Terima kasih Pak BTS, saya masih menunggu partisipasi rekan-rekan
lainnya, dan kalau boleh secara khusus dari Ibu Putri Wulandari dan Pak
Okky Herdiansyah. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], "Bambang Tata Samiadji" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
>
>
> Ysh. Bung Eka dan rekan sekalian.
>
> Saya ingin menjawab (bukan
> menebak) pertanyaan Anda yang menyentuh moral:
>
> Pertanyaan :
>
>
> "Katakanlah anda sangat kelaparan sudah 3 hari tidak
> makan. Tiba-tiba ada seorang rekan memberi anda sepotong roti yang
lezat,
> kira-kira mampu mengganjal rasa lapar anda. Ketika anda akan memakan
roti
> itu, tiba-tiba datang seorang miskin yang sangat kelaparan sudah 1
minggu
> tidak makan. Apa yang anda lakukan dengan roti anda? "
>
> BTS :
>
> Kalau orang yang moralis, yang dilakukan tentu akan
> memberikan kepada seorang miskin. Kalau saya, sebagai manusia biasa,
akan
> saya makan roti itu. Keputusan saya ini sama dengan anjuran pramugari
> udara bila terjadi trouble di udara dan di dalam pesawat kehilangan
> tekanan udara, maka masker udara akan turun. Untuk ibu-ibu yang
membawa
> anak disarankan untuk memakainya terlebih dahulu, baru kemudian
memakaikan
> kepada anaknya. Jadi jangan sampai "tiji tibeh - mati siji, mati
> kabeh" (mati satu, mati semua). Artinya kalau saya makan roti, saya
> bisa sehat, dan barangkali bisa menolong si miskin; daripada roti
> diberikan si miskin, toh dia akan mati juga karena 1 minggu tidak
makan,
> sementara saya juga akan menyusul mati (mati kabeh).
>
> Gimana?
>
>
> Thanks. CU. BTS.



Kirim email ke