Nyoba2 nulis di kompasiana.com


http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2012/01/31/kenaikan-upah-minimum-2012-suatu-dilematis/


Kenaikan Upah Minimum 2012 (Suatu Dilematis)

OPINI <http://www.kompasiana.com/posts/type/opinion/> | 31 January 2012 |
10:41[image: Description:
http://stat.ks.kidsklik.com/statics/images3.5/icon01.jpg]94 [image:
Description: http://stat.ks.kidsklik.com/statics/images3.5/icon02.jpg]0 [image:
Description: http://stat.ks.kidsklik.com/statics/images3.5/icon03.jpg] Nihil
 ------------------------------

Siapa sih yang nggak senang dengan kenaikan upah, Daerah Tangerang kenaikan
upah mencapai 30%, meskipun belum final karena Gubernur Banten dan beberapa
gubernur daerah lain di PTUN kan oleh Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia).

Kalau ditanya lagi beberapa buruh, senang nggak dengan kenaikan upah ini?
Sebagian besar menjawab “sangat senang, tapi!”, Ada tapinya, ditanya lebih
dalam lagi kenapa ada tapinya? Mereka menjawab lagi, perusahan bisa
bertahan nggak dengan upah segini?. Karena sebagian besar kita bekerja di
padat karya, jumlah buruh sekitar 4000 orang.

Lebih baik mana kita makan pakai telur seterusnya atau makan pakai ayam
cuma 1 minggu, habis itu tidak tahu mau makan apa lagi.

Ilustrasi saja,

Saya seorang buruh daerah Tangerang bekerja di sebuah pabrik sepatu brand
international, 99% produksi kita di Export. Hampir seluruh pabrik sepatu di
dunia ini sifatnya “JOB ORDER”, artinya si pengusaha pabrik di Indonesia
bekerja cuma menerima pesanan dari brand tersebut.

Logikanya pemberi order bisa saja menghentikan pesanannya sewaktu waktu,
penghentian pesanan bisa saja datangnya karena mereka nggak mampu
menjualnya, atau sipenerima nakal seperti yang pernah terjadi di salah satu
pabrik daerah Tangerang. Bisa juga si pemberi order memindahkan order nya
karena harga sudah tidak kompetitif lagi.

Hampir semua brand besar memesan order tidak dari satu Negara, Untuk sepatu
saat ini China, Vietnam, Indonesia dan sedang dijajaki Bangladesh, Laos,
Cambodja dan Amerika latin.

Indonesia sebenarnya sudah mulai industri sepatu dari tahun 1990 an,
sekitar 10 tahun yang lalu lari ke China dan baru 4-5 tahun yang lalu
kembali ke Indonesia.

Kalau kita lihat kenapa mereka lari dan kembali lagi, sudah dapat
dipastikan kompetitif price, ketika China mulai buka pabrik sepatu, labor
cost sangat rendah sehingga si pemesan order berbondong bondong pesan ke
China, selain labor cost yang rendah juga banyaknya kemudahan yg mereka
dapat dari pemerintah China.

China mulai berkembang mereka mulai menjajaki industri  teknologi  tinggi,
industry padat karya bukan fokus utama lagi sehingga upah juga meningkat,
dan China bukan tempat yang kompetitif lagi bagi pemesan order.

Indonesia di lirik lagi karena kita mengalami krisis dan upah mulai
kompetitif, dibantu lagi karena China dan Vietnam terkena politik anti
dumping dari Eropa, walaupun produksinya lebih murah tapi tarif masuk ke
Negara itu lebih tinggi sehingga barang dari Indonesia walaupun mahal tapi
jatuhnya lebih murah sampai ditempat. (landed cost)

Maka berbondong bondong lagi mereka memesan order ke Indonesia.

Tahun lalu Eropa tidak memperpanjang anti dumping terhadap Vietnam, maka
Vietnam jauh lebih kompetitif daridapa Indonesia.

Sebagai gambaran untuk sepasang sepatu yang di pesan ke Indonesia dan
Vietnam, FOB Indonesia sampai satu dollar lebih tinggi di dibanding dengan
FOB Vietnam. Ini belum terhitung dengan UMP baru.

Indonesia mulai tidak kompetitf lagi. Akan kah peristiwa 7-8 tahun lalu
terjadi lagi satu persatu pabrik padat karya tutup karena pesanan
dipindahkan ke Vietnam, daerah baru Kambodja, Amerika latin.

Semua yang saya tuliskan di atas adalah jangka panjang.

Jangka pendeknya apa?, biasanya penerima order sudah deal harga jauh hari
sebelumnya, Sipenerima order sepakat harga dengan pemberi order 6 bulan
sebelumnya, paling tidak 3 bulan sebelumnya.

Dalam menyetujui harga, sipenerima order estimasi kenaikan upah sekitar
10%, karena ini rata2 kenaikan tiap tahun.

Tapi 2012 kenaikan sampai 30% di Tangerang, pengusaha harus menombok untuk
bisa produksi, untuk menjaga komitment tetap produksi, kalau tidak sanggup
nggak ada pilihan tutup.

Kenaikan di tangerang dengan nominal Rp. 392.000 dari prediksi kenaikan
Cuma Rp.100.000, berarti harus nombok Rp. 292.000, hitung kasar saja
karyawan tidak ada lembur denga karyawan 4.000 orang, pengusaha akan nombok
1,17 milyar per bulan. (upah sektoral sepatu 1,682,065 tahun ini, tahun
lalu upah 1,290,000)

Sampai seberapa lama bisa subsidi untuk bisa bertahan?.

Kembali ke awal pertanyaan mendasar, sejahtera kah buruh dengan kenaikan
upah sebesar ini?

Jawaban masih belum pasti, bisa ya bisa tidak.

Kalau pedagang juga menaikkan harga beras 30%, dan Komponen kebutuhan layak
hidup 30%, kita akan berada di minimum lagi. UMP di hitung berdasarkan
kebutuhan layak hidup.

Akan kah kita akan mengejar nilai, angka rupiahnya. Semisal UMP kita
10juta, wow nilai fantastis tentunya  tapi kita harus membelanjakan nilai
yang sama untuk dapat hidup layak.

Dimana pokok permasalahannya.

Semrawutnya Negara ini, yang tidak bisa menata perekonomian. Tidak bisa
menahan lajunya kenaikan komponen untuk mendapat hidup layak, upah menjadi
kendaraan politik para raja2 kecil, tahun ini raja kecil mesti dipilih
untuk menyenangkan rakyat jelata supaya dipilih dikasih hadiah kenaikan
upah, ini efek domino, kenapa tetangga kita bisa naik tinggi, kita juga
harus menuntut tinggi, tumpah ruahlah ke jalanan, supaya raja kecil
kelihatan seperti dewa, dinaikkandisetujui lah permintaan. (Kali ini
Jakarta sebagai pemicu, menaikkan upah sampai 18,5%, Tangerang, bekasi jadi
efek domino)

Uang yang harus dipakai membangun infrastruktur dipakai untuk memperkaya
diri.

Kenapa kita tidak turun ke jalan supaya pemerintah mengendalikan harga
pasar sehingga harga bisa turun, menata ekonomi, uang Negara buat
infrastruktur tidak dikorupsi.

Secara nilai upah tidak naik, tapi secara aktual kita di akhir bulan masih
punya sisa setelah memenuhi hidup yang layak, karena harga2 komponen layak
hidup turun.

Upah tidak naik dan stabil, investor akan berdatangan, pertumbuhan tenaga
kerja tertampung, nggak perlu lagi orang Indonesia menjadi  TKI.

Mari berpikir jernih.

(Seorang buruh di Tangerang)

-- 
Salam
Is St. Marajo, 43an, Sikumbang, Sungai Pua, Tangerang

www.cimbuak.net
#KAMPUANG JAUAH DIMATO DAKEK DIJARI#

Blog :
http://urangminang.wordpress.com
http://palantaminang.wordpress.com

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke