Oak Eka dan milister ysh,

Informasi tentang perkembangan Papua saat ini, termasuk (perkiraan)
Penerimaan dan Pengeluaran APBD Papua 2008 insyaAllah akan saya informasikan
kepada milister setelah nanti bersua dengan beberapa anggota DPRD Papua yang
kebetulan akan mengikuti pelatihan di LPEM-FEUI minggu depan. Kebetulan saya
sebagai salah seorang instructor untuk regional economic development. Saya
sudah titip pesan untuk bawa bahan-bahan tentang (rencana) APBD Papua
yang tidak confidential. Senang juga ya ada milister bisa copy darat dan
silaturahmi di Salemba 4,  bincang informal dengan rombongan, sambil ngopi
di Cafe Salemba sore hari.

Wassalam,

Nuzul Achjar

On Nov 22, 2007 3:45 PM, ekadj05 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>   Pak Rofiq ysh,
> Kemarin saya sempat bertemu dengan Pak Obed Albert Sroyer, mantan
> Bupati Biak 1999-2004, sekarang menjadi anggota DPRP (DPR Papua).
> Cukup lama mengobrol tentang Biak. Disebutkan bila industri perikanan
> itu dulunya merupakan 'terbesar di Pasifik', dan collapse karena
> alasan harga BBM tinggi. Sepertinya alasan pasien BPPN itu lebih
> cocok ya.
> Beliau pensiunan DPU Irian Jaya, alumnus Delft, dan meletakkan dasar
> pembangunan kota Biak sekarang ini. Salam.
>
> -ekadj
>
> --- In [email protected] <referensi%40yahoogroups.com>, Aunur
> rofiq <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >
> > Bung Eka,
> > Saya prihatin dengan kata-kata ini
> > "Di Biak saya sempat melihat komplek industri perikanan (terbesar
> dan terluas) yang dulunya dikelola oleh Djajanti Group, saat ini
> terbengkalai dan mulai hancur. Sayang sekali investasi seperti itu
> tidak bisa dipertahankan."
> >
> > Namun saya ingin cerita yang saya tahu tentang investasi ini, mudah-
> mudahan tidak salah, karena ini dasarnya hanya dari gosip, terus
> ditambah sedikit omong dengan orang BEJ. Memang investasi perikanan
> tersebut dibangun oleh kelompok Djajanti dan kebetulan mendapat
> keringanan pajak karena dibangun di KAPET Biak. Sayangnya kompleks
> tersebut hanya berupa pabrik pengolahan ikan, sedangkan kapalnya
> maupun ikannya bukan datang dari wilayah tersebut tapi dari sorong
> dan maluku. Saya pernah berbicara panjang lebar dengan manajer
> disana, terus sedikit berbantahan, karena saya anggap nggak masuk
> akal membangun pabrik tanpa mempunyai armada kapal dan tanpa ada
> pelabuhan ekspor disana....Saya waktu itu mencurigai bahwa pabrik
> tersebut hanya ecek-ecek... untuk meningkatkan nilai saham mereka
> yang di pasar modal terutama yang di New York... akhirnya saya
> melihat bahwa ikan yang datang ke sana hanya diawalnya banyak tetapi
> setelah itu tidak ada lagi ikan yang
> > masuk.....walauhu alam
> > salam
>
> 
>

Kirim email ke