Wah, tawaran  Pak Achjar menggiurkan tuh,…. 

Pak Eka pasti mau menangkap inisiatif ini. 

 

Kalau waktu mengijinkan, saya senang sekali mau join. 

 

Best regards,

 

Benedictus Dwiagus S.

HYPERLINK "http://bdwiagus.blogspot.com"bdwiagus.blogspot.com 

 

Planning: Much works remain to be done before we can announce our total
failure to make any progress ,...

 

 

   _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Nuzul Achjar
Sent: 03 December 2007 15:18
To: [email protected]
Subject: Re: [referensi] Re: Investasi di Papua (sekilas Info)

 


Oak Eka dan milister ysh,

 

Informasi tentang perkembangan Papua saat ini, termasuk (perkiraan)
Penerimaan dan Pengeluaran APBD Papua 2008 insyaAllah akan saya informasikan
kepada milister setelah nanti bersua dengan beberapa anggota DPRD Papua yang
kebetulan akan mengikuti pelatihan di LPEM-FEUI minggu depan. Kebetulan saya
sebagai salah seorang instructor untuk regional economic development. Saya
sudah titip pesan untuk bawa bahan-bahan tentang (rencana) APBD Papua yang
tidak confidential. Senang juga ya ada milister bisa copy darat dan
silaturahmi di Salemba 4,  bincang informal dengan rombongan, sambil ngopi
di Cafe Salemba sore hari.  

 

Wassalam,

 

Nuzul Achjar

 

On Nov 22, 2007 3:45 PM, ekadj05 <HYPERLINK
"mailto:[EMAIL PROTECTED]"[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Pak Rofiq ysh,
Kemarin saya sempat bertemu dengan Pak Obed Albert Sroyer, mantan 
Bupati Biak 1999-2004, sekarang menjadi anggota DPRP (DPR Papua). 
Cukup lama mengobrol tentang Biak. Disebutkan bila industri perikanan 
itu dulunya merupakan 'terbesar di Pasifik', dan collapse karena 
alasan harga BBM tinggi. Sepertinya alasan pasien BPPN itu lebih 
cocok ya.
Beliau pensiunan DPU Irian Jaya, alumnus Delft, dan meletakkan dasar 
pembangunan kota Biak sekarang ini. Salam.

-ekadj

--- In HYPERLINK "mailto:referensi%40yahoogroups.com";
[EMAIL PROTECTED], Aunur rofiq <[EMAIL PROTECTED]> 


wrote:
>
> Bung Eka,
> Saya prihatin dengan kata-kata ini
> "Di Biak saya sempat melihat komplek industri perikanan (terbesar 
dan terluas) yang dulunya dikelola oleh Djajanti Group, saat ini 
terbengkalai dan mulai hancur. Sayang sekali investasi seperti itu 
tidak bisa dipertahankan."
> 
> Namun saya ingin cerita yang saya tahu tentang investasi ini, mudah-
mudahan tidak salah, karena ini dasarnya hanya dari gosip, terus 
ditambah sedikit omong dengan orang BEJ. Memang investasi perikanan 
tersebut dibangun oleh kelompok Djajanti dan kebetulan mendapat 
keringanan pajak karena dibangun di KAPET Biak. Sayangnya kompleks 
tersebut hanya berupa pabrik pengolahan ikan, sedangkan kapalnya 
maupun ikannya bukan datang dari wilayah tersebut tapi dari sorong 
dan maluku. Saya pernah berbicara panjang lebar dengan manajer 
disana, terus sedikit berbantahan, karena saya anggap nggak masuk 
akal membangun pabrik tanpa mempunyai armada kapal dan tanpa ada 
pelabuhan ekspor disana....Saya waktu itu mencurigai bahwa pabrik 
tersebut hanya ecek-ecek... untuk meningkatkan nilai saham mereka 
yang di pasar modal terutama yang di New York... akhirnya saya 
melihat bahwa ikan yang datang ke sana hanya diawalnya banyak tetapi 
setelah itu tidak ada lagi ikan yang
> masuk.....walauhu alam
> salam

 

 


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.13/1165 - Release Date: 02/12/2007
20:34



No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.13/1165 - Release Date: 02/12/2007
20:34
 

Kirim email ke