Wuaduh, Bung Abimanyu, great!....."...saya cuma bisa manggut-manggut".

Thanks. CU. BTS.

  ----- Original Message ----- 
  From: abimanyu takdir alamsyah 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, January 19, 2008 11:02 PM
  Subject: Re: [referensi] Re : bac to spatial capital


  Nuwun sewu Pak De (bukan Om) Samiadji ysh,

  kalau saya percaya bahwa kita sekurang-kurangnya dapat memahami nilai ruang 3 
matra seisinya hanya bila sebagai kesatuan dengan waktu dan kultur. Tidak ada 
pemahaman ruang yang netral dari waktu dan kultur pemahamnya. Jadi tanpa 
memahami secara 5 dimensional kita cuma bicara sesuatu yang maya. Jaman 
Einstein dan Minkowsky saja kita sudah menyebut spacetime (wakturuang), dan 
konsep ruang tanpa waktu sudah dianggap mati. Apalagi kalau cuma berbais konsep 
dua dimensional (land use), bukan saja sangat  sempit dan jangka pendek, tetapi 
malah tidak punya nilai apa-apa. Begitu lho Pak De pemahamanku. 

  Sungkem,

  Abimanyu




  2008/1/18 Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED]>:

    Ysh. keponakan saya Abimanyu.... aku khan Samiadji (Yudistira), Om-mu. 

    Saya juga selalu masih belajar dan mencari. Tak pandang itu ilmu lawas, 
ilmu yang anyar, ilmu kiriman (import), ilmu lokal, ilmu liberal, ilmu syariah, 
...semuanya itu netral saja. Nilai ruang dalam 3 matra, yaitu ekonomi, ekologi, 
dan sosial oleh Chapin saya menilai masih relevan. Tinggal kita si perencana, 
atau si pemegang kekuasaan, atau siapapun, dalam implementasi tidak boleh 
terjebak dalam pemikiran sempit jangka pendek. 

    Terimakasih diingatkan. CU. BTS. 



    ----- Original Message ----- 
    From: abimanyu takdir alamsyah 
    To: [email protected] 
    Sent: Friday, January 18, 2008 3:33 PM 
    Subject: Re: back to spatial capital RE: [referensi] Re: Jkt Setelah 100 
Hari 'Ditangan Ahlinya'.... 









   

Kirim email ke