Sebelumnya, saya jadi terpaksa bertanya; apakah planetizen berafiliasi dengan freemason? kok aksara 'A' dalam logo-type nya digunakan jangka...
Tulisan mengenai ekonomi informal sebenarnya cukup banyak dimuat dalam media massa.. jadi jangan khawatir bahwa ada kelompok media yg mewaspadai ekonomi informal... bahkan media cetak sangat bergantung pada ekonomi informal... lah loper koran itu apa formal?? (bayar pajak dsb.) Apa pula yg menjadi kriteria ekonomi informal? (tentu beda dengan ekonomi illegal) Ibu mertua saya sering menerima orderan kue dan nasi kebuli, misalnya, dan semenjak menjanda tetap bisa menyekolahkan 4 anaknya ke jenjang Sarjana... tapi jelas tidak membayar pajak penghasilan, tidak punya SIUP dan tidak pake surat-2 lainnya... Di Bandung, ada beberapa alumni ITB yg selepas kuliah dan 'magang' di lab, akhirnya membuka studio kecil-2an yg menerima out-sourcing dari konsultan-2 beken dan dosen-2... tentu saja tidak bayar pajak, tidak pake ijin usaha dan lainnya... menurut saya ini juga informal... lalu tentunya yg menjadi bahan berita adalah PKL yg di-tram-tib-kan... di ps. Senen beberapa bulan lalu malah lebih ngawur lagi... para PKL yg tergusur banyak yg menerima kredit dari Dinas UKM DKI Jakarta !!?? Jadi PKL itu, di-amini oleh Dinas UKM, tapi dibrantas oleh dinas TramTib,... DKI itu punya gubernur ga siih?? Saya setuju bahwa ekonomi informal bukan masalah... bahkan solusi, ketika krisis ekonomi menghantam 'real wage level' hingga susut 60-70% angka penggangguran bisa ditekan justru oleh ekonomi informal... fenomena fisiknya adalah cafe tenda, lalu ketika mulai pulih perekonomian, jadi kafe tenda semanggi dst.... pada saat itu, PKL bukanlah suatu yg melulu 'marjinal'... artis-2 berlomba utk menjual sensasi... padahal makanannya sih kalengan. Namun ada masalah lain/lanjutan: bagaimana dengan ruang? Kalau jawaban mudah adalah; ya pemerintah memberi ruang.. yg saya amati sekarang ini, para pengelola Mall diwajibkan menyisihkan ruang usaha dan diatur oleh dinas UKM... walhasil terjadi formalisasi.. salam, -K- Harya Setyaka Duren Tiga Selatan 89 Jakarta INDONESIA ----- Original Message ---- From: Deden Rukmana <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, May 9, 2007 6:56:08 AM Subject: [referensi] Sektor informal Rekan2 semua: Perkenankanlah saya menyampaikan tulisan saya yg dimuat di Planetizen (www.planetizen. com) minggu ini berjudul "Urban planning and the informal sector in developing countries". Inti dari tulisan tersebut adalah kita mesti mengakomodasikan sektor informal dalam perencanaan ruang kota bukannya malah dieliminasi. Mereka adalah bagian penting dari ekonomi kota. Penggusuran bukanlah solusi terbaik tetapi hanya memindahkan masalah atau malahan meruwetkan konflik antara pelaku sektor informal dengan pihak penegak hukum. Saya sendiri tidak memiliki pengalaman riset mengenai sektor informal di Indonesia. Tulisan ini merupakan sari dari beberapa pemikiran sebelumnya yg pernah disampaikan oleh Hernando de Soto ataupun Ananya Roy dan Nezar Alsayyad. Satu riset ttg sektor informal dari urban environmental perspective yg dilakukan oleh Perera and Amin (Journal of Environmental Management, 1996) juga menambah keyakinan saya pentingnya mengakomodasi sektor informal dalam perencanaan kota. Ide serupa pernah saya sampaikan ke Kompas sekitar 2-3 tahun yl. dan mereka tidak tertarik untuk memuatnya. Apakah ini dapat mewakili resistensi dari kelompok masyarakat yg tidak menginginkan sektor informal di ruang kota? Saya tidak yakin persis. Hanya ketika saya kirim tulisan tersebut ke Urban Poor Consortium, mereka berkenan memuatnya. Hal lainnya yang saya sampaikan dalam tulisan tersebut adalah fakta yang menunjukkan bahwa dua grand teori perkotaan selama ini -urban ecology of the Chicago School and post-modern urbanism of the Los Angeles School- adalah berakar dari kota-kota di negara maju. Urban informality bukanlah bagian dari kedua grand teori perkotaan tersebut, sehinggga perlu adanya teori perkotaan baru yg memasukkan sektor informal sebagai komponen pentingya. Saya yakin diantara rekan-rekan di milis ini ada yang memiliki pengalaman mengenai sektor informal ini. Saya tunggu komentarnya. Terima kasih. Salam, Deden Rukmana Indonesia's Urban Studies <!-- #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;} #ygrp-text{ font-family:Georgia; } #ygrp-text p{ margin:0 0 1em 0;} #ygrp-tpmsgs{ font-family:Arial; clear:both;} #ygrp-vitnav{ padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;} #ygrp-vitnav a{ padding:0 1px;} #ygrp-actbar{ clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;} #ygrp-actbar .left{ float:left;white-space:nowrap;} .bld{font-weight:bold;} #ygrp-grft{ font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;} #ygrp-ft{ font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666; padding:5px 0; } #ygrp-mlmsg #logo{ padding-bottom:10px;} #ygrp-vital{ background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;} #ygrp-vital #vithd{ font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;} #ygrp-vital ul{ padding:0;margin:2px 0;} #ygrp-vital ul li{ list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee; } #ygrp-vital ul li .ct{ font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;} #ygrp-vital ul li .cat{ font-weight:bold;} #ygrp-vital a { text-decoration:none;} #ygrp-vital a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor #hd{ color:#999;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov{ padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;} #ygrp-sponsor #ov ul{ padding:0 0 0 8px;margin:0;} #ygrp-sponsor #ov li{ list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov li a{ text-decoration:none;font-size:130%;} #ygrp-sponsor #nc { background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} #ygrp-sponsor .ad{ padding:8px 0;} #ygrp-sponsor .ad #hd1{ font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor .ad a{ text-decoration:none;} #ygrp-sponsor .ad a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor .ad p{ margin:0;} o {font-size:0;} .MsoNormal { margin:0 0 0 0;} #ygrp-text tt{ font-size:120%;} blockquote{margin:0 0 0 4px;} .replbq {margin:4;} --> __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

