Ysh. Bung Eka Saya tertarik pada "lelucon" serius tentang LOGIKA (seperti yang di bawah). Menurut saya pertanyaan sang profesor benar-benar filosofi dan logika. Sayangnya si mahasiswa menanggapi secara emosional dan ingin mengolok sang profesor. Jadinya justru mahasiswa yang tidak punya "otak".
............................. Saya tambahin untuk mengisi hari Minggu : (mungkin ada yang pernah membacanya) : AWAS TEMBOK Kebaktian dukacita untuk mengenang seorang istri yang baru saja meninggal baru saja selesai. Lalu beberapa orang diminta menggotong peti jenazah itu menuju ke pekuburan. Tetapi, saat hendak keluar dari gereja, tanpa disengaja, peti itu menyenggol tembok dan jatuh terbanting dengan keras. Para tamu terkejut semuanya, karena mereka mendengar erangan dari dalam peti jenazah itu. Ternyata sang wanita masih hidup dan bertahan hingga sepuluh tahun kemudian. Nah, sepuluh tahun kemudian sang istri meninggal lagi. Kebaktian dukacita berlangsung di tempat yang sama. Saat selesai kebaktian, ketika peti itu hendak digotong ke luar gereja dan menuju pemakaman, si suami berteriak-teriak, "AWAS TEMBOK! AWAS TEMBOK!" MONO "Kalau suami punya istri lebih dari satu dibilang Poligami, kalau hanya punya satu istri dibilang monogami. Sedangkan istri yang mempunyai banyak suami disebut Poliandri, tetapi mengapa kalau istri punya satu suami tidak dibilang monoandri?", demikian kata salah satu wanita kepada seorang teman wanita. Si teman wanita menjawab :" Ya memang sudah begitu istilahnya, mengapa mesti ribut". Tapi si wanita penanya tidak puas :"Ya nggak boleh begitu donk, kalau istilah harus konsisten, mestinya istilah monoandri juga bisa dipakai". "Terserahlah!", demikian kata temannya. Kemudian datang teman lelaki " Ada apa koq ribut...". Akhirnya diceritakan tentang kedua istilah yaitu monogami dan monoandri tadi. Si teman lelaki tadi akhirnya menengahi :"Begini, suami yang punya satu istri; ataupun istri yang punya satu suami itu pada dasarnya sama, yaitu...monoton." Thanks. CU. BTS. ----- Original Message ----- From: ekadj08 To: [email protected] Sent: Saturday, January 26, 2008 10:34 AM Subject: [referensi] Re: Kunaon Indonesia teh teu maju-maju LOGIKA Di sebuah ruang kelas, para mahasisawa sedang mengikuti mata kuliah Filosofi. Dosen yang mengajar mencoba melemparkan topik diskusi tentang Tuhan. "Ada yang pernah melihat Tuhan?" tanya si dosen. Semua diam tak menjawab. "Ada ang pernah mendengar Tuhan bersuara?" si dosen bertanya lagi. Kali ini pun tak ada yang menyahut. "Ada yang pernah menyentuh Tuhan?" tanya dosen. Semua diam. "Kesimpulannya tidak ada Tuhan," kata dosen senang. Terdengar gumaman protes, sampai akhirnya seorang mahasiswa berdiri dan bertanya, "Ada yang pernah melihat otak Pak Dosen?" Tak ada jawaban. "Ada yang pernah mendengar otak Pak Dosen?" Tak seorang pun menjawab. "Ada yang pernah menyentuh otak Pak Dosen?" Sekali lagi hening. "Kesimpulannya Pak Dosen tidak punya otak," kata si mahasiswa. Recent Activity a.. 5New Members Visit Your Group Need traffic? Drive customers With search ads on Yahoo! Moderator Central Get answers to your questions about running Y! Groups. Y! Messenger Send pics quick Share photos while you IM friends. .

