Rekan2 ysh,

Diskusi pinjaman atau kerjasama antar daerah, saya jadi teringat kasus
JABODETABEKJUR. Dari kajian mengenai BKSP JABOTABEK beberapa belas (atau
puluh?) tahun yang lalu, dan kegiatan pelatihan staf pemda JABODETABEKJUR
tahun lalu, ternyata bahwa secara teoritis kerjasama antar daerah mutlak
perlu namun realisasinya yang tidak jalan.
Pertemuan koordinasi  seringkali  tidak diikuti oleh staf yang sama dan
setara fungsi dan kewenangannya, sehingga tidak berkelanjutan, apalagi
operasional. Masih perlu pengertian dan kemauan bersama untuk membangun
"kawasan bersama" (interface) antar dua wilayah administrasi yang
bersebelahan.
Demikian pula dalam presentasi program pembangunan antar walikota dalam satu
propinsi yang sama (yang kebetulan saya hadiri beberapa tahun lalu) tidak
ditemukan program masing-masing kota  yang  tidak saling terkait satu sama
lain. Apalagi kalau "kawasan bersama"-nya berupa sungai, danau atau lautan.
Padahal kita  selama ini menyatakan  "ber-TANAH-AIR yang satu, Indonesia".
Kapan "kebangkitan bangsa kepulauan Indonesia" mungkin menjadi motivasi
bersama? (setuju kan pak Ferri?)
Disisi lain, dalam pelatihan tahun lalu tersebut ternyata bahwa kerjasama
antar staf wilayah administrasi (kota, kabupaten, propinsi) yang saling
berbeda mampu menghasilkan program bersama (karena tugas pelatihan),
walaupun masih internal JABODETABEKJUR saja. Dugaan saya(semoga salah), para
pengelola pemerintahan kita masih berkaca-mata kuda (ma'af), didalam batas
tugas masing-masing di wilayah administrasi atau bahkan departemen, sektor,
dinas, atau seksi masing-masing. Ke-"seksi"an masing-masing lebih menarik
mungkin). Kalau kecenderungan ini yang masih dipertahankan,apalagi ditambah
pendekatan "pemekaran" yang semakin "kebablasan", lupa bahwa tujuan semula
desentralisasi untuk membuat pemerintah setempat menjadi "garis depan"
peningkatan pelayanan ke masyarakat kurang mampu sampai daerah yang "semula"
tertinggal (diabaikan), termasuk yang berada diperbatasan antar wilayah
administrasi atau lintas (dilintasi saja oleh petugas) adminstrasi.
Mungkin selain diskusi uneg-uneg, forum ini dapat  berkembang  menjadi
embrio perubahan pola pembangunan dan penataan ruang yang tidak hanya
wilayah administratif sentris, daratan sentris maupun economic
competitiveness (angka statistik maya) sentris.

Wassalam,

Abimanyu



2008/1/14 Risfan M <[EMAIL PROTECTED]>:

>   Bung Aunur dan teman2 referenciers,
>
> Masalahnya apakah ada daerah yang begitu kaya, sehingga bisa meminjamkan
> ke daerah lain untuk jangka panjang? Prosesnya saya bayangkan kok justru
> rumit, pertama soal bagaimana meng-appraise daerah peminjam itu. Kedua,
> daerah yang menjadi kreditur juga mesti minta persetujuan DPRD dst.
>
> Tapi ini mungkin saja untuk daerah bertetangga yang memang perlu
> kerjasama. Misalnya DKI dengan daerah di Bodetabek, dalam rangka memecahkan
> masalah bersama, mungkin ada subsidi untuk proyek tertentu, mungkin perlu
> memberi bantuan pinjaman, misalnya untuk membangun infrastruktur yang nanti
> akan dimanfaatkan bersama. DKI memberikan pinjaman untuk pembangunan TPA,
> dam, sumber air, yang asetnya milik tetangga tsb, nanti diperhitungkan
> dengan fee penggunaan.
>
> Untuk kerjasama antar daerah ini, silahkan tengok juga PP no. 50 Th 2007
> tentang Kerjasama Antar Daerah, bisa dicari di http://www.depdagri.or.id.
> Mungkin ada tentang pinjaman juga.
>
> Salam,
> Risfan Munir
> Blog ecoplano <http://ecoplano.blogspot.com>
>
>
> *Aunur rofiq <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>
>   BTS dan pak Risfan ysh.
> Seperti yang dikemukan pak Risfan lebih baik dengan pihak swasta kalau
> proyeknya "revenue generating", itu seperti yang ada saat ini. Tapi apakah
> ada cara lain untuk meminjam dana jangka panjang dengan kerjasama antar
> daerah. Penjelasan mas BTS saya rasa sudah cukup terang, namun kalau
> pinjaman antar daerah memang agak sulit prosesnya. Apakah negara lain pernah
> punya pengalaman pinjaman antar daerah, tanpa melalui pihak ketiga (SUN atau
> yang lain), jika mungkin ini bisa merupakan lompatan, karena daerah bisa
> memperoleh pinjaman dengan bunga rendah.
> salam
>
> ----- Original Message ----
> From: Risfan M <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Thursday, January 10, 2008 1:43:29 PM
> Subject: [referensi] Re: Hutang Kita
>
> Dari diskusi antara Bung BTS dan Bung Rofiq ini tersirat bahwa adanya
> daerah yang "kelebihan dananya untuk dipinjamkan" adalah wajar. Apakah
> kemudian dipinjamkannya ke pusat via SBI yang liquid, atau SUN yang
> jangkanya lebih panjang, dan mungkin ke pihak lain, termasuk ke daerah lain,
> via BPD (semua daerah punya share dan deposit di BPD). Ini menepis anggapan
> sebelumnya bahwa daerah yang kelebihan dana lalu ditempatkan di SBI seolah
> "tabu."
>
> Orang tidak sadar, bahkan Depkeu sendiri kadang rancu (mencomooh daerah
> yang markir dana di SBI), bahwa dengan berbagai sumber bagi hasil,
> sebetulnya banyak daerah kaya yang kelebihan dana (budget surplus). Adalah
> aneh kalau daerah itu dipaksa menghabiskan dananya untuk belanja tahunan.
> Tapi mungkin belakangan malah Depeu yang menghimbau agar daerah 'kaya'
> membeli SUN.
>
> Mengenai pinjaman antar daerah, secara teknis administratif rasanya kok
> sulit ya. Itu harus persetujuan dewan, masalah siapa yang mengadministrasi,
> siapa yang menagihnya. Kalau pinjam ke BPD kan sudah biasa toh.
>
> Kalau proyeknya memang layak, bisa jadi revenue generator, kenapa tidak
> kerjasama dengan pihak ketiga saja (swasta). Kelebihan dengan swasta adalah
> selain daerah tidak mengeluarkan dana besar, biasanya proyek seprti itu bisa
> lintas daerah. Jalan, drainase, bahkan kawasan produksi kan sifatnya antar
> daerah. Ini bagus, daripada tiap daerah membangun parasana/sarana yang
> sama,tidak nyambung atau saling bersaing. berikan saja konsesi kepada pihak
> lain.
>
> Sehingga dana yang terbatas, ya untuk pelayanan publik yang tidak
> cost-recovery.
>
> Salam,
> Risfan Munir
> Blog   http://ecoplano.blogspot.com
>
>
> *Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>
> To: <[email protected]>
> From: "Bambang Tata Samiadji" <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Wed, 9 Jan 2008 21:14:45 +0700
> Subject: Re: [referensi] (referensi) : Hutang Kita
>
>  Bung Rofiq, untuk menjawab pertanyaan Anda memang harus panjang.
>
> Bahwasanya pinjaman itu ada yang disebut dengan Pinjaman Jangka Pendek
> (kurang 1 tahun), Pinjaman Jangka Menengah (lebih dari 1 tahun sampai habis
> masa jabatan kepala daerah), dan Pinjaman Jangka Panjang (lebih 1 tahun
> sampai melebihi masa jabatan kepala daerah). Untuk Pinjaman Jangka Pendek
> bisa disebut bukan pinjaman karena sudah dilunasi sebelum perhitungan tahun
> anggaran, jadi hanya "bridging fund" saja.
>
> Adapun jenis kegiatan pembangunan itu ada yang bersifat "Non-revenue
> Generating" dan ada yang "Revenue Generating". Kegiatan "Non-revenue
> Generating" antara lain pembangunan jalan, pembangunan drainase, pembangunan
> penghijauan, dsb yang secara langsung tidak menghasilkan pendapatan;
> sedangkan kegiatan "Revenue Generating" antara lain : penyediaan air minum,
> persampahan, jalan tol, transportasi umum (seperti Busway), dsb yang secara
> langsung melayani masyarakat dan menghasilkan penerimaan. Untuk Pinjaman
> Jangka Menengah, boleh digunakan untuk kegiatan pembangunan yang
> "Non-revenue Generating" maupun "Revenue Generating" dan pengembalian utang
> pokok dan bunganya harus lunas sebelum habis masa jabatan kepala daerah;
> sedangkan untuk Pinjaman Jangka Panjang disyaratkan kegiatannya harus
> "Revenue Generating" dengan pengembalian utang pokok dan bungannya bisa
> sampai 15-20 tahun.
>
> Berdasarkan hal tersebut, untuk contoh yang disodorkan Bung Rofiq, yaitu
> pembangunan semacam jalan dan drainase (yang tidak menghasilkan pendapatan
> langsung dari pelayanannya) bisa saja memperoleh pinjaman, hanya saja
> sifatnya  jangka menengah. Oleh karena sifatnya jangka menengah, maka sumber
> pembiayaannya bisa dari bank umum biasa, termasuk BPD tentunya dengan
> tingkat bunga komersial. Jadi pembangunan jalan dan drainase atau semacamnya
> yang tidak menghasilkan pendapatan tidak bisa dipinjami untuk jangka
> panjang. Itu syarat yang diatur oleh UU 33/2004, PP 54/2005, dan Permenkeu
> 53/2006.
> Sumber pembiayaan Pinjaman Jangka Panjang biasanya dari LN atau dari
> obligasi yang berjangka panjang dan tingkat bunga yang lebih rendah dari
> tingkat bunga komnersial.
>
> Soal apakah daerah bisa pinjam dari daerah lain, saya kira sudah saya
> jawab pada posting sebelumnya.
>
> Thanks. CU. BTS.
>
>
> ----- Original Message -----
> *From:* Aunur rofiq <[EMAIL PROTECTED]>
> *To:* [EMAIL PROTECTED] ps.com <[email protected]>
> *Sent:* Wednesday, January 09, 2008 7:09 PM
> *Subject:* Re: [referensi] (referensi) : Hutang Kita
>
>   Milisters ysh,
> Sebenarnya pertanyaan saya bukan untuk daerah yang tidak mampu
> mengembalikan pinjaman, tapi daerah yang butuh dana untuk membiayai proyek
> yang "feasible" misalnya Bogor butuh membangun jalan atau drainase, apakah
> bisa pinjam ke tetangganya DKI secara langsung? Karena beberapa daerah di
> luar Jawa banyak proyek yang bagus tetapi tidak memperoleh perhatian dari
> Pemerintah Pusat, apakah mereka bisa langsung pinjam ke daerah
> lain, bagaimana mekanismenya? apa harus melalui BPD? terima kasih juga
> dengan penjelasan yang sangat banyak
> salam
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED] id>
> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
> Sent: Wednesday, January 9, 2008 2:47:14 PM
> Subject: [referensi] (referensi) : Hutang Kita
>
>
> Bung Catur, Anda benar. Yang salah adalah penyebutan "Cost Generating".
> Yang betul adalah  "Revenue Generating".
>
> Thanks. CU. BTS.
>
> Catur wrote :
> ...KMK itupun sekarang usdah almarhum, danm digantikan oleh PMK 54/2006
> USDRP merupakan satu-satunya pinjaman yang menggunakan mekanisme KMK 35
> dan pinjaman ke pemda yang pertama kali dilakukan semenjak reformasi. jenis
> kegiatan yang dibiayai adalah kegiatan-kegiatan cost generating. sehingga
> ...
>
>
>
> ------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
> now.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ>
>
>
>  ------------------------------
> Never miss a thing. Make Yahoo your 
> homepage.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51438/*http://www.yahoo.com/r/hs>
>
>
> ------------------------------
> Never miss a thing. Make Yahoo your 
> homepage.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51438/*http://www.yahoo.com/r/hs>
>
>
> ------------------------------
> Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! 
> Search.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51734/*http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping>
> 
>

Kirim email ke