Saya jadi teringat masa lalu, ada undangan di negeri seberang untuk menonton
film dengan label 'progresif'. Ternyata sedang sesi kondisi negara
sendiri....dan tampaklah bos pertamina yang sedang memamerkan barang
koleksinya yang wah wah....lalu langsung beralih ke kolong jembatan, dsb,
dst........so pasti.... merah telinga kami dinegara orang itu....karena
penonton lain menengok ke kami-kami ......
Namun apapun info yang diberikan suatu film...ada pesan yang ingin
disampaikan penyusunnya (apapun fahamnya) .....dengan tujuan positif walau
caranya bisa kita rasakan sebagai 'negatif'.....Pasti ada hikmahnya, apalagi
kalau kita belum pernah melihat realita sisi pandangnya, atau lupa, atau
semula tidak peduli.....
....tentu tergantung wakturuang masing-masing ya.....

Sama kalau kita lihat kekejaman dalam film-film barat atau mandarin....yang
ternyata juga terjadi di laporan kriminal kita sendiri....
wasalam,

Abimanyu

On 1/24/08, Mellyana Frederika <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>    Sekedar meneruskan undangan dari kawan. Terutama yang punya minat ke
> lingkungan dan terutama tambang
> Saya sendiri baru sempat baca sekilas email-email yang masuk seminggu ini,
> berharap akhir pekan bisa membaca dengan tenang semuanya
>
> salam
> melly
>
>
>  ------------------------------
> *From:* siti nurrofiqoh
> *Sent:* Wednesday, January 23, 2008 6:12 PM
>
>
>  Rabu 23 Januari 2008 08:53:31 WIB
> * Yuk, Nonton Film Alternatif *
>
> **MinergyNews.Com*, Jakarta*--Bosan dengan acara televisi yang cuma
> begitu-begitu aja? Gak tertarik nonton bioskop karena filmnya kurang
> menarik? Gimana kalau cari alternatif lain, nonton film lingkungan di
> South to South (StoS) Film Festival 2008. Dijamin sesudahnya anda bakal
> berubah. Minimal kesadaran tentang lingkungan anda bakal bertambah.
> Gak percaya? Datang aja di Goethe Institute Jalan GSS Ratulangi,
> Menteng, Jakarta Pusat. Karena pada 25-27 Januari 2008 akan ditayangkan
> 16 judul film soal lingkungan.
>
> Menurut Ketua Pantia StoS 2008, Voni Novita, dari 80 judul film dari
> seluruh dunia yang masuk, para kurator telah memilih 16 judul film,
> yaitu 11 film pendek dan 5 film panjang untuk ditayangkan pada event
> yang bertema Vote for Life tersebut.
>
> Tema Vote for Life sengaja dipilih, kata Voni, karena setiap individu
> memiliki hak untuk memilih pembangunan yang cocok untuk masa depannya
> kelak. "Selama ini banyak pembangunan yang katanya untuk kepentingan
> masyarakat, tetapi kenyataannya justru merugikan masyarakat sekitarnya."
> Melalui StoS Festival Film, Voni berharap, bangkitnya kesadaran
> masyarakat akan hak-hak yang dimilikinya.
>
> Sebagaimana diketahui, StoS digagas pertama kali oleh Jaringan Advokasi
> Tambang (Jatam) pada tahun 2006. Pada StoS 2006, sejumlah film
> lingkungan dari beberapa negara juga ditayangkan. Salah satunya adalah
> film Bye Bye Buyat dari Indonesia. Film ini sempat menjadi nominator
> Film Dokumenter Terbaik pada Festival Film Indonesia 2007.
>
> Pada tahun ini, penyelenggaraan StoS 2008 melibatkan Jatam, Wahana
> Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Forest Watch Indonesia (FWI),
> Ecosister dan Gekko Studio. Gekko Studio selama ini dikenal telah
> melahirkan sejumlah film dokumenter, salah satunya yang masuk pilihan
> kurator dan bakal ditayangkan adalah "Teluk Jakarta Underpressure".
> Untuk jelasnya, Voni mempersilahkan masyarakat mengakses informasi
> lengkap di www.jatam.org/stos
>
> Gak mau kan hutan kita makin gundul dan sampah menggunung di mana-mana?
> Kalau anda peduli dan ingin membantu mengurangi laju pemanasan global,
> yuk sama-sama kita saksikan tontonan dan tuntunan itu. (MNC-6)
>
>
>
> Siti Nurrofiqoh
> Pantau
> Jl. Raya Kebayoran Lama No 18 CD
> Jakarta Selatan 12220
> Telp/Fax. 021 722-1031/021-7221055
> Mobile. 081382460455
> Website. www.pantau.or.id
>
> 
>

Kirim email ke