Pak Risfan, dan semua warga milis, Saya selalu merasa bahagia jika memasuki arena diskusi-diskusi meski kadang tidak mampu ikut berbicara karena persoalan kompetensi akibat dari kurangnya pemahaman substansi. Bahkan saya selalu senang jika banyak ide-ide terlontar, apalagi ada saling tanggap-menanggap "baku hantam" untuk menjernihkan pikiran-pikiran kita dan sesuatu yang lain di belakang pikiran-pikiran itu. Salah satu yang saya kagumi dari milis ini adalah adanya usaha melakukan kompilasi, pengumpulan, dsb yang menurut saya merupakan langkah bagus menuju terbangunnya knowledge. Artinya, ada bibit-bibit ke arah knowledge management yang mungkin belum terlalu disadari.
Jika kebiasaan mendokumentasikan secara tersistem dalam milis ini berjalan dengan baik, entah bagaimanapun hasilnya, tentulah gagasan-gagasan cemerlang para pakar planning di dalam milis ini sangat mungkin akan menjadi kekuatan dahsyat. Ya... sebab knowledge adalah power, sedangkan letupan-letupan ide yang masih acak belum mampu menjadi "gelombang tsunami perubahan" yang mungkin diinginkan untuk memajukan kehidupan semuanya menjadi lebih maju dan lebih baik..... sambil menjaga keutuhan ciptaan ! Salam, Djarot --- Risfan M <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dear All, > > Tampilnya DG dan Direktur untuk mendiskusikan > masalah tata ruang secara interaktif di media > sungguh kemajuan yang perlu didukung. Dibanding > dengan masalah lingkungan hidup, ekonomi, > pendidikan, kesehatan, maka masalah tata ruang > termasuk yang jarang di bahas di media (ruang > publik). > > Padahal untuk berhasilnya penerapan tata ruang > (implementasi) dan pengendalian, sangat bergantung > pada pressure dari masyarakat. RUTR atau Dinas Tata > Kota tidak bisa apa-apa kalau > Gubernur/Walikota/Bupati yang > merestui/mensponsori/mendiamkan 'pelanggaran' RUTR. > Sementara DPRD kalau tidak ada rakyat (konstituen) > yang teriak, ya akan damai-damai saja dengan > eksekutif. > > Salam, > Risfan Munir > http://ecoplano.blogspot.com > > > > Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bung DwiAgus dan milister semuanya. > > Saya setuju adanya ruang media yang mewacanakan tata > ruang khususnya skala kota. Itu jelas di bawah > kendali siapa. Tapi kalau sistem kota-kota,...trus > di bawah kendali sopo? > > Thanks. CU. BTS. > > > > YSH Pak ABy dan rekan milister semuanya, > > Saya sering mendengar radio Trijaya, dan beberapa > kali saya mendengar iklan diskusi penataan ruang > yang memakai narasumber dari Dirjen Penataan ruang, > kadang Pak Imam Sudrajat, kadang pak dirjen sendiri. > Masalahnya acara diskusi dimulai kalau tak salah > sekitar jam 08.30 atau jam 09.00 pagi, jadi saya gak > bisa mengikuti, karena sudah keburu ada di kantor, > jadi tidak bisa mendengarkan di perjalanan . > > Saya malah berpikir mengembangkan ide pak Aby bukan > untuk sekedar memenuhi ruang media public dengan > wacana-wacana, tapi meningkatkan awareness orang > akan pentingnya ruang sebagai capital, kalau perlu > dengan cara membenturkan berbagai pemahaman, > sehingga terjadi perombakan paradigma atau > reorientasi pemahaman terhadap issue/permasalahan > yang terkait dengan pemanfaatan ruang . > > > Best regards, > > Benedictus Dwiagus S. > > bdwiagus.blogspot.com > > > > > > > > > --------------------------------- > Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

