Sato saketek. Menurut ambo dalam rangka mengembangkan moda transportasi dan infrastruktur, kito elok magkaji kebijakan Pemerintahan VOC dan Kolonial Hindia Belanda Menjadikan Pelabuhan Teluk Bayur sebagai salah satu Pelayaran Terkemuka di Pantai Barat Sumatera Barat. Pada waktu yang sama di Jawa, Pemerintah Koloinal Hindia Belanda mengembangkan moda transportasi pelayaran, Tanjung Periok, Tanjung Emas dan Tanjung Perak, Jalur Kereta APi Di Jawa Tengah, Serta Jalan Pantura. Kenapa di Sumatera (Khususnya Sumatera Barat) yang dikembangkan adalah Pelabuhan, yang didukung oleh Kereta Api dari Ombilin. Tentu banyak hal yang belum kita gali bersama. Refleksi Pemikiran tentang itu, baru dipergunakan untuk memilih dan membangun. Jangan mentang-mentang Provinsi lain berlomba-loba mengembangkan jalan tol, kito ikui pulo, "Bondong Aie, Bondong Dodak, Urang Ta Lonsong, Awak Handaknyo Tatagak"
________________________________ From: Abraham Ilyas <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, February 7, 2012 6:52 AM Subject: Re: [R@ntau-Net] Railbus Padang-BIM Segera Dikirim Angku Muljadi Ali Basjah, sarato dunsanak di palanta n.a.h. Satantangan "yo bana bamanjoan bana panduduak SumBar mah,....", iko ambo copaskan pulo pandapek Bundo Kanduang S.B, DR. Raudha Thaib sbb: Persoalan yang terjadi dalam dirinya adalah; masyarakat Minangkabau sekarang sudah berada pada era masyarakat perkotaan yang konsumtif, bukan lagi sebagai masyarakat produktif. Dalam pemikiran, masyarakat Minang tidak lagi berada di depan, tetapi sudah menjadi makmum dari pemikiran-pemikiran lain. Jika dulu, pemikir-pemikir Minang telah menjadi “imam” dalam perkembangan pemikiran di Indonesia, sekarang tidak lagi. Masyarakat Minang sekarang sudah menetap, tidak lagi “mobil” sebagaimana dulu konsep rantau diterapkan dalam segala aspeknya. Masyarakat Minang sekarang tidak lagi menjadi “investor” baik dalam pemikiran maupun perkembangan ilmu, tetapi menjadi “pedagang kaki lima”, menerima upah setelah sebuah proyek selesai. dicopas dari dari: http://nagari.or.id/?moda=palanta&no=109 Abraham Ilyas lk.66th. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
