Terima kasih Pak Aby atas tanggapannya, perkenankan saya teruskan lamunan saya,
   
  Pengembangan Desa Wisata
   
  Visit Indonesia Year 2008 perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin, untuk 
meningkatkan perolehan devisa, untuk mengembalikan citra Indonesia di dunia 
internasional (pasca bom Bali), setidaknya sebagai greget untuk tetap 
'memanaskan mesin' bidang pariwisata. Pada sisi lain momentum Visit Indonesia 
Year 2008 juga dapat dimanfaatkan untuk penyadaran akan pentingnya menghargai 
kekayaan budaya, menumbuhkan ekonomi lokal, dan pentingnya menjaga kelestarian 
lingkungan.
   
  Berbicara mengenai manfaat yang terakhir itu ada inovasi yang layak dicatat, 
yaitu tentang pengembangan desa wisata. Sebagai salah satu contoh ialah 
pengembangan Desa Wisata Candirejo. Berkaitan dengan Visit Indonesia Year 2008 
ini ada gunanya meninjau konsep pengembangan alternatif di desa yang tak jauh 
dari Candi Borobudur ini.
   
  Pengembangan Desa Wisata Candirejo ini sebetulnya motif dasarnya adalah dalam 
rangka konservasi sumber daya air di kawasan sekitar. Sekelompok mahasiswa yang 
tergabung dalam kelompok pecinta alam Patrapala dari Yogyakarta disponsori oleh 
donor dari Jepang untuk melakukan kajian konservasi air, melalui pelestarian 
peruntukan lahan perdesaan, agar tidak jadi korban ekspansi pertumbuhan fisik 
sehubungan kegiatan pariwisata sekitar Candi Borobudur. Kajian ini berkembang 
dengan mengaitkan misi lingkungan dengan pengembangan ekonomi lokal. Ini 
mengingat akan mustahil mengonservasi kawasan tanpa memberikan manfaat ekonomi 
warga setempat.
   
  Melalui proses pendampingan yang partisipatif, melibatkan warga dan 
stakeholders, secara bertahap terbentuklah konsep Pengembangan Desa Wisata 
Candirejo itu. Inti dari konsep desa wisata ini adalah menawarkan kehidupan 
perdesaan asli desa setempat (Jawa Tengah). Rumah-rumah desainnya dipertahankan 
apa adanya. Rumah desa Jawa, yang kadang  ada pendopo kecil, bale-bale tempat 
duduk di depan rumah, dengan pelataran yang diteduhi pohon rambutan dan 
liainnya. Di bagian belakang rumah ada kandang ternak, atau tempat penyimpan 
kayu bakar dan lainnya.
   
  Hubungan antar rumah juga dibiarkan apa adanya, hanya jalan-jalan kecil yang 
ada dirapihkan diperkeras. Ada halaman yang cukup luas milik desa dijadikan 
arena penyelenggaraan pertunjukan tarian setempat dan sajian hiburan lainnya. 
Biasanya pertunjukn malam menggunakan penerangan obor.
   
  Atraksi wisata yang ditawarkan adalah pengalaman 'hidup' di desa khas Jawa 
Tengah itu, sehingga wisatawan dipersilahkan tinggal menginap di rumah-rumah 
penduduk. Tentu saja untuk akomodasi ini, rumah-rumah yang kamarnya dianggap 
layak menerima wisatawan diberi bantuan untuk sedikit merenovasi, membuat 
sumur, kamar mandi dan mendapat penerangan listrik. Ada puluhan rumah yang 
berfungsi sebagai semi homestay ini.
   
  Untuk menghidupkan suasana dan membuat wisatawan betah tinggal beberapa hari, 
pengelola yang sesungguhnya warga dengan fasilitator dari Patrapala itu 
mengadakan berbagai acara. Agenda acara yang dikembangkan, antara lain 
perjalanan ke sekitar kawasan, mulai dari mendaki bukit, menikmati pemandangan 
matahari terbit, atau terbenam, menyaksikan pagelaran kesenian, tarian sebagai 
tontonan dan yang interaktif dengan pengunjung, upacara-upacara adat 
disesuaikan dengan kalender setempat, misalnya memperingati tahun baru Jawa, 
upacara menyongsong panen, penikahan, khitanan, dst.
   
  Saya sendiri ke Candirejo beberapa tahun lalu dalam rangka menjadi pembicara 
suatu seminar yang diselenggarakan di ruang depan satu rumah yang tidak besar, 
berdinding bilik bambu. Sejuk tanpa AC (sehingga aman bagi ozon), karena dari 
jendela dan pintunya berembus angin dari halaman sekitar yang diteduhi pohon 
rambutan dan sawo itu. 
   
  Lokasi tujuan wilasata alternatif ini setahu saya berkembang juga di beberapa 
daerah, melengkapi obyek dan atraksi wisata yang konvensional.
  Sekali lagi momentum Visi Indonesia Year 2008 ini layak untuk dimanfaatkan. 
Suksesnya penyelenggaraan Global Climate Change Summit di Bali menjelang akhir 
tahun 2007 kemarin tentunya berdampak positip bagi 'kepercayaan' wisatawan 
dunia ke Bali dan daerah tujuan wisata (DTW) lainnya di nusantara.
   
  Salam,
  Risfan Munir
  blog http://ecoplano.blogspot.com
  

hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Apa Profesi Tertua Didunia ?
  Ada 3 orang profesional, Dokter, Insinyur Sipil dan Planner  duduk berbincang 
dan membicarakan tentang apa profesi paling tua dan pertama muncul  didunia 
..............


      Recent Activity
    
      3
  New Members
  
      1
  New Files

Visit Your Group 
      New web site?
  Drive traffic now.
  Get your business
  on Yahoo! search.

    Moderator Central
  Yahoo! Groups
  Get the latest news
  from the team.

    Parenting Zone
  on Yahoo! Groups
  Your one stop for
  parenting groups.



  .

 
                         

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke