bagi dua aja rotinya. gitu aja kok repot. abimanyu
2008/1/12 ekadj08 <[EMAIL PROTECTED]>: > > Terima kasih Pak BTS, saya masih menunggu partisipasi rekan-rekan > lainnya, dan kalau boleh secara khusus dari Ibu Putri Wulandari dan Pak > Okky Herdiansyah. Salam. > > -ekadj > > --- In [email protected] <referensi%40yahoogroups.com>, "Bambang > Tata Samiadji" <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > > > > > Ysh. Bung Eka dan rekan sekalian. > > > > Saya ingin menjawab (bukan > > menebak) pertanyaan Anda yang menyentuh moral: > > > > Pertanyaan : > > > > > > "Katakanlah anda sangat kelaparan sudah 3 hari tidak > > makan. Tiba-tiba ada seorang rekan memberi anda sepotong roti yang > lezat, > > kira-kira mampu mengganjal rasa lapar anda. Ketika anda akan memakan > roti > > itu, tiba-tiba datang seorang miskin yang sangat kelaparan sudah 1 > minggu > > tidak makan. Apa yang anda lakukan dengan roti anda? " > > > > BTS : > > > > Kalau orang yang moralis, yang dilakukan tentu akan > > memberikan kepada seorang miskin. Kalau saya, sebagai manusia biasa, > akan > > saya makan roti itu. Keputusan saya ini sama dengan anjuran pramugari > > udara bila terjadi trouble di udara dan di dalam pesawat kehilangan > > tekanan udara, maka masker udara akan turun. Untuk ibu-ibu yang > membawa > > anak disarankan untuk memakainya terlebih dahulu, baru kemudian > memakaikan > > kepada anaknya. Jadi jangan sampai "tiji tibeh - mati siji, mati > > kabeh" (mati satu, mati semua). Artinya kalau saya makan roti, saya > > bisa sehat, dan barangkali bisa menolong si miskin; daripada roti > > diberikan si miskin, toh dia akan mati juga karena 1 minggu tidak > makan, > > sementara saya juga akan menyusul mati (mati kabeh). > > > > Gimana? > > > > > > Thanks. CU. BTS. > > >

