He ..he ...he, menarik komentar ini. Apakah memang begitu, diskusi keruangan 
bebas ideologi (pembangunan?)...
   
  Seingat saya dulu waktu sekolah di ITB setidaknya 3-4 semester terlibat debat 
development theory juga. Pembangunan yang kapitalistis menghasilkan polarisasi 
ruang, pertumbuhan di metropolitan saja. Sementara ide-ide pemerataan sumbernya 
adalah dari orang-orang kiri. 
  Tanpa tahu ediologi pembangunan mungkin planner akan cuma mengumpat-ngumpat 
saja. Anti konglomerat tapi terus-menerus memfasilitasinya dengan ruang dan 
sistem prasarana. Membela kemiskinan tetapi mendukung policy penggusuran.
   
  Sejauh menyangkut teori pembangunan, mungkin debat kanan-kiri masih oke, asal 
bukan debat politik praktisnya. Seingat saya dulu Dr. Tommy Firman pernah 
menulis diktat (harusnya dibukukan) tentang peta development theory (debate) 
dan implikasinya kepada kebijakan tata ruang. John Firedman sendiri pada era 
70-80 selalu menawarkan debat dua model "territory" vs "function", yang 
mewakili model Maois vs Kapitalis. Bukan mau berpihak, tapi memahami latar 
belakang ideologi pembangunan yang ada dan hidup tetaplah relevan.
   
  Komentar saya tentang artikel "Terbunuhnya Benazir," mungkin tidak 
sesederhana itu ya. Masalahnya bisa bukan soal ideologi, tapi situasi politik 
praktis yang dipenuhi konflik tajam antar garis keras yang ada.
   
  Salam,
  Risfan Munir
   
   
   
   
  
MK Heri Satono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Maaf saya kira... kita akan fokus pada diskusi tentang keruangan..dan 
masalahnya dan bukan pada isme tertentu.

Salam,

Rumah Kiri wrote:
       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke