Dear Koko dan Pak BTS,

 

Kalau berselancar di lautan google,… ketik “seoul highway destruction” atau
“seoul highway demolish”

Akan menemui cerita yang lebih detail dan menarik soal penghancuran jalan di
kota Seoul, pasti ketemu beberapa link.

Missal:

 HYPERLINK
"http://www.transalt.org/press/magazine/032Spring/21auto-free.html"http://ww
w.transalt.org/press/magazine/032Spring/21auto-free.html

HYPERLINK
"http://www.itdp.org/index.php/news_events/news_detail/seoul_raze_highway/"h
ttp://www.itdp.org/index.php/news_events/news_detail/seoul_raze_highway/

 

Saya gak tau apakah ini bener jalan toll atau sekedar jalan layang yang
gratis. 

Kemudian, yang didemolish adalah jalan layang di tengah kota yang dirasa
malah meningkatkan polusi karena bertambah sliwerannya kendaraan pribadi. 

Dan akan jadi koridor bus rapid transit, juga ada waterway, semacamkanal
besar sebagai kawasan waterfront….. 

Jelas ada alasannya, dan ada visinya….  Bukan sekedar emosi frustasi sesaat
….. huehehehe

 

Sama seperti pak BTS, saya juga pernah ke Seoul selama seminggu pula,….
Tahun 2005,…. (liat di blog saya: HYPERLINK
"http://bdwiagus.blogspot.com/2005/05/korea-selatan-vibrant-but-cool-inside.
html"http://bdwiagus.blogspot.com/2005/05/korea-selatan-vibrant-but-cool-ins
ide.html)

Jalan rayanya lebar-lebar,..  dan ruang di atas kepala masih cukup lega,…
tak banyak jalan layang,… tak banyak kabel listrik berjuntaian,… dan dunia
bawah tanahnya vibrant sekali,…. Ruang-ruang di bawah tanah, benar2
dioptimalkan,….

 

 

Kalau di Jakarta, saya setuju saja  kalau Jalan tol dirubuhkan,trus diganti
jalan layang khusus buat busway,.. trus dibangun kanal-kanal besar dan
situ-situ,….. biar gak banjir lagi,…… system drainase kota jakarta kita
butuh sebuah revolusi nih….. 

 

 

Best regards,

 

Benedictus Dwiagus S.

HYPERLINK "http://bdwiagus.blogspot.com"bdwiagus.blogspot.com 

 

Planning: Much works remain to be done before we can announce our total
failure to make any progress ,...

 

 

   _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Bambang Tata Samiadji
Sent: 03 January 2008 14:29
To: [email protected]
Subject: [referensi] Re: (referensi) : Penghancuran Jalan Tol

 

Halo Koko dan rekan milis sekalian. Selamat Tahun Baru 2008. 

Koko, saya juga membaca tulisan "Enam Ruas Tol Bisa Atasi Kemacetan" di
KOMPAS. Pada kesempatan ini saya mau komentar aja pendapat Bung Tubagus
khusus soal penghancuran jalan tol. Memang enak sih kalau cuman komentar. 

Tubagus (T) : 
"Pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota di Jakarta adalah upaya
kontraproduktif dalam pembangunan transportasi kota. Rencana itu disodorkan
sebagai cara mudah menyelesaikan persoalan kemacetan," kata Tubagus Haryo
Karbyanto, anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta. 

BTS : Apa iya kontraproduktif dan cara gampangan? Tujuan jalan tol
(alternatif) itu tentunya untuk memperlancar transportasi di dalam kota.
Sebelum dibangun tentu sudah ada penelitian, ada desainnya, dan amdalnya.
Investasinyapun juga sangat mahal (Rp 30 triliun). Jadi ya tidak mudah tho? 

T : Penghancuran tol 
"Pemerintah sama sekali tidak belajar dari kesalahan di negara lain, yang
telah lebih dahulu membangun tol dalam kota. Setelah menyadari kesalahannya,
mereka menghancurkan tol-tol dalam kota. Sedangkan kita malah berniat
membangunnya," ujar Tubagus Haryo. 


Penghancuran tol dalam kota dilakukan Wali Kota Seoul Myung Bak Lee di Korea
Selatan serta dua kota di Amerika Serikat, yakni San Fransisco dan Boston. 
Keberadaan jalan tol dalam kota diakhiri karena memicu peningkatan arus
kendaraan pribadi sehingga penghancuran merupakan solusi terampuh untuk
mengakhirinya. 


Tahun 2006, Seoul pun dianugerahi Sustainable Transport Award sebab berhasil
merestorasi kota dengan meruntuhkan jalan layang tol di tengah kota
sepanjang 4 mil (sekitar 6,5 km). 

Otoritas Kota Seoul juga menyisakan pilar-pilar tol sebagai monumen, sebagai
"peringatan keras" kepada kota lain agar tidak mengekor kesalahan mereka. 
Koridor memanjang yang dulunya lahan tol di tengah kota lalu dialihfungsikan
sebagai areal publik. Tiap malam koridor ini dimanfaatkan sebagai arena
bermain anak-anak. 


Kota Seoul pun bertransformasi dari kota berwajah dingin dengan hutan-hutan
betonnya menjadi kota yang lebih manusiawi. 


BTS : Evidence adanya penghancuran jalan tol cukup mengagetkan saya.
Kebetulan saya pernah seminggu di Seoul. Yang mana ya, saya koq tidak pernah
ditunjukkan ada monumen penghancuran jalan tol di Seoul. Mestinya Bung
Tubagus memperlihatkan dengan foto. Lagipula apa betul penghancuran itu
karena alasan memicu peningkatan arus kendaraan pribadi? Saya lihat sendiri,
penggunaan mobil pribadi di Seoul smasih tetap tinggi dan ada kemacetan lalu
lintas sampai jam 12 malam. Di Seoul banyak sekali dibangun rusun-rusun,
tetapi memang benar di sana begitu kaya open space dan hijau. Menurut saya,
penghancuran jalan-jalan tol itu (mungkin maksudnya jalan layang - yang
tidak selalu tol) bukan karena alasan mengurangi arus kendaraan, tetapi
mungkin lebih pada revitalisasi kota Seoul. 

T : Tubagus Haryo khawatir lambat laun lalu lintas di tengah kota Jakarta
akan terkunci. Dalam studi tahun 2002-2003, pada sejumlah titik keluar jalan
tol dan perempatan jalan terindikasikan kelebihan volume kendaraan pada
jam-jam sibuk. 

Bila idealnya menampung maksimal 90.000-100.000 kendaraan per jam, tetapi di
ruas jalan itu kendaraan yang melintas dapat 150.000 unit per jam. 

BTS : Betul, memang bisa diduga lalu lintas akan terkunci. Tapi itulah
fungsi dari studi dan desain untuk dapat menghindarkan kejadian yang tidak
diinginkan. Tapi angka 90-000 - 100.000 kendaraan perjam apa nggak salah,
artinya 25-28 kendaraan perdetik? 

T : Sebaliknya, pertumbuhan rata-rata kendaraan sekitar 10 persen per tahun.
Dalam sehari rata-rata diajukan sekitar 300 STNK mobil baru. 

BTS : Yah,..... apa bisa pertumbuhan kendaraan dikontrol 10% per tahun. 

Thanks. CU. BTS 
----- Original Message ----- 
From: Haryasetyaka 
To: milist refensi ; perkotaan milis ; Boulevard ITB 
Sent: Thursday, January 03, 2008 10:29 AM 
Subject: [referensi] Fw: Fwd: Penghancuran jalan tol 





 


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.13/1207 - Release Date: 02/01/2008
11:29



No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.13/1207 - Release Date: 02/01/2008
11:29
 

Kirim email ke