekolah PPSP
> IKIP Padang dari beberapa diskusi alumni yang dirantau terutama di BBM
> Group yang cukup responsive dan interaktif beberapa teman sebut saja
> yang cukup heboh merespon dan mengompori Rinati (1983), Ronaldi
> (1983), Neneng Yusran (1988), Totis (1983) dan saya sendiri (Jupardi,
> 1983) pertanyaan awalnya adalah apa yang kita perbuat demi suksesnya
> acara tersebut ?
> 
> Pertanyaan awal yang begitu mudah di jawab yaitu kontribusi, sumbangan
> partisipasi dana untuk mendukung suksesnya acara Reuni dan Baksos
> ILUNI PPSP, (mungkin) menjadi sulit dijawab atau direalisasikan jika
> tidak ada yang gigih menjadi “tukang sorak dan tukang kompor” untuk
> menggugah dan “mangguguah”  para alumni di rantau terutama yang
> tergabung dalam komunitas BBM Group Alumni PPSP yang anggotanya lintas
> generasi dan angkatan maupun BBM Group khusus perangkatan. Sebut saja
> Rinati salah satu sahabat yang sudah saya kenal sejak dari kelas 1 SD
> PPSP tahun 1972, seangkatan dan sama-sama mengakhiri pendidikan dasar
> (SMA) di PPSP pada tahun 1983 mulai bersorak dan rewel untuk
> menggalang dana untuk acara yang di gelar oleh para Alumni PPSP di
> Padang, seperti “Mexican wave” aksi para supporter bola distadion yang
> “satu bersorak dan mengangkatan tangan seperti gelombang yang lainnya
> secara beruntun merespon sahut menyahut di BBM akhirnya berkat
> kepedulian para alumni di BBM Group terkumpulah dana yang cukup
> signifikan yang rata-rata dikumpul perangkatan sekaligus setiap
> sumbangan dana alumni paling tidak mendapatkan sebuah kaos yang juga
> atas “heboh dan sorak” Rinati disela-sela kesibukan aktivitasnya
> sehari-hari masih sempat sibuk-sibuk mencari design kaos serta berbagi
> idenya untuk ditindak lanjuti oleh panitia Baksos dan Reuni ILUNI
> PPSP.
> 
> 
> Nah ini dia…ide dan ajakan Rina yang begitu menggoda “Ka Padang
> yuk…Reunian Yuk , rombongan kita jalan-jalan” entah kenapa ajakan Rina
> ini sebuah magnet yang begitu kuat bukan untuk  menolaknya tapi begitu
> bergairah para sahabat-sahabatnya merespon dan bahkan saling
> mengompori satu sama lain, jujur saja diawalnya ide ini dilontarkan
> saya pribadi masih mikir-mikir dan banyak pertimbangan, tapi apa boleh
> buat “tekanan baik secara bathin dan psikologis”  begitu hebat datang
> dari teman seangkatan saya seperti Mukhlis, An Totis dan Ronaldi
> apalagi Rina yang begitu aktif “membakar” saya agar ikut melalui Japri
> BBM
> 
> “Andi kalau banyak pertimbangan itu biasanya nggak jadi katakan dengan
> tegas ikut atau Tidak” begitu inti segala pembicaraan saya dengan
> Rina, dan saya hanya bisa menguncinya dijawaban “Ya Rina, saya ikut”
> Rina menyambut dengan senang hati “asyikkk sip Andi..kompori yang
> lain”. Akhirnya semua mengalir begitu lancar dan deras serta
> menggebu-gebu tak tertahankan lagi, kusak-kusuk mencari tiket
> penerbangan promo pada tanggal 6 Januari, merencanakan perjalanan
> kemana saja, transportasi yang di gunakan, dimana menginap bahkan
> sampai menentukan “dress code” yang dipakai bahkan  setiap peserta
> diwajibkan juga membawa kaca mata Ray Ban (terbaca : Reben) terserah
> apapun mereknya yang penting Reben (kaca mata gelap ) paling tidak
> sedikit mendongkrak penampilan saat sesi berfoto, kalau canda saya
> sama kawan-kawan “jangan sekali-sekali lupa bawa reben , dikwatirkan
> disaat sesi berkodak ria anda akan “Ko Hi Mil Le Gaya (harap
> diterjemahkan : Ndee Mati Gaya Den !!).  Semakin lama semakin
> bergairah dan memuncak para peserta Trip ini dengan luapan energy
> positif yang meletup-letup serasa menjelang hari H terlalu lama
> menunggunya, lama sekaliii !!!, ibarat lamanya  seperti dalam penjara
> di Berok Muara Padang kena hukuman 5 tahun penjara dengan kasus
> “maling ayam orang kampung se Kanagarian Simabua” he he he. (Yang
> maling uang Negara…milyaran rupiah nggak sampai segitu ya hukumannya
> di Negara ini bahkan bisa bebas)
> 
> 
> Lebih matang dan terencananya Trip alumni yang di rantau ini bergulir
> lagi ide di BBM perlu ditunjuk ketua rombongan tanpa tedeng aling
> Mukhlis menunjuk saya sebagai ketua rombongan dan saya sendiri dengan
> senang hati menerima jabatan yang bergengsi ini he he (la wong jaman
> sekarang orang minta-minta jabatan nah ini saya ditunjuk..hebat nggak
> tuh) semua peserta mengatakan “setujuuu !!!” ya apalagi klop sudah,
> sementara Rina merekomendasikan Neneng (Husna Leila Yusran) sebagai
> Bendahara dan itu tiada juga penolakan dari Neneng, hatinya
> berbunga-bunga penuh warna  mendapatkan jabatan yang tak kalah
> bergengsinya dari ketua rombongan, semenjak itu resmi saya sebagai
> ketua rombongan di Panggil “Paket” tentunya kependekan dari Pak Ketua.
> 
> 
> Sebagai ketua saya juga mencoba menyusun agenda Trip ke Padang/Ranah
> Minang ini dengan melontarkan ide rencana perjalanan nantinya mulai
> saat berkumpul dan berangkat dari bandara Soeta Jakarta sampai kembali
> lagi ke rantau masing-masing pada hari Minggu tanggal 8 Januari,
> segala sesuatu kami diskusikan secara terbuka dan transparan setiap
> keputusan yang diambil disetujui dan disepakati secara kolektif
> ibaratnya jika ini “sudah bulat benar-benar telah bulat, bulat yang
> begitu mulus digelindingkan, jika sudah picak (pipih) betul-betul
> pipih , pipih yang begitu mulus untuk dilayangkan”. Bahkan hal-hal
> detail dan remeh temehpun kami diskusikan sambil bercanda heboh di BBM
> seperti tentang pengatur Dress code.
> 
> “Oke kita sepakat Jum’at berangkat Dress code dominan warna hitam,
> Sabtu Putih dipadukan celana jean, Minggu acara Baksos kaos ILUNI
> warna kuning Bapak-bapak bawahannya jean, Ibu-Ibu..maaf Paket nggak
> ngatur bawahannya hi hi hi “
> 
> 
> Hal-hal yang paling sensitive setiap perjalanan rombongan selalu saja
> bagaimana masalah dana untuk kebersamaan tapi itu terselesaikan dengan
> sempurna tidak ada yang tidak terselesaikan oleh kami ketika  semua
> terbuka, transparan dan “Mari Kita Bicara” dan itu terbukti ide
> dilontarkan berapa sumbangan per jiwa yang ikut Trip tidak perlu
> bertele-tele (yang bertele-tele itu becandanya yang heboh dan wk wk wk
> wk) dalam hitungan jam saya sebagai ketua lansung ketok palu dan semua
> setuju tentunya dengan berbagai perhitungan yang logis dan realistis
> terhadap kemungkinan biaya yang digunakan untuk kebutuhan bersama
> selama perjalanan.
> 
> 
> Segala sesuatu rencana tersusun rapi bahkan sangat detail sehingga
> kami paling tidak dengan waktu yang terbatas bisa memaksimalkannya
> lebih efektif dan efesien serta tepat sasaran, inilah “gerombolan si
> Berat alumni PPSP lintas generasi dan usia  melakukan “ Trip to Padang
> dan Ranah Minang dalam rangka Baksos dan reuni ILUNI PPSP, Wisata Alam
> dan Wisata Kuliner”
> 
> 
> Tunggu Kami Kawan, Kami Datang (2)
> 
> Kawan-kawan di Jakarta dari komunikasi melalaui jejaring social
> Blackberry Massanger (BBM) begitu pro aktif melacak tiket promo untuk
> penerbangan dari Jakarta ke Padang hasil kerja keras telpon sana sini
> (call center maskapai penerbangan)  akhirnya mereka mendapatkan tiket
> pesawat “super murah” maskapai Sriwijaya “buy 1 get 2” secara
> berpasangan dengan harga Rp 700.000,- untuk satu orang Jakarta-Padang
> pulang pergi. Awalnya Rina selalu cerewet sama saya agar secepatnya
> memesan tiket tersebut secara berpasangan dengan istri dan dua anak
> saya, bahkan Rina saking semangatnya membantu serta memonitor semua
> maskapai penerbangan, ketika dia mendapatkan tiket promo (harga yang
> relative murah) segera Rina mengabarkan pada saya kode bookingnya,
> tapi saya masih banyak pertimbangan apakah berangkat tanggal 5 atau
> tanggal 6, ke Pekanbaru dulu atau lansung ke Padang, akhirnya saya
> tidak mau juga sahabat saya ini terlalu repot sibuk-sibuk membantu dan
> saya bisa memaklumi kalau kode booking punya batas waktu yang singkat
> untuk segera di bayar.
> 
> “Rina..terima kasih sibuk-sibuk dan perhatiannya masalah tiket ini,
> perjayalah saya akan segera realisasikan pembelian tiket ini dengan
> lansung datang ke kantor maskapai Sriwijaya untuk penerbangan hari dan
> jam yang sama pada tanggal 6 januari 2011” begitu kira-kira saya
> sampaikan pada Rina baik via komunikasi langsung dengan handphone
> maupun dengan BBM
> 
> Rina hanya menjawab singkat dan padat saja “ Oke Ndi…pastikan dan
> jangan sampai nggak ikut sama kami”
> Sippp !!! sobat “saya mengunci kepastian ini
> 
> Tiket “Get 1 Buy 2” Sriwijaya sudah tidak saya dapatkan lagi, kalau
> dibandingkan harga yang didapatkan teman-teman berpasangan yang super
> murah memang jauh sekali tapi masih saya dapatkan  harga promo dan
> Alhamdulillah untuk penerbangan dari Balikpapan ke Jakarta dengan
> pesawat Garuda walau take off dari bandara Sepinggan ke Bandara Soeta
> penerbangan pagi jam 6.50 WITA dalam pikiran saya rentang waktu yang
> cukup panjang sebelum take off lagi dari Soetta bersama rombongan jam
> 15.50 WIB menuju Padang,  waktu “bingung dan bête”  bisa saya
> memanfaatkan untuk jumpa kawan-kawan yang lain terutama para penggila
> bola (gilboler) gerombolan si berat “Liga Kompor”.
> 
> Jam 6.00 WITA saya dan keluarga telah siap berangkat ke Bandara
> Sepinggan, cuaca pagi itu di Kota Balikpapan hujan cukup lebat, semua
> berjalan sesuai jadwal  Garuda tepat waktu tidak ada penundaan
> keberangkatan walau cuaca hujan sudah mulai reda,lintasan bandara
> masih basah dan berair. Jam 7.55 WIB pesawat mendarat mulus di Bandara
> Soeta. Kami dijemput oleh Dinda Abrar yang begitu antusias menyambut
> kedatangan kami, sungguh bagi saya sesuatu yang menyentuh hati, Abrar
> dalam diskusi-diskusi kami yang cukup heboh di BBM Group yang
> anggotanya rombongan trip “bela-belain” waktunya bahkan cuti segala
> khusus buat kami, istilah dia “siap manserpis kanda, kama arah kompas
> kanda ambo ikuik” . Abrar sedikit member kejutan pada saya ketika saya
> sibuk BBM Japri sudah berada di pelataran kedatangan “kaget mendadak
> dang dut” dia telah menyantroni kami dari belakang bahkan dalam
> keasyikan BBM, dia sempat-sempat “mancido” memotret kami dari
> belakang.
> 
> Sebuah gerakan menoleh ke kebelakang akhirnya saya kepergok wajah
> seorang sahabat ini yang punya selera humor yang cukup “gila-gilaan”
> dan biasanya suka nyambung sama saya berciloteh tentang apa saja
> kisah-kisah ringan, kondisi social masyarakat kebanyakan sampai
> tentang seputar bola yang “gila-gilaan” suka nggak nyambung dengan
> main bola itu sendiri yang penting klub yang kami dukung di BPL adalah
> nomor satu apapun yang terjadi harus hepi, enjoy dan menyenangkan
> serta EGP dan “ini Liga Kompor kawan !!!”. Kami meluncur kerumah Abrar
> untuk istirahat sejenak terutama Istri saya bisa yang kondisinya
> kurang sehat bisa tidur-tiduran sejenak di kamar depan rumah Mc B
> begitu panggilan Abrar di “Liga Kompor”.
> 
> “Gimana Da Ndi, kemana kita, jadi kumpul dengan Gilboler Liga Kompor”
> Tanya Abrar sambil kami ngopi berdua diteras rumahnya. Akhirnya
> setalah kontak sana sini para member Gilboler Alumni PPSP yang punya
> kesempatan untuk meeting “Kelas Dekat (terbaca : Liga Champion) dengan
> Kleas Jauh Banget (Terbaca: Liga UEFA) yang bisa hadir hanya “Komandan
> Tentara Badia Batuang (Terbaca : Fans Arsenal) yaitu Kakanda Syamsul
> Irham (Oyong). Kami meluncur ke Mall Lippo Karawaci, disebuah tempat
> ngopi di dalam Mall kami bertiga beranjang sana dan bersilahturahhmi.
> 
> Maaf kawan Gilboler ini hanya meeting para gilboler laga “darah biru”
> (antar Klub Eropa) yang laga “darah merah” (Liga Inggris) silahkan
> mengintip kami di balik kaca nako (terbaca : intip dari foto kami
> bertiga yang diposting di BBM Group Alumni). Pertemuan singkat yang
> penuh rasa persahabatan dan persaudaraan terutama bagi saya dengan
> kakak kelas atau salah satu “Tonggak Tuo” alumni PPSP, perbincangan
> mengalir begitu saja dengan berbagai topic bahasan sambil meneguk dan
> menghirup kopi masing-masing,  hentakan demi hentakan tegukan sampai
> tetesan terakhir kopi dalam cangkir maka berakhirlah pertemuan anggota
> gerombolan si berat “Liga Kompor”
> 
> Sebuah lirik lagu Pop jadul kira-kira begini “bukan perpisahan yang ku
> sesali tapi mengapa kita berjumpa” tapi  lirik ini tidak berlaku bagi
> saya ketika berjumpa Kakanda Oyong, ya “perpisahan yang saya sesali
> kenapa begitu singkat waktu untuk berjumpa” Terima kasih kanda Oyong
> atas waktunya kita bisa jumpa dan bersilahturahmi, mungkin pada
> kesempatan lain kakak-kakak kelas kami bisa bersama kami nantinya
> untuk sebuah perjalanan apakah itu rekreasi, reunian atau wisata
> kuliner lintas angkatan, generasi dan umur, semoga.
> 
> Sekitar jam 14.00 WIB kami ke Bandara dan diantar dengan mobil  Ketua
> Umum MAPPAS (Masyarakat Peduli Parawisata Sumatera Barat) Ibu Nur’ani
> Prapdanu yang memang sengaja menemui saya dan sudah janjian jumpa di
> rumah Abrar sambil makan siang bersama, kebetulan dalam organisasi
> nirlaba ini saya ikut terlibat untuk sama-sama memajukan dunia
> Parawisata Sumbar sebagai wakil MAPPAS untuk wilayah Kalimantan Timur.
> Ibu Nur sebagai Ketum mengantarkan kami sampai ke Bandara Soeta dan
> sempat berjumpa dengan rombongan yang telah tiba di bandara.Sekitar
> jam 15.00 WIB semua peserta Trip telah berkumpul di Bandara setelah
> menembus macetnya Jakarta yang mengkwatir bisa terlambat datang dan
> ditinggal pesawat karena terlalu susah memprediksi waktu sampai di
> bandara dari Jakarta disamping masalah klasik lalu lintas macet yang
> parah,  dua hari sebelumnya terjadi angin topan beliung yang
> mengakibatkan pohon-pohon kiri kanan jalan utama yang membelah kota
> Jakarta bertumbangan dan dalam tahap pembersihan serta cukup membuat
> beberapa ruas jalan menuju bandara macet merayap.
> Mmmm..ketika kami sudah kumpul dimulai sesi heboh berfoto ria dengan
> dress code serba hitam tentunya tidak lupa reben yang keren, disetiap
> kesempatan dan situasi berdua, bertiga, bersama-sama tidak lupa
> diabadikan dengan kamera, Blackberry yang bisa lansung ditayangkan
> dalam ukuran menit untuk ditonton oleh para alumni lain yang tergabung
> dalam BBM Group Alumni. Nah ini dia kami sangat gembira ketika salah
> satu alumni menyempatkan diri datang ke Bandara untuk melepas
> keberangkatan rombongan, siapa dia ?
> 
> Anthay !!! begitu saya menyapa dia selama heboh dan saling perang
> terbuka di ajang Liga Kompor para penggila bola Alumni. Anthay
> (Yulianti Djiwar, PPSP 1985) salah satu gerombolan si berat SS (Setan
> Sighah, lebih jelasnya fans Manchester United) lawan berat para
> gerombolan si berat TBB (De Gunners) sepertinya memang punya niat yang
> kuat untuk datang ke bandara menjumpai kami ini ditandai Anthay hari
> itu memilih pakaiannya sesuai dengan dress code dominan warna hitam
> dan sebuah reben yang menggantung cantik di bajunya.
> 
> “okay Nthay..pasang reben yang coga kita berkodak “habis-habisan” sapa
> saya, Anthay tersenyum manis serta bergerak mengatur posisi diantara
> rombongan di pelataran keberangkatan, “mantap Da
> Jep..sippp..sippp…kirim..kirim lansung Da Jep ke Group” seru Anthay
> ketika saya melihatkan hasil jepretan di BB
> 
> “salang reben Anthay gak 3 hari salamo Trip ko baa nyeh..coga bana rasonyo”
> “he he buliah bana Da Jep”
> (Becanda kamu ya Jepe !!!)
> 
> Sebelum rombongan Check In, Anthay melepas kami dengan senyuman dan
> rasa bahagia bisa berjumpa sambil salaman dan cipika cipiki dengan
> teman-teman serta kakak kelas wanitanya, “selamat jalan kawan, maaf
> Anthay nggak bisa ikut” Anthay berlalu meninggalkan kami semua.
> 
> Diruang tunggu keberangkatan terdengar pengumuman, seperti biasa,
> Delay !!! dari semula jadwal keberangkatan jam 15.50 WIB molor 1 jam
> lebih, tapi suasana “bête” menunggu tidak kami hiraukan karena di
> ruang tunggu kami selalu heboh dengan segala canda dan tawa sambil
> diskusi kecil-kecilan untuk mengatur dan mengumpulkan biaya patungan
> yang disepakati dan tentunya dimanapun berdiri dan duduk selalu
> berfoto heboh “hancur-hancur” (betul-betul marasai lah ya wajah ini
> kena Kodak). Suasana semakin heboh dan ramai seolah ruang tunggu
> bandara ini hanya milik kami ketika Ronaldi (Al) mulai tampil dengan
> joke-joke segarnya penuh ngakak dengan gaya humor “plesetan” serta
> bahasa minang yang di Indonesia Rayakan
> 
> “ehh..Im..kita shalat nih, rakaat pertama baca Alfatihah lalu baca
> ayat pendek misalnya Surat An Nas, rakat kedua setelah alfatihah,
> boleh nggak, syah nggak shalat kita baca  “itu ke itu saja” Al mulai
> heboh
> Yang lain berkerumun seputar Al, lansung nyambar sambil mikir-mikir
> ada yang jawab “boleh-boleh lah baca surah An Nas lagi ” ada yang
> nyamber “ya nggak boleh lah” (maksudnya kembali baca surah An Nas lagi
> pada rakaat kedua)
> “kalo nggak boleh apa alasannya” Al penuh Tanya
> Mukhlis lalu tampil menyambar,  kelihatannya Antenenya lagi berdiri
> tegak tali menyikapi joke Al ini
> 
> “angku batea sae mah ha ha ha, yo ndak syah lah shalat kita rakaat
> kaduo habis Al fatihah lalu kito baco “itu ka itu sajo”
> Hu wa wa wa..wk wk wk..semua gerr dan heboh..kawan yang semula
> Antenenya ada yang menakur atas joke ini lansung berdiri tegak dan
> mulai nyambung terhadap joke ini.
> Lalu..Al lagi
> 
> “Ndi gak prihatin ambo jo surau-surau di ranah wak kini, satiok ambo
> ka kampuang ambo caliak di surau dan musajik ndak ado lapiak sumbayang
> do”
> 
> Totis lansung nyambar (doi rupanya lagi berdiri juga antenanya)
> 
> “Ya iya lah..bertela lagi deh..lapiak tantu ndak ado nan sumbayang di
> surau, nan sumbayang tu urang Al”
> 
> “ha ha ha iya Tot, kalau lapiak sumbayang dalam surau terbang hambur
> lah orang yang melihat dan masuk ke surau itu ya”
> 
> Lalu saya tampil
> 
> “Al..iyo lo..nampaknyo, kini sumbayang jo puaso lah bisa  di bali, nan
> indak bisa di bali naik haji..baa gak hati”
> “iyo lah Ndi..naik haji ndak bisa di Bali..bisanyo di Makah” Rika nyamber
> 
> Ha ha ha wk wk qik qiks..rupanya sudah pada berdiri antenna semua
> rombongan  akan tipikal joke seperti ini.
> 
> Kesempatan lain saya berdua dengan Al kebetulan disamping kami ada
> Ibu-ibu tua dan orang awak Al nyeletuk
> 
> “Ndi kamu masih ada manisan labah”
> “nggak ada Al..yang ada saya punya madu hutan di rumah”
> 
> “ya itu manisan labah namanya tu”
> 
> Ibu-ibu tua yang nguping bicara santai kami jadi tersenyum, teringat
> kudian dia rupanya dan sudah lama sekali ibu ini tidak mendengar
> “manisan labah” yang selama ini kebiasaan orang-orang sekarang di
> ranah minang menyebut Madu, bahasa kampung jaman dulunya ya “manisan
> labah”
> 
> Tanpa terasa akhirnya di “mik alo-alo” ruang tunggu diumumkan para
> penumpang segera menuju pesawat, Boarding !!!. Kami bergegas dengan
> bawaan masing-masing menuju pesawat diparkir di landasan, menurut
> agenda semula kami sepakat untuk mengabadikan suasana dengan berfoto
> bareng di badan pesawat yang parkir sebelum naik kedalam pesawat.
> Petugas yang mengatur tangga pesawat tidak kami hiraukan, saking sibuk
> mau atur sana sini sementara rombongan yang lain masih ditangga
> terakhir ruang tunggu dan rombongan yang lain sudah  siap-siap untuk
> berfoto menunggu
> “oiii..tu urang lah naik sadonyo ka pesawat tingga kito sajo lai,
> tukang tangga lah ka diasaknyo tu tangga nan ka badan pesawat untuak
> naik”
> 
> Hahhh !!!! gagal total kami berfoto bersama karena petugas tangga
> member aba-aba agar segera naik kami terbirit-birit segera masuk
> pesawat hi hi hi “ondee ampun deh…masih sempat juga mikir berkodak
> ria..emang pesawat ini milik kita ya”
> 
> Sekitar jam 18.00 WIB Pesawat Take off, di udara cuaca lumayan bagus
> penerbangan berjalanan dengan mulus, sekitar jam 20.00 WIB kami
> mendarat dengan mulus  Minangkabau International Air Port”
> 
> Selamat Datang di Padang, Kami menunggumu kawan !!!!!
> 
> Bersambung lagi ya :-)
> 
> JP
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> <Penulis di Dakak2 Uni Nun.jpg>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke