Pak Aby ysh, Masalah hibur-menghibur saya ingin turut serta, apalagi ini
akhir pekan. Berikut mengiringi Pak Rofiq saya sampaikan hiburan dari
milis tetangga, teruntuk khususnya para profesor kita, Prof Wawo, Prof
Abim, Prof Risman, Prof Deden, dst, serta para dosen dan mahasiswa
sekalian. Salam.   -ekadj     DIPERLUKAN KECERMATAN   Seorang Profesor
sedang memberikan pelajaran autopsi (bedah mayat) kepada para mahasiswa
kedokteran yang mengelilinginya di dalam kelas.   Sang Professor berdiri
di sebelah mayat yang terbaring telungkup di atas meja.   "Dalam dunia
kedokteran, kita harus selalu ingat akan dua hal penting, pertama: kita
harus tegar, tidak mudah merasa jijik", demikian kata sang profesor
sambil mencolokkan jarinya ke anus si mayat, lalu menjilatnya
habis-habisan seperti menjilat es krim. "Ayo sekarang giliran kalian
mempraktekkannya !".   Maka dengan sangat terpaksa para mahasiswa itupun
melakukan apa yg diperintahkan. Setelah semua mendapat giliran untuk
melakukannya, Sang profesor melanjutkan memberi kuliah   "Dan hal yang
kedua adalah: memperhatikan sesuatu dengan sangat cermat !! Coba berapa
di antara kalian yg memperhatikan bahwa tadi saya mencolokkan jari
Telunjuk dan menjilat jari Tengah ?"   LOGIKA   Di sebuah ruang kelas,
para mahasisawa sedang mengikuti mata kuliah Filosofi. Dosen yang
mengajar mencoba melemparkan topik diskusi tentang Tuhan. "Ada yang
pernah melihat Tuhan?" tanya si dosen. Semua diam tak menjawab. "Ada ang
pernah mendengar Tuhan bersuara?" si dosen bertanya lagi. Kali ini pun
tak ada yang menyahut. "Ada yang pernah menyentuh Tuhan?" tanya dosen.
Semua diam. "Kesimpulannya tidak ada Tuhan," kata dosen senang.  
Terdengar gumaman protes, sampai akhirnya seorang mahasiswa berdiri dan
bertanya, "Ada yang pernah melihat otak Pak Dosen?" Tak ada jawaban.  
"Ada yang pernah mendengar otak Pak Dosen?" Tak seorang pun menjawab.
"Ada yang pernah menyentuh otak Pak Dosen?" Sekali lagi hening.  
"Kesimpulannya Pak Dosen tidak punya otak," kata si mahasiswa.   ORANG
GILA   Seorang Profesor asal sebuah Universitas di Amerika mencoba untuk
membuat suatu rumus tentang bertambahnya jumlah orang gila setelah
krisis moneter di Indonesia.   Segeralah Departemen Kesehatan kita
mengirimkan 22 orang gila ke Amerika Serikat untuk diteliti dan diangkut
dengan pesawat Hercules carteran.   Setelah berada di udara tiba-tiba
pesawat yang segede "bagong" itu oleng. Jelas aja atuh pilot panik.
"Co-pilot elo kok diem aja ?! Tanganin tuh!" kata si pilot nyuruh
co-pilotnya. "Siap bos !"kata co-pilot.   Nggak berapa lama co-pilot
balik lagi ke cockpit. "Lapor Bos ! Emang pada gila tuh orang gila, masa
pada maen bola di belakang?!". "Hah, gila juga tuh orang gila, cepet deh
elo beresin !".  "Siap Bos!" kata co-pilot.   Berangsur-angsur pesawat
kembali terbang normal. Dan nggak berapa lama = co-pilot balik lagi ke
cockpit. Pilot: "Wah emang nggak salah gue milih elo jadi asisten gue.
Elo emang top deh ngurusin hal-hal yang susah" Co-pilot: "Ah, gitu aja
sih kecil Bos" Pilot (dengan penasaran): "Emangnya elo apain sih kok
pada diem ?!"   Co-pilot (dengan enteng): "Gue suruh maen di luar, Bos"
(dengan tampang kalem)   SANG PROFESSOR   Seorang profesor hendak pulang
setelah menghadiri pesta di rumah sahabatnya, karena hari hujan sang
sahabat berkata",Lebih baik kamu menginap saja di sini,di luar masih
hujan".   Jawab sang profesor", Terima kasih, sobat, kalau begitu saya
pinjam payungnya karena saya akan mengambil piyama saya dulu di rumah".
AYAM PUTIH DAN AYAM HITAM   Seorang mahasiswa sedang mengadakan studi
lapangan dan mewawancarai seorang peternak ayam.   Mahasiswa: "Makanan
apa yang Bapak berikan untuk ayam-ayam Bapak?.   Peternak: "Yang mana
dik, yang putih atau yang hitam?"   Mahasiswa: "Yang putih."   Peternak:
"Campuran dedak, jagung dan beberapa bahan lainnya.   Mahasiswa: "Kalau
yang hitam?"   Peternak: "Yang hitam juga ..."   Mahasiswa: "Berapa
banyak makanan mereka per hari?"   Peternak: "Yang mana, yang putih atau
yang hitam?"   Mahasiswa: "Yang putih..."   Peternak: "Kurang lebih 2
ons per ekor per hari."   Mahasiswa: "Kalau yang hitam."   Peternak:
"Yang hitam juga ..."   Mahasiswa: "Berapa telur yang dihasilkan per
tahun?"   Peternak: "Yang mana, putih atau hitam?   Mahasiswa: "Yang
putih..."   Peternak: "Rata-rata 250 butir per tahun per ekor.  
Mahasiswa: "Kalau yang hitam..."   Peternak: "Yang hitam juga ..."  
Mahasiswa: "Maaf Pak, kenapa sih Bapak selalu menanyakan yang putih atau
hitam, padahal jawabannya selalu sama?"   Peternak: "Tentu saya harus
membedakannya, karena yang putih itu milik saya sendiri."   Mahasiswa:
"Ooo... begitu, kalau yang hitam?"   Peternak: "Yang hitam juga ..."

--- In [email protected], hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> "Aunur rofiq" [EMAIL PROTECTED] wrote :
>
> "....Dari milis tetangga, semoga para Planners bisa belajar dari
kesalahan ini.......salam
> Kenapa Indonesia tidak menjadi negara maju?
> Anda tahu kenapa Indonesia tidak menjadi negara maju?
>
> "Roos Akbar" [EMAIL PROTECTED] wrote :
> "...Rupanya ada anggapan planner identik dengan Indonesia. Hebat
euy...."
>
> * * * * *
>
> Pak Roos yang baik,
>
> Sebenarnya ini seperti saya kurang `kerjaan... tetapi saya ingin
menghibur dan membela pak Roos yang sepertinya jadi sedih...... soalnya
ini khan akhir pekan yang seharusnya gembira ........
>
> Jangan sedih pak Roos .......Pak Rofiq kemarin sih bukannya
mengidentikkan planner dengan Indonesia yang `teu maju-maju'
pak...... tetapi justru beliau itu sedang mengolok-olok dirinya
sendiri..gitu lho pak.........
> Maksudnya beliau dengan "...semoga para Planners bisa belajar dari
kesalahan ini.." itu adalah maksudnya supaya para planners bisa
belajar dari kesalahannya pak Rofiq.. dan jangan sekali-sekali meniru
beliau yang suka tidak correct itu...gitu lho......... betul begitu khan
ya pak Rofiq?....hehe....
>


Kirim email ke