"Laa iqraha fid diin, qod tabbaya rusydu minal ghayyi ... (Tidak apa paksaan 
dalam memeluk agama Islam. Telah jelas perbedaan antara jalan yang benar dan 
yang sesat). Itu firman mulia Allah sendiri dalam Q:S: 2: 256.

Kadang-kadang masyarakat kita lebih suka terbebani "liabilities" seperti ini, 
ketimbang berkonsentrasi pada modalitas yang terabaikan, misalnya komunitas 
muslim di pulau Komodo, NTT.

Akhir Des lalu saya baru kembali dari sana, bersama beberapa kawan, membawa 
ratusan buku bacaan untuk anak-anak dan playground untuk bermain. 

Kita tahu, kontestasi New7Wonder melejitkan komodo (binatang) dan Pulau Komodo 
sebagai perbincangan level dunia. Tapi masyarakat pulau Komodo? (Dan masyarakat 
muslim di pulau-pulau Komodo sekitarnya?)

Mereka yg sudah pernah menginjakkan kaki di Rinca Island, Komodo Island dan 
sekitarnya akan melihat bukti nyata tentang one of the poorest region in this 
country. (Sekali lagi, 100 persen warga adalah Muslim). Di pulau Rinca, mereka 
sedang berupaya membangun sebuah masjid yang layak di pinggir pantai. Dan 
sedang kekurangan dana. Kurang sekali.

Sanak Palanta RN yang saya hormati, kapankah kita akan belajar pada kearifan 
Abdul Muthalib, kakeknda Rasul, ketika Abrahah ingin menghancurkan Ka'bah? 
Ketika seluruh masyarakat waswas, Kakek Muthalib percaya bahwa Allah sendiri 
yang akan menjaga rumah-Nya.

Begitu juga selama ini kita terlalu waswas, cemas, panik, sampai marah, melihat 
orang-orang yang ofensif terhadap Islam. Mulai dari mengaku atheis, sampai 
kartunis di seberang samudera, seakan-akan Islam bisa dinodai tanpa 
perlindungan kita. Apakah begitu? Sementara di saat yang sama banyak sekali 
tugas dan PR yang harus kita lakukan untuk meningkatkan kualitas umat, yang 
pernah dinisbatkan Nabi saw sendiri sebagai "banyak tapi seperti buih yang 
mudah tersapu ombak".

Moral of the story: Don't sweat the small stuff. Biarkan orang mengaku ateis. 
Bahkan seisi dunia mengaku ateis, tak akan mengurangi sedebu pun keagungan 
Allah Azza wa Jalla. Bahkan seisi dunia pun beriman, tak akan menambah sedebu 
pun kemuliaan-Nya.

Tugas kita, terutama yang mendapat amanah sebagai pejabat pemerintah, adalah 
memastikan kualitas hidup rakyat terjamin dengan baik. Jadilah seperti Khalifah 
Umar r.a. yang menangis melihat masih ada rakyatnya makan "sop batu". Itu tugas 
gubernur, bupati, dan ke bawahnya lagi, di semua wilayah yang menjadi amanah 
mereka.

Saya tak yakin kisah "sop batu" hanya terjadi di era Khalifah Umar bin Khattab 
saja. Jangan-jangan, di belakang rumah kita pun masih ada para tetangga yang 
menjerit menangis tak bisa lelap tidurnya di malam hari karena tak ada makanan.

Salam,

Akmal N. Basral
www.anaksejutabintang.com







Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Thu, 2 Feb 2012 04:40:34 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Aan Keok (?)



Proses Hukum Tetap Berjalan CPNS Atheis Mengaku Jera

Dharmasraya, Singgalang
Alexander Aan (30), seorang CPNS yang tak mengakui adanya Tuhan (atheis) 
mengaku kapok (jera) setelah bersua dengan Lembaga Kerapatan Adat Alam 
Minangkabau (LKAAM). Meski sudah kembali memeluk Agama Islam, proses hukum yang 
sudah dijeratkan kepadanya tetap berjalan.
“Alhamdulillah dia mau kembali ke Islam. Kita sudah dengar laporan verbal dia 
ingin kembali. Tapi proses hukum tetap berjalan karena kita negara hukum,” kata 
Bupati Dharmasraya Adi Gunawan saat dihubungi detikcom, Rabu (1/2).
Adi berharap Alexander kembali memeluk Islam dengan keyakinannya, bukan atas 
dasar paksaan. Adi mengarahkan masyarakat agar tidak lagi terprovokasi dengan 
hal-hal yang berkaitan dengan isu agama.
“Kita nggak tahu dia itu yakin (pada Islam)

atau tidak, dipaksa atau menyadari hal itu. Ya butuh proses. Tapi hukum tetap 
dijalankan,” ujarnya.
Menurut Adi, apa yang sudah dilakukan Alexander di jejaring sosial facebook 
sudah memenuhi tindak pidana. Polisi sudah mempunyai bukti-bukti tentang hal 
itu. “Dia mengaku keyakinan (atheis) dia atau tidak, polisi sudah punya alat 
bukti untuk proses hukumnya,” imbuhnya.
Alexander yang merupakan CPNS Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) 
Dharmasraya. Tindakan dia di jejaring sosial tersebut dinilai telah meresahkan 
masyarakat.
Alex membuka sebuah grup di facebook dengan nama Ateis Minang. Di grup itu, ia 
menulis sebagai Urang Minang nan indak picayo ka Tuhan, malaikat, setan, jin, 
antu balau, sarugo jo narako, sarato mitos-mitos apapun juga. Alex berhenti 
beragama pada 2008.
Ia lantas menulis tentang agama Islam dan menjelek-jelekkan Nabi Muhammad SAW. 
Perbuatan Alex memicu perdebatan di tengah masyarakat. Hingga akhirnya 
Alexander dipolisikan dan dijerat pasal 156 KUHP tentang penodaan agama. 
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke