Ndak salah, kalo ado penyair nasional yang mangatokan...

KITA HIDUP DINEGERI PARA BEDEBAH...!!

Saatnyo mencari Soekarno mudo..
Nan anti asing, dan pro bangsa sendiri..
Saatnyo REVOLUSI....!

Dedi

Pada 2 Februari 2012 08:38, Darwin Bahar <[email protected]> menulis:

> Kompas, Kamis, 02 Februari 2012****
>
> Sri Palupi****
>
> Para pembantu Presiden SBY menepis tudingan bahwa Indonesia dijalankan
> dengan otopilot. Bahkan, Menko Perekonomian Hatta Rajasa memuji SBY sebagai
> pilot andal.****
>
> Alasannya, di tangan SBY, pertumbuhan produk domestik bruto 6,5 persen,
> peringkat utang meningkat, dan status layak investasi yang diberikan
> lembaga pemeringkat internasional.****
>
> Tak ada yang salah dengan pujian bahwa SBY pilot andal. Hanya saja, para
> pemuji SBY tutup mata terhadap kenyataan bahwa sebagai pilot, SBY salah
> masuk pesawat. Bukan pesawat RI yang ia terbangkan, melainkan pesawat asing
> yang memuat investor asing, komprador, koruptor, dan kalangan yang
> diuntungkan kebijakan promodal asing. Rakyat tertinggal di pesawat tanpa
> pilot, terombang-ambing di tengah badai korupsi dan investasi.****
>
> Pesawat asing****
>
> Pemerintahan SBY dikenal paling ramah melayani kepentingan asing. Tak
> heran, banyak pujian dari asing. Bahkan, demi mencapai target investasi,
> SBY rela mengorbankan kepentingan hajat hidup rakyat. Target investasi yang
> dibuat pemerintahan SBY Rp 3.100 triliun sampai 2014. Investasinya belum
> mencapai Rp 1.000 triliun, 75 persen sumber daya alam kita sudah dikuasai
> asing. Saham-saham penting milik negara sudah beralih kepemilikan ke
> korporasi asing.****
>
> Kepenguasaan asing di pertambangan emas, perak, dan tembaga mencapai 90
> persen. Sektor energi 90 persen dikuasai asing. Perbankan nasional juga
> jatuh ke tangan asing. Sektor telekomunikasi yang strategis, 90 persen
> dikuasai asing.****
>
> Rantai pangan Indonesia tak terlepas dari penguasaan asing. Aliansi untuk
> Desa Sejahtera mencatat, korporasi asing telah mengontrol perdagangan
> pangan Indonesia. Syngenta, Monsanto, Dupont, dan Bayer menguasai bibit dan
> agrokimia. Cargill, Bunge, Louis Dreyfus, dan ADM merajai pangan serat,
> perdagangan, dan pengolahan bahan mentah. Nestle, Kraft Food, Unilever, dan
> Pepsi Co mencengkeram pengolahan pangan dan minuman. Carrefour, Wal Mart,
> Metro, dan Tesco jadi penguasa pasar eceran pangan.****
>
> Produk petani dan industri dalam negeri tergusur produk impor. Pasar
> tradisional terdesak mal dan pusat belanja modern. Pedagang kecil
> kehilangan sumber hidup. Bahan baku industri yang berlimpah lebih banyak
> dinikmati asing. Negeri ini hanya jadi pasar barang industri bangsa lain
> sekaligus pemasok bahan baku industri negara lain. Penguasaan aset negara
> oleh asing dibuat mulus dengan banyaknya UU pro-kepentingan asing.****
>
> Amat banyak UU dibuat dengan mengabaikan amanat konstitusi. Setidaknya 76
> UU penting terkait hajat hidup rakyat dibuat dengan intervensi asing.
> Sebagai bangsa, praktis kita sudah kehilangan kedaulatan. Tak hanya atas
> bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Dalam berpikir
> dan menentukan masa depan sendiri pun, kita sudah defisit kedaulatan.
> Pertumbuhan ekonomi tinggi, peringkat utang meningkat, dan status layak
> investasi kebanggaan pemerintahan SBY tak sebanding dengan risiko dan harga
> yang harus dibayar bangsa ini.****
>
> Saat pemerintah membanggakan pertumbuhan ekonomi tinggi dan berbagai
> pujian pihak asing, saat itu pemerintah meningkatkan target pengiriman TKI
> ke luar negeri dan mengampanyekan program perluasan negara tujuan TKI.
> Lalu, untuk siapa pertumbuhan ekonomi tinggi dan derasnya arus investasi
> kalau rakyat terus didorong menjadi budak bangsa lain?****
>
> Pesawat otopilot****
>
> Sepanjang sejarah Republik, belum pernah rakyat ditelantarkan negara
> seperti sekarang. Warga mencuri sandal jepit, pisang, semangka, dan biji
> kakao hanya sedikit gambaran betapa buruk tingkat kesejahteraan. Jangankan
> sejahtera, jaminan rasa aman pun kian sulit didapat. Pembunuhan,
> perampokan, penculikan, pelecehan, dan perkosaan di tempat umum kian marak.
> Kekerasan atas nama agama dan keyakinan terus dibiarkan. Aparat negara
> sibuk menggendutkan rekening sendiri.****
>
> Yang disebut sebagai pembangunan kini tak lebih dari urusan memfasilitasi
> dan mendorong kalangan berduit gila berbelanja. Daerah sentra industri
> berubah wajah jadi daerah wisata belanja, dipadati dengan pusat belanja dan
> factory outlet yang memasarkan produk impor. Kawasan industri dan sentra
> industri kecil sepi. Pabrik-pabrik tutup.****
>
> Deindustrialisasi memaksa rakyat berjuang menciptakan lapangan kerja
> sendiri. Hampir 70 persen tenaga kerja di sektor informal. Buruh dipaksa
> menerima upah yang bahkan tak cukup untuk makan layak tiga kali sehari.***
> *
>
> Arus deras investasi yang dibanggakan pemerintahan SBY kian merampas hak
> hidup rakyat. Yang terjadi di Mesuji dan Bima hanya puncak gunung es
> konflik agraria yang tak pernah diselesaikan. Konsorsium Pembaruan Agraria
> mencatat: konflik agraria meningkat tajam dari 106 kasus (2010) menjadi 163
> kasus (2011), melibatkan 69.975 keluarga dengan luas areal konflik
> 472.048,44 hektar. Petani tewas meningkat dari 3 orang (2010) jadi 22 orang
> (2011). Ironis bahwa tanah, hutan, dan kekayaan alam diserahkan kepada
> pihak asing, sementara rakyat yang hanya mempertahankan sejengkal lahan
> dipaksa meregang nyawa.****
>
> Program memperbanyak pengiriman TKI yang dijalankan pemerintahan SBY
> sesungguhnya upaya menutupi kegagalan pemerintah membangun sektor
> pendidikan, pertanian, dan industri. Warga didorong bekerja di luar negeri:
> mayoritas pendidikan mereka SMP ke bawah.****
>
> Sementara itu, kapasitas dan integritas pemerintah dalam melindungi TKI
> sangat rendah. Pada 2011, misalnya, dari 16.014 TKI berkasus, 72,3 persen
> pulang dengan masa kerja kurang dari enam bulan. Mereka dipulangkan karena
> kurang terampil dan tak lolos tes kesehatan. Bahkan, pemerintah membiarkan
> perempuan hamil dipaksa berangkat. Pada tahun sama, sedikitnya 49.000 TKI
> diberangkatkan tanpa asuransi. Padahal, TKI dibebani biaya sampai Rp 25
> juta, termasuk untuk asuransi.****
>
> Kalau saja pilotnya andal, korupsi bisa diberantas ke akar: anggaran dan
> kekayaan alam benar-benar dikelola demi kemakmuran rakyat dan kita tak
> perlu lagi mengemis pekerjaan dari bangsa lain. Oh, pilot andal untuk
> rakyat baru sebatas doa....****
>
> Sri Palupi Ketua Institute for Ecosoc Rights****
>
> http://cetak.kompas.com/read/2012/02/02/02142161/pilot.yang.salah.pesawat*
> ***
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke