Uda Suryadi dan Uda Heri Tanjuang , sanak palanta nan ambo hormati ,

Diskusi tentang buku nikah ini selalu menarik  , kami pernah
diskusikan  kalau mau lihat pembahasan topik bisa dilihat di FB
https://www.facebook.com/photo.phpfbid=2272029044322&set=a.1445652345421.61322.1356518085&type=3&theater
, memang dilematis seperti makan buah simalakama , dalam peraturan
perhotelan ada kewajiban bagi pengunjung untuk mengikuti ketentuan dan
peraturan yang berlaku di hotel yang di inapi , namun dengan kebijakan
yang ada mengenai buku nikah peraturan yang diterapkan sebetulnya akan
merugikan hotel tersebut dari segi berkurang atau menurunnya
pengunjung, dan kalau peraturan ini di berlakukan hendaknya harus
konsisten dan tidak tebang pilih  dan disalah gunakan oleh oknum -
oknum tertentu ,merupakan peluang dimanfaaatkan untuk pemerasan,
Peraturan untuk membawa buku nikah ini hendaknya disosialisasikan dan
di publikasikan dgn penyampaian yang baik dan benar terhadap
wisatawan, sehingga mereka yg tidak membawa buku nikah sudah siap
untuk di tolak dan mencari alternatif tempat menginap yang lain .

Pariwisata memiliki potensi untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di
setiap daerah. Dalam pelaksanaannya Peran serta masyarakat yang telah
dibekali dengan wawasan dan orientasi kepariwisataan yang baik akan
ikut menunjang perkembangan industri pariwisata. Melalui interaksi
dengan wisatawan, sikap ramah dan bersahabat harus ditunjukkan,
sehingga akan menciptakan iklim pariwisata yang kondusif.Oleh karena
itu untuk mewujudkannya di Ranah Minang, diperlukan keterlibatan dan
komitmen dari semua stakeholders (pemangku kepentingan) yang ada.

Melalui pariwisata peradaban suatu bangsa akan dikenal luas, mari kita
telusuri kekhawatiran warga akan efek negatif yang timbul dari
kedatangan wisatawan yang meniru pola interaksi dunia pariwisata barat
menjadi salah satu penghambat kemajuan dunia pariwisata
daerah....Namun pariwisata di Minangkabau juga memiliki
kelemahan-kelemahan,tidak semua daerah atau nagari dikenal kekhasan
dan keunikannya, adanya persepsi negatif tentang turisme, adanya
daerah-daerah yang tidak memiliki kehangatan dalam menerima wisatawan,
harga yang tidak seragam padahal kualitasnya sama, infrastruktur yang
sulit dijangkau, adanya antipati dari pemuka adat atau aparat dan
masyarakat setempat terhadap pendatang yang tidak menyesuaikan diri,
dsb.

Untuk itu, kerjasama yang baik bagi Pemerintah daerah dan masyarakat
Minangkabau dalam mewujudkan pariwisata alam dan pariwisata budaya
sebagai industri yang makmur dan berkelanjutan di Sumatera
Barat.informasi secara cerdas dan inovatif serta study komperatif dgn
daerah yang memiliki kepariwisataan yang sudah maju.

Pemerintah dan masyarakat nagari-nagari juga perlu membangun nilai
kehandaan dan kualitas profesionalisme, serta mampu mensosialisasikan
kesadaran membangun pariwisata nagari ke masyarakat nagari dengan
melestarikan adat dan budaya serta sikap religius yang tinggi ”Adat
Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”

Salam Pariwisata ,
Nuraini
KETUM MAPPAS


Pada 1 Februari 2012 15:41, Tanjuang Heri <[email protected]> menulis:
> Satuju jo postingan uda Suryadi ko...lah tasampaian dek Uda a nan taraso di
> hati ambo salamo ko. Ikolah ambo sabuik juo bakali kali, tp memang alun ado
> di awak jawaban lai. Aa kiro kiro nan ka bisa kito sorak an di siko?
>
> Heri Tanjuang (48) Paris HP : +33614397758
> ________________________________
> De : Lies Suryadi <[email protected]>
> À : "[email protected]" <[email protected]>
> Envoyé le : Mardi 31 janvier 2012 16h56
> Objet : Bls: [R@ntau-Net] Trip to Padang (Ranah Minang)
>
> Sanak Jepe nan tabayang di mato,
> Tarimo kasih banyak ateh kaba nan lamak2 dari 'Konco Palangkin' Ambo. Kalau
> lah mambaco postingan sanak Jepe, aia liyua ambo lah maele2 sajo bantuak
> ayam kanai akuak.
>
> Ciek tanyo Ambo ka Sanak Jepe dan mungkin juo ka pengurus MAPPAS. Baa
> tanggapan Sanak atau kito pado umumnyo maliek razia2 ka hotel2 nan tampaknyo
> makin acok dilakukan dek babarapo pihak di Bukiktiggi? Organisasi ko ampia
> samo tampak e jo FPI (atau ado nan lain namonyo di Bukiktinggi?). Mukasuik
> Ambo, di satu sisi untuak manjago moral masyarakat, razia bantuak ko mungkin
> baguno (asa indak pulo diboncengi dek hal2 lain, samisal pemerasan dll.).
> Tapi di sisi lain, apo ko indak kontraproduktif pulo untuak pengembangan
> pariwisata. Nan susah awak, di negara awak ko hotel2 ko acok diasosiasikan
> jo perbuatan maksiat. Kalau lah maliek hotel, aa...utak masyarakat awak ko
> manggaranyam ka nan indak2.  Iyo heran awak. Tapi tantu indak saketek pulo
> urang nan ingin mancari suasana baru jo keluarganyo (refreshing istilahnyo)
> di hotel, tarutamo untuak liburan. Dek Ambo iyo ndak tabayang doh kok
> sakali2 ambo pulang ka kampuang, bamalam di Bukiktinggi jo rang rumah baduo
> untuak mancari suasana baru sambia malapeh taragak ka kampuang, tu tibo2
> malam2 pintu kamar digedor dek urang. Tantu tabang darah, takulenjek awak.
> Apolai kalau nyo mintak lo tando bukti surek nikah. AAhhhhaa....antah dima
> surek nikah tu kini tu lai, lah acok balipek, mungkin lah puda pulo gambar
> dalam SIM tu.
>
> Wassalam,
> Suryadi
>
>
>
> Dari: Nur'Aini B.Prapdanu <[email protected]>
> Kepada: [email protected]
> Dikirim: Selasa, 31 Januari 2012 6:51
> Judul: Re: [R@ntau-Net] Trip to Padang (Ranah Minang)
>
> Uda Jepe dan dunsanak palanta kasadonyo ,
>
> Terima kasih Uda Jepe atas oleh - oleh nya barupa tulisan yg ringan,
> lincah , renyah dan menghibur , suatu perjalanan yang luar biasa
> bersama teman - teman sekolah , betul sekali seperti yang uda Reflus
> katakan Dunia serasa milik kita yang lain ngontrak, hal ini
> menggambarkan betapa kehangatan yang tercipta diantara teman - teman
> sekolah. ..dan penghargaan ambo sampaikan atas usaha Uda Jepe untuak
> memprovokasi teman - teman sekolahnya berwisata ke Sumbar ,
>
> Selama seminggu berada disana berapa banyak spend money yang masuk ke
> Ranah ..? tentunya cukup besar .....Itulah Pariwisata tanpa investasi
> yang besar namun dapat mendatangkan pemasukan yang luar biasa dan ini
> berimbas langsuang ke masyarakat .
>
> Pariwisata Sumbar bagaikan Raksasa yang sedang tidur , karena belum
> tergarap secara sempurna misalnya Agenda Pariwisata yang terjadwal
> dengan tepat waktu dan tersosialisasi , terpublikalan dgn baik
> sehingga travel agent juga memiliki kepastian dalam membuat paket
> wisata , sayang sekalai terkadang kita mengetahui penyelengaraan acara
> dekat - dekat hari sehingga tidak dapat menyusul jadwal liburan dgn
> mendadak atau kita tahu setelah alek usai ...hal ini sangat
> disayangkan seharus nya lebih banyak lagi wsatawan yang berkunjung.
>
> Pariwisata Sumbar memiliki banyak keunggulan tanpa event pun orang
> sudah berkunjung , apalagi dgn mengexplore potensi yang ada dimasing -
>
> Sebenarnya masalah
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke