Padang, Singgalang, Tanggal 08 February 2012

Untuk pembangunan jalan tol dari Padang-Bukittinggi-Pekanbaru
dibutuhkan lahan seluas 1.210 hektare. Dengan panjang jalan 242 Km
lebar 2×25 meter menelan biaya sebanyak Rp21 triliun lebih. Untuk itu
diperlukan kesepakatan bersama antara kabupaten/kota yang dilewati
jalan tersebut.

Demikian yang mengemuka dalam rapat koordinasi kabupaten/kota serta
instansi terkait untuk pembangunan jalan tol di Sumbar, Senin (6/2)
malam di gubernuran. Seperti dalam rencananya, jalan tol
Padang-Bukittinggi-Pekanbaru nantinya, melewati beberapa
kabupaten/kota, Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Padang Panjang,
Agam, Bukittinggi, Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

Dari bupati dan walikota yang hadir dalam rapat tersebut hanya Bupati
Agam Indra Catri yang agak pesimis untuk pembebasan lahan. Karena
menurutnya, persoalan sosial yang muncul nantinya akan sangat komplek.
Untuk itu ia menawarkan solusinya menggunakan jalur Sicincin-Malalak.
“Maaf, ini memang perdebatan, tapi perlu saya sampaikan, jika jalan
tersebut melewati daerah dari Padang Panjang langsung ke Bukittinggi
melalui rel kereta api itu sudah pasti kami tidak bisa. Karena dampak
sosial yang akan muncul itu banyak. Kami tidak bisa memastikan apakah
lahan itu bisa dibebaskan. Karena kami sudah banyak pengalaman untuk
membebaskan lahan ini,” sebut Indra Catri.

Sementara Walikota Payakumbuh, Josrizal Zain menilai rencana tol itu
adalah sebuah mimpi yang harus diwujudkan. Karena tol tersebut bisa
menjadi urat nadi baru dalam pembangunan ekonomi Sumbar ke depan.

Hal yang sama juga dikatakan, Walikota Padang H. Fauzi Bahar dan
Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni yang terlambat hadir malah sudah
lebih dulu mensosialisasikan kepada masyarakat terkait pembangunan
jalan tol tersebut. Sedang Walikota Padang Panjang, Suir Syam yang
hadir tidak banyak bicara. Ketika ditanya Asisten II Setprov Sumbar
Syafrial, Suir Syam menjawab belum ada masukan.

Sedikit gambaran pembicaran itu lebih banyak terkait untuk menentukan
di mana jalan tersebut dibangun. Serta terkait dengan sulitnya
membebaskan lahan. Ada wacana untuk membangun melewati daerah hutan
saja, ada juga wacana untuk meniti jalur kereta api yang sudah mati.
Panjangnya pembicaraan itu akhirnya gubernur menyerahkan penyusunan
program itu pada sebuah tim kecil yang diketuai oleh Ketua Bappeda
Sumbar, Prof. Rahmat Sani.

“Tim kecil ini terdiri dari gabungan beberapa SKPD dan berada di bawah
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar. Hasil kajian
dan survei tim ini menjadi bahan pembahasan dengan Menteri Negara
(Meneg) BUMN di Palembang nantinya. Jika Jasa Marga tidak serius kita
bisa tawarkan pada investor swasta,” terang Gubernur Irwan Prayitno,
usai rapat koordinasi dimaksud.

Menurut gubernur, kajian dan analisis meliputi, penentuan jalur
(trase) alternatif jalan tol, penyiapan dokumen perencanaan seperti
Feasibility Study (FS), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal),
UKL/UPL, masterplan dan DED.

Pembangunan jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru akan menggandeng PT
Jasa Marga sebagai investor. Melalui pembentukan anak perusahaan PT
Jasa Marga Sumbar, Pemprov Sumbar memasukkan dana sharing sebagai
saham nantinya. Sementara, kerja sama yang akan dijalin menggunakan
sistem Build Operate And Transfer (BOT) dengan jangka waktu 30 tahun.

Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman
(Disprasjaltarkim) Sumbar Suprapto menyebutkan, Pasal 44 UU No 38
Tahun 2004 tentang Jalan menyatakan, jalan tol merupakan bagian dari
sistem jaringan jalan umum yang menjadi lintas alternatif. “Rencana
umum jaringan jalan tol merupakan bagian tidak terpisahkan dari
rencana umum jaringan jalan nasional dan ditetapkan melalui peraturan
pemerintah (PP),” terangnya.
Sementara, penentuan tarif tol, jelas Suprapto, dihitung berdasarkan
kemampuan bayar pengguna jalan, besar keuntungan biaya operasional
kendaraan dan kelayakan investasi.
Karena memang sudah saatnya ada jalan tol, makanya program yang
direncanakan berjalan di tahun 2024 ini ditarik menjadi tahun 2014.

Suprapto mengungkapkan, manfaat pembangunan jalan tol
Padang-Bukittinggi-Pekanbaru dapat mempercepat waktu tempuh perjalanan
Padang-Bukittinggi dari tiga jam menjadi 1,5 jam. Jalan tol tersebut
juga mendukung percepatan pertumbuhan sektor pariwisata, perekonomian,
pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Manfaat lain kehadiran jalan tol, juga dapat memaksimalkan manfaat
pembangunan jembatan Kelok Sembilan dan rencana pembangunan jembatan
Ngarai Sianok yang menghubungkan Provinsi Sumbar dengan Riau.
Jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru juga dapat melancarkan akses
transportasi darat bagi kabupaten kota se-Sumbar, menuju jalur
transportasi lintas timur yang berada di wilayah Provinsi Riau sebagai
koridor lintas Pulau Sumatra. Selain itu, juga membuka peluang pasar
di Provinsi Riau dan daerah sepanjang Selat Malaka yang menjadi
kawasan perdagangan internasional.

Tantangan yang paling berat dihadapi menurut Suprapto adalah,
pembebasan lahan yang memakan waktu tiga tahun (2015-2017). “Lebar
jalan tol nanti 50 meter. Panjangnya 242 kilometer. Sementara
kebutuhan lahannya seluas 1.210 hektare,” tambahnya. (401)

http://hariansinggalang.co.id/tol-padang-pekanbaru-berbiaya-rp21-triliun/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke