Milister ysh. Nyuplik dari diskusi yg lalu tentang toll, saya kok punya catatan tersendiri ya. Ada statement :
Penghancuran tol Menurut Tubagus Haryo Karbiyanto, yang lama berkiprah di Divisi Perkotaan dan Masyarakat Urban Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, mengurangi kemacetan perkotaan dengan membangun ruas jalan baru maupun tol merupakan paradigma usang. "Pemerintah sama sekali tidak belajar dari kesalahan di negara lain, yang telah lebih dahulu membangun tol dalam kota. Setelah menyadari kesalahannya, mereka menghancurkan tol-tol dalam kota. Sedangkan kita malah berniat membangunnya," ujar Tubagus Haryo. Penghancuran tol dalam kota dilakukan Wali Kota Seoul Myung Bak Lee di Korea Selatan serta dua kota di Amerika Serikat, yakni San Fransisco dan Boston. Keberadaan jalan tol dalam kota diakhiri karena memicu peningkatan arus kendaraan pribadi sehingga penghancuran merupakan solusi terampuh untuk mengakhirinya Tanggapan saya: Mbok dalam diskusi disini kita perlu benar2 menyaring data yang benar2 terjadi dengan data yg masih 'fague'. Mungkin ada diantara teman2 yg pernah ke AS pernah pergi ke San Fransisco. Sejak tahun 1997 yll sampai dengan saat ini, saya kok belum pernah tahu ada toll dalam kota SF ya. Apalagi yg dihancurkan. Disana memang ada highway tapi bukan toll. Bahkan Golden Gate Bridge saja kalau tdk salah tdk di toll lho. Kemudian ttg toll di Seoul, seingat saya sistem toll yg ada adalah antar kota ke arah Pangmunjom. Dalam kota sistem high way dan memang ada bbrp toll pendek. Tapi kalau sampai dihancurkan ... he he he kok gak dengar ya. Selanjutnya, saya kok melihat bahwa jalan toll dengan jalan arteri biasa dalam diskusi ini kok dibedakan ya. Setahu saya sistem toll diadakan karena negara gak mampu bangun karena gak ada duit, sehingga mencari sistem pendanaan. Dan itu adalah melalui toll. Sedangkan fungsi jalan itu sendiri tetap. Nah kalau mas Tubagus Haryo mengatakan bahwa jalan toll dihancurkan... he he he bisa saya rubah statementnya menjadi sistem jalan high way dalam kota dihancurkan... busyet dah apa iya??? Kalau shifting individual vehicle ke mass rapid transit memang merupakan kebijakan, tetapi menghancurkan ... busyet ... saat ini saja Seoul masih mengenal macet pada jam sibuk .. kok ada fasilitas dihancurkan. Saya mengharapkan agar diskusi kita sangat berhati-hati. Salam damai bsp

