Dear All,
Tampilnya DG dan Direktur untuk mendiskusikan masalah tata ruang secara
interaktif di media sungguh kemajuan yang perlu didukung. Dibanding dengan
masalah lingkungan hidup, ekonomi, pendidikan, kesehatan, maka masalah tata
ruang termasuk yang jarang di bahas di media (ruang publik).
Padahal untuk berhasilnya penerapan tata ruang (implementasi) dan
pengendalian, sangat bergantung pada pressure dari masyarakat. RUTR atau Dinas
Tata Kota tidak bisa apa-apa kalau Gubernur/Walikota/Bupati yang
merestui/mensponsori/mendiamkan 'pelanggaran' RUTR. Sementara DPRD kalau tidak
ada rakyat (konstituen) yang teriak, ya akan damai-damai saja dengan eksekutif.
Salam,
Risfan Munir
http://ecoplano.blogspot.com
Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bung DwiAgus dan milister semuanya.
Saya setuju adanya ruang media yang mewacanakan tata ruang khususnya skala
kota. Itu jelas di bawah kendali siapa. Tapi kalau sistem kota-kota,...trus di
bawah kendali sopo?
Thanks. CU. BTS.
YSH Pak ABy dan rekan milister semuanya,
Saya sering mendengar radio Trijaya, dan beberapa kali saya mendengar iklan
diskusi penataan ruang yang memakai narasumber dari Dirjen Penataan ruang,
kadang Pak Imam Sudrajat, kadang pak dirjen sendiri. Masalahnya acara diskusi
dimulai kalau tak salah sekitar jam 08.30 atau jam 09.00 pagi, jadi saya gak
bisa mengikuti, karena sudah keburu ada di kantor, jadi tidak bisa mendengarkan
di perjalanan
.
Saya malah berpikir mengembangkan ide pak Aby bukan untuk sekedar memenuhi
ruang media public dengan wacana-wacana, tapi meningkatkan awareness orang akan
pentingnya ruang sebagai capital, kalau perlu dengan cara membenturkan berbagai
pemahaman, sehingga terjadi perombakan paradigma atau reorientasi pemahaman
terhadap issue/permasalahan yang terkait dengan pemanfaatan ruang
.
Best regards,
Benedictus Dwiagus S.
bdwiagus.blogspot.com
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.