Mungkin jangan dicampur adukkan antara formality in paper dengan masalah ketertiban dan keamanan,...
kalau Dinas UKM memberikan kredit usaha kecil, bukan berarti mereka bebas berjualan secara tidak tertib,.. mungkin begitu alasannya mestinya tata ruanglah yang mengakomodasi itu..... memberikan ruang kepada sektor informal, dengan mengalokasikan ruang khusus buat mereka,... kalau si sektor informal melakukan usaha di luar allocated space itu, silahkan ditertibkan,... di depan kantr saya juga ada tukang koran yang kemaren menggunakan seuah papan untuk menjajakn koran, tapi sekarang udah pake gerobak dengan stiker dinas UKM... salam, dwiagus Haryasetyaka <[EMAIL PROTECTED]> wrote: di ps. Senen beberapa bulan lalu malah lebih ngawur lagi... para PKL yg tergusur banyak yg menerima kredit dari Dinas UKM DKI Jakarta !!?? Jadi PKL itu, di-amini oleh Dinas UKM, tapi dibrantas oleh dinas TramTib,... DKI itu punya gubernur ga siih?? Saya setuju bahwa ekonomi informal bukan masalah... bahkan solusi, ketika krisis ekonomi menghantam 'real wage level' hingga susut 60-70% angka penggangguran bisa ditekan justru oleh ekonomi informal... fenomena fisiknya adalah cafe tenda, lalu ketika mulai pulih perekonomian, jadi kafe tenda semanggi dst.... pada saat itu, PKL bukanlah suatu yg melulu 'marjinal'... artis-2 berlomba utk menjual sensasi... padahal makanannya sih kalengan. Namun ada masalah lain/lanjutan: bagaimana dengan ruang? Kalau jawaban mudah adalah; ya pemerintah memberi ruang.. yg saya amati sekarang ini, para pengelola Mall diwajibkan menyisihkan ruang usaha dan diatur oleh dinas UKM... walhasil terjadi formalisasi.. salam, -K- Harya Setyaka Duren Tiga Selatan 89 Jakarta INDONESIA ----- Original Message ---- From: Deden Rukmana <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, May 9, 2007 6:56:08 AM Subject: [referensi] Sektor informal Rekan2 semua: Perkenankanlah saya menyampaikan tulisan saya yg dimuat di Planetizen (www.planetizen. com) minggu ini berjudul "Urban planning and the informal sector in developing countries". Inti dari tulisan tersebut adalah kita mesti mengakomodasikan sektor informal dalam perencanaan ruang kota bukannya malah dieliminasi. Mereka adalah bagian penting dari ekonomi kota. Penggusuran bukanlah solusi terbaik tetapi hanya memindahkan masalah atau malahan meruwetkan konflik antara pelaku sektor informal dengan pihak penegak hukum. Saya sendiri tidak memiliki pengalaman riset mengenai sektor informal di Indonesia. Tulisan ini merupakan sari dari beberapa pemikiran sebelumnya yg pernah disampaikan oleh Hernando de Soto ataupun Ananya Roy dan Nezar Alsayyad. Satu riset ttg sektor informal dari urban environmental perspective yg dilakukan oleh Perera and Amin (Journal of Environmental Management, 1996) juga menambah keyakinan saya pentingnya mengakomodasi sektor informal dalam perencanaan kota. Ide serupa pernah saya sampaikan ke Kompas sekitar 2-3 tahun yl. dan mereka tidak tertarik untuk memuatnya. Apakah ini dapat mewakili resistensi dari kelompok masyarakat yg tidak menginginkan sektor informal di ruang kota? Saya tidak yakin persis. Hanya ketika saya kirim tulisan tersebut ke Urban Poor Consortium, mereka berkenan memuatnya. Hal lainnya yang saya sampaikan dalam tulisan tersebut adalah fakta yang menunjukkan bahwa dua grand teori perkotaan selama ini -urban ecology of the Chicago School and post-modern urbanism of the Los Angeles School- adalah berakar dari kota-kota di negara maju. Urban informality bukanlah bagian dari kedua grand teori perkotaan tersebut, sehinggga perlu adanya teori perkotaan baru yg memasukkan sektor informal sebagai komponen pentingya. Saya yakin diantara rekan-rekan di milis ini ada yang memiliki pengalaman mengenai sektor informal ini. Saya tunggu komentarnya. Terima kasih. Salam, Deden Rukmana Indonesia's Urban Studies --------------------------------- Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? Check out new cars at Yahoo! Autos. B. Dwiagus Stepantoro Jakarta, INDONESIA http://bdwiagus.blogspot.com Just be open,... who knows lightning will strike!! --------------------------------- Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? Check outnew cars at Yahoo! Autos.

