Yang terhormat Pak Risman Maris, saudaraku Benedictus Dwiagus S, serta milister
semua.
Pak Risman, Saya ini Pemuda (eh Pria berjenggot) yang numpang mobilnya P Eka
waktu kumpul-kumpul tgl 25 Oktober 07.
Saudara Dwiagus, ini lho tulisan yang menggairahkan. P Risman ini pasti akan
mengeluarkan ilmunya bila kita serang dengan jurus apapun, sehingga kita perlu
jurus-jurus agar balasan P Risman menjadikan kita makin semangat mengikuti
milist ini. Mohon maaf, sy tulis perasaan saya. Itu hanya untuk menggambarkan
perasaan saya.
P Risman yang terhormat.
Semua Ilmu, Idiologi dan Agama yang diyakini kebenarannya pernah mengalami
tragedi. Bangsa Indonesia pernah mengalami tragedi tahun 1965, Kerusuhan di
Kalimantan dan Maluku, Umat Islam juga pernah perang saudara Antara Sayidina
Ali dan Ummul Mukminin Siti Aisyah (Perang Jamal), dan perang antara Sayidina
Ali dengan Muawiyah. Semua sejarah itu menunjukkan adanya ketidakberesan dalam
memahami Ajaran yang benar.
Pemahaman yang salah karena kepentingan sempit (hanya ambil keputusan dari
informasi satu layer yaitu benar-salah) dan jangka pendek (mungkin hanya seumur
jabatan, dan tidak sampai pada hari akhir).
(Dan saya berharap kita hanya berperang dalam milis ini. Dan saat berjumpa
berkata " OOO iiini teman diskusiku")
Agar bencana penyalahgunaan kebenaran yang bersifat otoritas tidak terjadi
lagi, maka salah satu langkah saya adalah menganggap setiap pemahaman hanya
sebagai sebuah layer dalam ALUTSISTA. Begitu juga pemaknaan saya terhadap
BHINNEKA TUNGGAL IKA TAN HANA DARMA MANGRVA harus dianggap sebagai sebuah layer
dan akan semakin tajam maknanya dengan adanya tambahan layer lain.
Dalam UUPR 26 tahun 2007 ditetapkan bahwa JangkaWaktu Perencanaan adalah 20
tahun. Dalam prosesnya ada tujuan yang akan dicapai dalam waktu 20 tahun,
dengan tahap-tahap (sasaran-sasaran) pada tahun ke 5, ke 10, dan ke 15. Dan ada
sasaran tahunan. Saya setuju dengan cara mengklasifikasi tujuan tersebut.
Itulah "Berbeda-beda menuju yang tunggal".
Dalam hirarki perencanaan:
Cita-cita Nasional/Tujuan Nasional (ada 3 dlm pembukaan UUD) << Tujuan
Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) << Tujuan Jangka Menengah (RPJM) << Renja
Tahunan.
Hal ini juga merupakan pengejawantahan BHINNEKA TUNGGAL IKA. Apapun
langkah-langkah yg akan dilakukan dalam Renja adalah untuk mencapai tujuan2
dalam RPJM, dan dengan tercapainya tujuan2 dlm RPJM akan menjamin tercapainya
tujuan2 dlm RPJP, dan tercapainya tujuan2 dlm RPJP akan menjamin semakin
dekatnyanya TUJUAN NASIONAL.
Agar bencana-bencana akibat penyelewengan Idiologi dan kebenaran tidak terjadi
lagi, saya mengusulkan dan akan berjuang agar kita (Para Planner) dan
khususnya para milister, dengan sudut pandang multidimensi dan cara pikir yang
komprehensif dengan alutsista (alat utama Sistem Analisa) Perencanaan untuk
mencapai Tujuan Nasional (Masayarakat Adil Makmur berdasarkan Pancasila dalam
bingkai NKRI, dengan sasaran :
1. Daerah-daerah tertinggal berkembang menjadi daerah mandiri
2. Berkurangnya Korupsi
3. Tercapainya Pertumbuhan Wilayah yang seimbang, dinamis dan berkelanjutan
4. dll yang biasa ditulis dalam tujuan-tujuan proyek
Bagaimana Caranya?
Ayo baca lagi dan pahami dan ejawantahkan dalam praktek tulisan Begawan
Abhiyasa dan Kesatrianya Bambang Tata Samiaji, untuk mempengaruhi kebijakan
Fiskal, RPJM dan produk2 rencana yang kita susun.
Ikuti ide-ide Pak Rofiq
Dan yang paling mudah ikuti terus milist ini.
Saya sdg berusaha keras melakukan ujicoba ALUTSISTA (overlay) Membangun Daerah
tertinggal, dengan layer ide yang buanyak sekali. Untung Pak Risfan Munir
pernah memberi mantera pada saat pertemuan 25/10/07 yaitu kartu metaplan. Jadi
langkah satu adalah sedang akan memindahkan ide-ide kedalam kartu metaplan
(maklum akhir tahun). Mohon doa restu.
Sekali-sekali provokasi peserta milist ini dengan dengan isyu-isyu praktek
perencana atau cara pikir perencana atau pengalamannya dalam berpraktek.
Salam
Hesthi Raharja
Sangat mendukung, CINTA mendasari segala, sekaligus tujuan segala, juga
tata-cara segala. Tak ada kerja yang berhasil jika tak didasari rasa cinta akan
pekerjaan itu --- beserta segenap manusia pelaku dan lingkungan terkait. Tanya
Mpu (Begawan) Aby(asa).
Memperoleh penegasan, teknik overlay adalah salah satu alusista (alat utama
sistem senjata) para perencana; saya tambahkan, dengan demikian sangat bisa
berguna dan disalah-gunakan. Maka TUJUAN dalam merencana menjadi sangat
penting, mau untuk kepentingan diri sendiri/kelompok, atau kemaslahatan umum
(general public)?
Berterima kasih, memperoleh kelengkapan "BHINNEKA TUNGGAL IKA TAN HANA DARMA
MANGRVA" dengan artinya ”Berbeda beda akan menuju kepada yang Ika, itulah
kebenaran yang tidak mendua (TAK ADA KEBENARAN MENDUA)”. Asli dari Mpu
Tantular? Saya garisbawahi akan menuju kepada, yang menandakan sebuah proses,
bukan produk. Seperti juga TUJUAN adalah proses, dibandingkan dengan SASARAN
yang adalah produk. Maka yang kita sebut TUJUAN itu mengandung sejumlah
SASARAN, jadi wujudnya tidak lain adalah sekumpulan SASARAN. Yang disebut
terakhir ini, mudah diwujudkan dan terukur dalam kehidupan sehari-hari
lapangan, sedangkan TUJUAN bersifat ”sesuatu yang tak henti-hentinya dikejar”.
Kami pernah ’terpaksa’ mengkategorikannya pula ke TUJUAN DASAR, TUJUAN AKHIR,
TUJUAN ANTARA, etc demi bisa ”bunyi” dalam dokumen rencana, utamanya waktu
perlu menjawab kapan/bilamana? Akibatnya tentu perlu pula mengenal SASARAN
DASAR, SASARAN AKHIR, SASARAN ANTARA. Nah, Pak Aby
sering menghimbau produk rencana untuk menghapus kemiskinan dan memberantas
pengangguran: ok, apakah sasaran-sasarannya, dalam container tujuan yang
tingkat mana? Nanti physical planners berkontribusi menjelaskan di mana.
Satu dekade lalu pernah saya harus berpikir keras menjawab pertanyaan, apa
filosofi dasar penataan ruang di Republik Indonesia Merdeka, yang menjadi
penyebab ’nggak ade matinye itu? Saya coba jual ide: Merdeka, Tropika, dan
Bersama. Tropika adalah lingkungan fisik kita, nasib wilayah beginian di
seluruh dunia adalah menjadi jarahan sumber alam untuk bangsa sub-tropik dan
iklim dingin (ingat Maya, Inca, Kenya, empatperlima Afrika? Untuk tak menyebut
Indonesia, Philipina, Malaysia!). Bersama adalah sifat asli bangsa --- ada isi
”gotong-royong” di situ, ada pula isi ”Sabang dicubit, Merauke sakit, Yogya
bangkit”. Harap periksa Files milis, dalam directory saya, makalah Commonality.
Yang agak sulit diterima (oleh para texbook thinkers atau yang bertulang-sumsum
budaya ”Barat”) adalah konotasi NKRI tentang ”Merdeka”. Itu tidak semata-mata
independence, tetapi kemerdekaan yang dipertanggung- jawabkan kepada Tuhan yang
Maha Esa (vide preambul UUD 45 dan Pancasila). Sehingga juga tidak semata-mata
bebas berkelakuan praxis segala macam demi ”pursuit of happiness” setiap orang
menurut deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat. Termasuk adab tata cara menulis
di sebuah milis.
Kelanjutannya jadi menarik. Demi komunikasi dengan budaya Barat, yang kita akui
merajai segala di dunia sekarang, saya lihat bahasa Inggerisnya Bhinneka
Tunggal Ika yang umum, yakni Unity in Diversity. Bandingkan dengan motto negara
Amerika Serikat E Pluribus Unum, yang mereka sendiri artikan, Out of Many, One.
Dapatkah terdeteksi Hesthi, bagaimana aplikasi jahat dari bhinneka tunggal ika
bisa menjurus ke penyeragaman (baca: pendiktean) segala macam, seperti pernah
kita alami 32 tahun? Dan aplikasi jahat dari e pluribus unum dapat menjurus
kepada Bush, Amerika hanya hidup kalau selebihnya dunia mati, dua ratus tahun
gunboat policy for democracy, coca cola kapan saja di mana saja, dan Microsoft
tak boleh diganggu-gugat ”hak kepemilikan intelektualnya”, bahkan berlaku
philantropik lebih karena meringankan pajak, bukannya tersebab mengamalkan
perintah Tuhan. Maka kalau tahu negatifnya, tentu kita bisa berusaha ke arah
aplikasi yang positif. Itulah makna
perlombaan kebudayaan, ”Indonesia di Barat, Amerika Serikat di Timur”.
Baik kita perdalam bersama, semuanya terjabar ke isi toolkit perencana,
menjiwai keseluruhan proses penataan ruang, dan memberi batasan tegas kepada
jenis-jenis overlay mana-mana yang ”mengurangi luasnya areal layer yang buruk
... atau memperluas areal layer yang baik... ” dalam benak kita.
Wassalam,
RMaris
________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/