Singgalang...
Jalan Tol di Sumbar

AGAK tersentak juga kita mendengar, bahwa Sumbar akan membangun jalan tol 
sepanjang 200 KM. Jalan tol itu menghubungkan Padang-Bukittinggi dan 
Bukittingi-Pekanbaru. Salah satu tujuan pembangunan jalan bebas hambatan itu 
mengantisipasi macet pada waktu tertentu.
Jalan tol di Sumbar, infrastruktur seperti mungkin masih sebuah hal yang 
langka, bahkan  masih menjadi mimpi daerah. Kalau kita berpaling ke daerah 
Jawa, terutama di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, jalan tol 
bukan hal yang asing lagi.
Derah luar jawa yang mulai mengenal jalan model gebini, paling baru beberapa 
Provinsi, seperti Sumatra Utara atau Sulawesi Selatan. Tak anah, jika wacana 
membangun jalan tol di Sumbar sedikit agak mengejutkan, tapi sekaligus gembira. 
Masih ada yang menyebut, jalan tol adalah salah satu ciri daerah yang sudah 
lebih maju, entah ini benar atau perlu diperdebatkan lagi.
Tapi tak penting soal itu, yang jelas pencana pembangunan jalan tol di Ranah 
Minang ini muncul dari pemerintah pusat. Digagas Menteri Negara (Meneg) BUMN 
Dahlan Iskan melalui pendirian PT Jasa Marga Sumbar yang akan berinvestasi dan 
mengelola jalan tol tersebut.
Layaknya pembangunan jalan tol, tentu tak semudah yang dibayangkan. Tidak hanya 
soal biaya yang besar, tapi juga soal lahan, dan segala tetek bengek lainnya. 
Namun, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sudah merespon positif ide tersebut. 
Walau belum sampai membahas masalah teknis, namun keinginan itu sudah menjadi 
keinginan yang masih sangat mungkin untuk diwujudkan
Irwan menjelaskan, saat ini pemerintah masih memikirkan beberapa alternatif 
untuk pembangunan jalan tol ini. Ada beberapa opsi yang muncul ke permukaan, di 
antaranya, Duku-Sicincin, melewati tepi bukit, lalu sungai dan tembus ke Lembah 
Anai. Opsi kedua melewati Sicincin-Malalak, melewati kantor bupati Padang 
Pariaman dan tembus ke Ngarai Sianok.
Selain itu, pemerintah juga mengkaji untung ruginya pembangunan itu terhadap 
masyarakat yang ada di sekitarnya. Adanya rencana itu tampaknya juga memotivasi 
gubernur untuk mendorong penyelesaian pembebasan lahan jalur Sicincin-Malalak.
Kalau difikir-fikir, betul juga sindiran Menteri Kerja Raya Malaysia Datuk Seri 
Shaziman Bin Abu Mansor, ketika hadir di Cikampek, Jawa Barat, saat pencanangan 
pembangunan Tol Cikampek-Palimanan sejauh 116 kilometer. PLUS Expressway, 
operator tol Malaysia, kebetulan merupakan pemegang saham mayoritas ruas jalan 
tol terpanjang di Indonesia.
Datuk Seri Shaziman dengan aksen melayu yang kental berpidato cukup 
bersemangat. Suatu hal yang mengejutkan sekaligus menyindir Indonesia adalah 
saat Datuk Seri Shaziman mengungkapkan total panjang tol di Malaysia yang saat 
ini mencapai 1.900 km, padahal tahun 1980-an baru 219 km.
Mengejutkan, karena panjang tol di Indonesia yang wilayahnya jauh lebih luas 
belum melebihi 800 km. Ironisnya lagi, seperti disampaikan Dirut PT Jasa Marga 
Frans S Sunito, Malaysia belajar membuat jalan tol dari tol Jakarta-Bogor-Ciawi 
(Jagorawi) yang dikelola Jasa Marga.
Pembebasan lahan merupakan hal paling krusial. Ruwetnya pembebasan lahan 
membuat Indonesia tertinggal dari Malaysia. Betul kata Gubernur Irwan, 
percepatan pembebasan lahan untuk jalan tol adalah kunci jadi tidaknya tol di 
Sumbar.
Rugi besar kalau Sumbar tak memanfaatkan wacana ini. Karena jalan tol 
meningkatkan efisiensi dari mobilitas orang dan barang. Ada sebuah manfaat 
ekonomi.
Misalnya, Padang-Bukitinggi dalam kondisi normal ditempuh 2-3 jam. Dengan tol, 
waktu tempuh mungkin bisa dipangkas menjadi satu jam. Selain menguntungkan para 
“pebisnis” di daerah ini, dengan prasarana jalan tol yang ”mulus”, minimal juga 
ada efisiensi penggunaan bahan bakar untuk kendaraan, mengirit rem, dan 
memperlama usia pakai ban. Efisiensi. Karena itu, yang terpenting, Pemprov 
harus mengantisipasi terbangunnya tol. Raih peluang yang ada
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke