Pak Eka, Risfan, Djarot, Kresno, dan Referensiers ysh
Saya senang sekali kalau membicarakan sejarah dan anthropologi, apalagi 
menyangkut sosok Gajah Mada yang kontroversil, saya pernah secara tidak sengaja 
bertemu dengan mas willy (ws rendra) di kantor Bupati Bireun. Pada waktu 
diskusi ngalor ngidul mas willy kemukakan bahwa Indonesia ini akhirnya terbagi 
dua lingua franca yakni Jawa sebelah selatan dan Melayu Utara, dan ini 
munculnya kapan tidak jelas. Tapi yang jelas Gajah Mada yang menguasai 
nusantara bisa bicara dalam dua bahasa dan dua budaya. Pada pertemuan dengan 
para tokoh-tokoh melayu di Riau setahun yang lalu saya kemukakan hal itu, dan 
anehnya penuturan mereka bahwa Gajah Mada itu berasal dari Jambi, dia memang 
menguasai bahasa melayu, karena itu nama Gajah Mada yang artinya "anak nakal" 
berasal dari ungkapan orang melayu pada anak-anak yang mempunyai kemampuan 
lebih. Karena saya belum pernah membaca tentang hal ini saya jadi khawatir 
menuliskan di referensi ini. Pengalaman berbincang-bincang
 dengan para tokoh adat memang mengasyikkan meskipun kadang-kadang sering sulit 
menghubungkannya antara sejarah dan angan-angan
 
Saya hanya ingin berkomentar kalau Gajah Mada dengan berbagai sejarahnya yang 
misterius ternyata memang dapat menyatukan nusantara karena semua suku di 
nusantara merasa memilikinya. Cuma bagaimana dengan orang Sunda atau turunan 
Pajajaran?
salam


      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke