Dua jempol ke atas untuk Pak Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan, ditambah--Insya Allah jika umur panjang--minimal satu suara dari Depok :) kalau ada yang nyapreskan Pak Menteri tahun 2014 nanti, jika peletakan batu pertama Tol Padang - Pekanbaru ini sudah dilaksanakan sebelum KIB 2 demisioner.
Jempol pertama, karena Tol Padang - Pekanbaru ini di luar sekenario MP3EI. Rencana untuk membangun jalan tol seperti diberitakan Padek, sudah ada, tapi entah kapan, karena Sumatra Barat tidak termasuk koridor I Sumatra. jadi bukan prioritas. Bahkan Tajuk Koran Singgalang, 28/1/2002 mengatakan, "agak tersentak mendengar, bahwa Sumbar akan membangun jalan tol sepanjang 200 KM", dan menambahkan hal tersebut saat ini "masih menjadi mimpi daerah". Tidak diragukan, seperti kata Gubernur Irwan Prayitno, perekonomian Sumbar akan berlari kencang bila pemasaran hasil pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan Sumbar ke Riau lancar. Volume dan peluang pasar pun bisa ditingkatkan hingga ke Singapura dan kawasan Selat Melaka menjadi kawasan perdagangan internasional. Apa lagi jalan Tol Padang - Pekanbaru akan terkoneksi dengan jalan tol Pekanbaru - Dumai sepanjang 126 Km yang pembangunannya sedang dalam proses persiapan, serta jembatan Selat Melaka yang akan membentang dari kota pelabuhan ini ke kota Malaka di semenanjung Malaysia melalui pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, jika dibangun kelak. Suka atau tidak suka, Sumatra Barat perlu memanfaatkan tetangga Timur yang dengan PDRB per kapita tertinggi ketiga di Indonesia setelah Kaltim dan DKI Jakarta ini, yang dengan atau tanpa MP3EI, akan ke depan akan semakin makmur ini untuk pemasaran produk-produk tersebut di atas, yang lahannya akan semakin terbatas untuk mencetak sawah atau ladang pertanian baru, karena akan semakin disesaki infrastruktur, perkebunan berskala besar dan kawasan industri baru yang diikuti oleh peningkatan kawasan pemukiman. Pertumbuhan ekonomi yang cepat akan diikuti dengan pertumbuhan penduduk yang berasal dari migrasi. Maklum, di mana ada gula di situ ada semut. Jempol kedua tentu, karena jalan tol ini akan dibangun dan dikelola oleh BUMN, bukan oleh investor dari Korea Selatan seperti diberitakan media sebelum ini, tetapi oleh BUMN yakni PT Jasa Marga Sumbar yang sedang digagas Pak Menteri untuk didirikan. Pada saat hampir semua fasilitas publik di Republik tercinta ini diobral secara murah oleh rezim pencitraan tuna sejarah ini kepada investor asing, hal ini tentu sesuatu yang sangat menyegarkan. Pembiayaan, tampaknya bukan masalah besar. Perkiraan kasar saya, investasi modal (capex) Tol Padang-Pekanbaru ini sekitar Rp 5 triliun pada tingkat harga tahun 2012. Sebanyak Rp 1,5 triliun (30%) akan didanai oleh ekuitas PT Jasa Marga Sumbar dan Rp3,5 triliun (70%) sisanya, pinjaman dari Bank BUMN atau Bank Infrastruktur berbunga rendah yang akan didirikan Pemerintah dengan modal sekitar Rp 30 triliun (Kompas 28/1/2012). Pemprov Sumatra Barat dengan APBD 2012 sebesar Rp2,6 triliun tentu sulit untuk sharing, kecuali jika Pemprov dan DPRD sepakat menerbitkan obligasi syariah (sukuk) untuk dijual kepada masyarakat, termasuk para perantau tentu saja, suatu hal yang mewujudkannya tidak semudah mengatakannya, walaupun bukan sama sekali mustahil. Pelan tapi pasti Gubernur yang bersahaja ini sudah mulai memperbaiki birokrasi Pemprov. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK, nilai pengelolaan keuangan Pemprov Sumatra Barat di bawah kepemimpinannya naik dua tingkat (Haluan 26/7/2011). Di bawah kepemimpinannya, tahun lalu Provinsi Sumatera Barat memperoleh penghargaan Investment Award 2011 bersama 6 provinsi lainnya yang dinilai terbaik di bidang penanaman modal. Kendala Proyek jalan tol Padang-Pekanbaru ini terbesar tentunya masalah pembebasan lahan. Tetapi dengan telah diundangkannya oleh DPR-RI RUU Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum--yang dipuji oleh para pengusaha dan sebagian Ekonom, namun dikecam oleh LSM pro petani, nelayan dana lingkungan ini--kendala tersebut relatif akan lebih mudah diatasi. Yang paling penting tentunya kemauan politik Pak Meneg BUMN untuk mewujudkan apa yang dijanjikannya. Oleh sebab itu, dua jempol ke atas untuk Pak Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan, ditambah--Insya Allah jika umur panjang--minimal satu suara dari Depok :) kalau ada yang nyapreskan Pak Menteri tahun 2014 nanti, jika peletakan batu pertama Tol Padang - Pekanbaru ini sudah dilaksanakan sebelum KIB 2 demisioner. Wallahualam bissawab Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 68+), asal Padangpanjang, tinggal di Depok Alam Takambang Jadi Guru [R@ntau-Net] Meneg BUMN Bangun Tol Sumbar - Dibangun dan Dikelola PT Posted by: "Nofend St. Mudo" [email protected] Thu Jan 26, 2012 6:27 pm (PST) Padang Ekspres . Jumat, 27/01/2012 09:10 WIB Padang, Padek-Kabar gembira bagi masyarakat Sumatera Barat dan Riau. Impian memiliki jalan mulus dan bebas hambatan, dalam waktu tidak lama lagi bakal terwujud. Gagasan gubernur se-Sumatera untuk membangun jalan tol Padang-Pekanbaru sejak 2008 lalu, akhirnya disetujui pemerintah pusat. Komitmen itu disampaikan Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan kepada Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
