Iya Mas Heri,
   
  Saya juga dengar di radio, Walikota Banjarmasin juga meninjau ijin2 
pembangunan real-estate, sepertinya kondisinya gawat ya. Karena agak beda 
dengan pulau Jawa umumnya, daerah Kalsel relatif datar ya, jadi kalau sekali 
banjir, maka akan bisa luas sekali.
  Dari radio mobil juga saya dengar Pak Menteri PU sudah bertindak agak 
preventif dengan memperbaiki tanggul-tanggul, tapi kayaknya budgetnya juga 
terbatas, bisa untuk 3-4 bendungan kecil, tentunya kurang memadai.
  Ibarat hutang luar negeri, tidak bisa bayar cicilan pokoknya, cuma bayar 
bunganya, jadi masalah terjadi terus. Ini tantangan semua pihak.
   
  Kalau skala mikro, masyarakat umumnya kan pakai rumah panggung ya. Tapi kalau 
di kota tentu sudah tidak panggung lagi. Di Bogor, Depok penduduk juga 
berinisiatip membuat lubang2 resapan, dan ternyata menolong sekali, setidaknya 
untuk lingkungan tempat tinggal mereka. Ini tentu perlu dipromosikan. Dulu saya 
membantu strategi kampanye sistem drainase rumah tangga dan lingkungan. 
Manualnya praktis-praktis, kalau itu di'pasarkan' lagi tentu akan banyak 
membantu. Setidaknya skala mikro.
   
  Salam,
  Risfan Munir

MK Heri Satono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Ysh rekan millister semua,

he he . .. meskipun agak emosional, tapi saya gak tersinggung kog mbak 
putri...
setelah saya pikir-pikir ternyata wawasan saya memang sempit... karena 
saya berpikir
menggunakan "isme" juga , yakni "Universalisme".. apa itu universalisme 
mungkin bisa
dipelajari lewat syair-syair lagu cinta Ahmad Dani...atau Ebit... ah 
saya jadi ngelantur..

Kebetulan saya tinggal di Martapura Kalimantan Selatan.. tiap malam yang 
saya tonton
akhir-akhir ini hanya berita banjir di P. Jawa... menurut Pak Otto ini 
merupakan resultante
dari rusaknya lingkungan.. dan barusan tadi Pak JK wakil presiden kita 
juga mengakui
bahwa selama ini yang dilakukan pemerintah hanya menanggulangi dampak 
bencana.. selimut, makanan
obat2an... namun tidak pernah menyentuh akar permasalahan.

Nah sebelum kejadian tersebut.. suatu saat juga menimpa daerah saya 
kira-kira apa yang selayaknya dilakukan.
Sejarah.....
tahun 2005 lalu Martapura pernah banjir dadakan... yang merupakan 
kiriman dari lereng meratus yang sudah banyak gundul ditebang dan
ditambang. Sebenarnya hujan didaerah kami waktu itu tidak terlalu tinggi 
intensitasnya namun karena didaerah hulu terjadi hujan terus menerus 
selama 3 hari..
maka bendungan Riam Kanan terancam jebol jika tidak dibuka..., jika 
bendungan ini jebol .. maka dapat dipastikan.. kota Martapura
dan Banjarmasin akan tenggelam...

Belajar dari pengalaman di Jawa... kira-kira dimana kurangnya .... 
Rencana Tata Ruang nya atau manusianya yang tidak komit
terhadap RTR yang telah disepakati... atau karena infiltrasi air kedalam 
tanah yang terhambat oleh hutan beton dan aspal...atau
karena luas hutan alam tidak lagi memenuhi kuota... atau....

Mohon pencerahanya.... barangkali ada para senior yang pernah melakukan 
studi didaerah kami...

Salam hangat,

MK Heri

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke